Sunday, August 24, 2014

Scary Girl Chapter 4


SCARY GIRL
CHAPTER 4
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+

****

Ji Ah berhenti melangkah dan menoleh kearah Ji Kwang yang sedang menatap nya. Ji Ah menggeleng pelan memberi tahu kalau dia tak boleh ikut.
“Ahh waeyoo?” Ji Kwang mengerucutkan bibirnya
“Aku tak kenal denganmu. Jadi aku tak mau pergi dengan orang asing” Jawab Ji Ah dengan ketus.
Ji Kwang menelan ludahnya. Itu perkataan yang amat menyakitkan bagi nya. Ia menelan mentah mentah perkataan itu dengan susah payah.
“Aku bukan orang asing bagimu” ucap Ji Kwang pelan. Tapi didengar Ji Ah
“Mworagu?”
Ji Kwang menatap Ji Ah “Ah aniyaa… aku tetap akan ikut” Ji Kwang berusaha menutupi wajah sedihnya. Ia tersenyum tipis.

****

Seperti ucapannya tadi, Ji Kwang benar benar mengikuti Ji Ah. Ji Kwang menngikuti langkah Ji Ah menyusuri taman. Ji Ah menoleh ke belakang, melihat Ji Kwang yang sedang menunduk.
“Yak!” Ji Ah menyadarkan lamunan Ji Kwang.
Ji Kwang mendongak. Ia mengangkat alisnya “Mwo?”
“Pulanglah” Ji Ah berusaha berbicara lembut agar Ji Kwang nurut kepadanya.
Dan jawaban yang ia dapat..
“Tidak! Aku akan terus mengikutimu” Ji Kwang menjawab dengan suara yang manja. Membuat Ji Ah mau muntah
Ji Ah membalik badannya dan pergi meninggalkan Ji Kwang. Ji Kwang dengan segera mengikuti Ji Ah dan mensejajarkan langkahnya dengan Ji Ah
“Apa kau pernah mempunyai teman masa kecil?” Tanya Ji Kwang. Ia bertanya sambil menatap langit, lalu menatap Ji Ah. Menunggu jawaban dari gadis ini.
“Ani” Ji Ah menjawab dengan singkat dan ketus.
Ji Kwang tersenyum kecut “Aku punya. Ia gadis kecil yang ceria. Tapi, sekarang ia sudah berubah” Ji Kwang tertawa sedih.
Ji Ah menatap Ji Kwang. Ia merasa kasihan juga dengan Ji Kwang. Ia mengajak Ji Kwang duduk agar Ji Kwang bisa menenangkan hatinya.
Cukup lama Ji Kwang tak bersuara. Sampai akhirnya ia berbicara juga
“Aku sangat menyayangi gadis kecil itu. Sungguh sangat menyayanginya” Ji Kwang menatap Ji Ah dengan lembut. Ji Ah tak mengerti apa maksud dari tatapan itu. Ia membuang muka dan berpura pura tertarik pada kekasih yang sedang berjalan.
Tiba tiba Ji Ah merasa belaian lembut di kepalanya. Ia menoleh kearah Ji Kwang. Ji Kwang membelai lembut kepala Ji Ah. Ji Ah terdiam. Ia hanya menatap Ji Kwang dan menerima dengan pasrah belaian dari Ji Kwang.
Tiba tiba Ji Kwang bangkit. “Aku harus pulang” Ji Kwang tersenyum dan mengacak rambut Ji Ah. Ji Kwang pergi meninggalkan Ji Ah dan taman itu.

****

30 menit setelah Ji Kwang pergi, Ji Ah juga pergi meninggalkan taman itu. Ia berjalan sampai ke rumah karena memang tak berapa jauh dari taman itu. Ia masuk kedalam gang. Sampai akhirnya, rumahnya sudah mulai terlihat.
Ji a=Ah menghentikan langkahnya. Bukan hanya rumahnya saja yang terlihat. Orang oang yang sudah taka sing lagi baginya juga terlihat. Ia tetap berjalan sampai akhirnya sampai di depan rumahnya. Orang orang tadi langsung menghampirinya
“Darimana kau?” Tanya seorang lelaki paruh baya yang badannya tegap.
“Bukan urusanmu” Jawab Ji Ah sambil membuka gembok pagar rumahnya.
Tiba tiba, tangan Ji Ah dicengkram oleh lelaki paruh baya itu. Itu sangat sakit, tetapi Ji Ah berusaha menahannya dan berusaha melepaskan cengkraman tangan itu
“Pulanglah. Disini tak ada yang bisa kau ambil” ucap Ji Ah dengan lemah
“Kau tahu kami kesini bukan untuk itu” Lelaki yang agak muda dari bosnya itu berkata sambil menghampiri Ji Ah
“Kami ingin menghabisimu dari dulu” lelaki kurus tertawa jahat. Diikuti dua orang temannya.
Ji Ah sama sekali tak terkejut. Ia sudah tahu tujuan mereka “Arrayo” Ji Ah menjawab dengan nada datar
“Hanya kau yang belum mati di keluargamu” mereka semua tertawa jahat.
“Menyusul mereka lah” ucap lelaki kurus itu
Ji Ah mendengus “Harusnya kalian yang menyusul mereka dan meminta maaf pada mereka” Ji Ah berusaha menahan emosinya.
“Mwo? Wah.. kau melawan” lelaki kurus itu mengepalkan tangannya dan bersiap memukul Ji Ah.
Dengan cepat, Ji Ah menangkis tangan itu dan melepaskan tangan itu dengan kasar “Jangan pernah sentuh aku!”
“Kau benar benar mau dihajar” lelaki paruh baya itu maju dan mulai beraksi.
Ji Ah tahu kondisinya sekarang sangat lemah. Ia lelah. Tapi, ia berusaha melawan. Ia menendang kaki lelaki paruh baya itu. Ia juga melayangkan pukulan ke pipi lelaki kurus dan ia menendang perut lelaki satu lagi.
“Urusan kita hari ini selesai” Ji Ah masuk ke dalam halaman rumahnya dan menggembok kembali pagarnya

****

Pagi ini, orang orang jahat itu tak ada. Mungkin, nanti sore mereka akan datang, pikir Ji Ah. Ji Ah keluar dari pagar rumahnya dan pergi ke sekolah. Ia pergi ke halte bus. Menunggu bus jurusan ke sekolahnya.
10 menit kemudian, bus nya datang. Ji Ah dan penumpang yang lain naik ke dalam bus. Bus nya masih sepi. Ji Ah menempelkan dompetnya di alat yang tempatnya di samping supir (Tau kan alat itu? Itu lho yang sering ada di dramkor. Author gk tahu namanya apa -__-) lalu ia duduk di bangku paling depan. Ia memasang headset dan menghidupkan lagu dari handphonenya.
20 menit kemudian, busnya berhenti tepat di halte dekat sekolahnya. Ia melepas headsetnya dan memasukkan headsetnya ke dalam tas. Ia turun dari bus dan memakai tasnya. Ia berjalan ke gedung sekolah dengan pelan.
Dari belakang, ia mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh ke belakang. Ji Kwang berlari pelan kearahnya. Ji Ah langsung meneruskan langkahnya begitu tahu kalau itu adalah Ji Kwang. Ji Kwang menjerit dengan keras melihat Ji Ah malah berjalan semakin cepat. Ia memutuskan untuk tak mengejar Ji Ah lagi. Ia berjalan seperti biasa ke kelasnya.
Sesampai di kelas, Ji Kwang langsung menghampiri Ji Ah
“Yak! Mengapa kau berjalan terus saat aku memanggilmu?” Ji Kwang berkacak pinggang didepan Ji Ah
Ji Ah hanya menatap Ji Kwang sekilas lalu membuang muka.
Ji Kwang semakin kesal.
Tetapi, tiba tiba ia melihat bekas luka di pipi Ji Ah. Saat kecil, bekas luka itu tidak ada.
“Pipimu kenapa?” Tanya Ji Kwang
Ji Ah memegang pipinya dan menyentuh bekas lukanya “Bukan apa apa”
“Dia selalu begitu tiap pagi” tiba tiba suara Kevin terdengar diantara mereka berdua. Kepalanya muncul diantara mereka berdua.
“Maksudmu?” Ji Kwang mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti apa maksud Kevin
“Tiap pagi dia pasti tergores luka” Kevin menatap Ji Ah yang sedang menatap nya juga.
Ji Kwang yang masih tak mengerti hanya terbengong. Ia menatap Ji Ah terus. Berusaha mencerna maksud Kevin

TBC—

No comments:

Post a Comment