Friday, August 15, 2014

Scary Girl Chapter 2




SCARY GIRL
CHAPTER 2
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+


******

Kim Ji Ah menyusuri koridor sekolah sambil menunduk. Ia terus menunduk sampai akhirnya kepalanya membentur sesuatu. Ia mendongak. Ia melihat anak laki laki berdiri didepannya. Ia merasa pernah bertemu dengan laki laki ini. Ji Ah mengerutkan keningnya.

“Kau kenapa?” suara anak laki laki itu terdengar khawatir
Ji  Ah hanya diam. Ia sama sekali tak punya niat untuk menjawab
“Waeyo? Kau tak ingat padaku? Aku Ji Kwang, si anak baru” ucap anak laki laki itu seolah tahu maksud dari kerutan di kening Ji Ah
Kerutan di kening Ji Ah hilang. Mukanya masih datar. Lalu, ia mengangguk dan meninggalkan Ji Kwang begitu saja
Ji Kwang melihat punggung Ji Ah . ia tersenyum lemah,”Ji Ah-ya, naya… kiyoaniyo?” ucap Ji Kwang dengan suara yang sangat pelan.

******

Ji Ah masuk ke kelas. Pandangan tak suka, orang yang berbisik bisik, itu hal biasa bagi Ji Ah. Selama 2 tahun ia sekolah disini, itulah sarapan Ji Ah selama ini. Ia selalu dikucilkan. Banyak teman temannya benci kepadanya karena sikapnya yang terlalu dingin. Ji Ah duduk dibangkunya. Dan seperti biasa, ia pasti selalu akan tidur sambil menunggu bel masuk berbunyi. Tak lama kemudian, Kevin masuk dan duduk di sebelah bangku Ji Kwang. Ia melihat Ji Ah. Ia kadang merasa kasihan juga kepada Ji Ah. Ia tahu, sifat Ji Ah seperti itu pasti ada sebabnya. Ia mengerti hal itu. Selama Kevin memperhatikan Ji Ah, Ji Kwang masuk.

Ia melihat Kevin dengan bingung, lalu akhirnya ia tahu bahwa Kevin sedari tadi melihat Ji Ah. Ji Kwang langsung berdiri tepat didepan Kevin, menghalangi pandangannya. Kevin tersentak.
“Yak! Mwo hae??!” Kevin berteriak kesal
“Kau sedang melihat siapa?” Ji Kwang berkacak pinggang
“Wae wae wae???” Kevin memajukan wajahnya , lalu tiba tiba ia melihat Ji Ah yang masih tertidur dan Ji Kwang secara bergantian.
“Hoksii…(Apakah…)”
“Mwoya? Apa yang kau pikirkan? Tidak! Itu bukan seperti yang kau pikirkan!” Ji Kwang membantah karena tahu Kevin akan mengucapkan apa.
Ji Kwang duduk di bangkunya dengan perasaan kesal.
Kevin terkekeh melihat sikap Ji Kwang yang jadi salah tingkah. Kekehannya berhenti tepat saat guru Lee masuk.

******

Bel istirahat berbunyi. Semua nya pada bersorak riang dan langsung bergegas kekantin. Ji Ah juga pergi menuju ke kantin. Sesampai di kantin, ia mengambil makanan yang sudah disiapkan kantin sekolah dan mencari tempat yang kosong.

Ia duduk dan mulai makan. Ia selalu makan sendirian, tak ada yang mau menemaninya. Saat ia akan menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya, tepat di depannya terletak piring makan yang masih penuh. Ji Kwang duduk di depan nya. Ia seperti sengaja ingin makan bersama Ji Ah. Ji Ah tak perduli dan ia terus makan. Ji Kwang tak memakan makanannya. Ia hanya memandang Ji Ah. Memperhatikan bagaimana Ji Ah makan.
“Ji Ah-ya…” Kalimat itu keluar dari mulut Ji Kwang dengan sendirinya. Ji Kwang sama sekali tak menyangka.
Sekarang, Ji Ah sudah menatapnya dengan bingung. Karena tak kunjung ada respon, Ji Ah memutuskan makan sesuap lagi. Lalu, ia pergi meninggalkan Ji Kwang begitu saja seperti tadi pagi.

Ji Kwang ingin memanggilnya, tapi niat itu diurungkannya. Ia menghembuskan nafas dan mulai makan. Karena Ji Kwang makannya terlalu lambat, ia jadi terlambat masuk kekelas dan dihukum oleh guru Kang. Selama dihukum , Ji Kwang selalu menatap Ji Ah. Ji Ah merasa risih karena ditatapi terus. Ji Ah balas menatap Ji Kwang dengan tatapan datar. Ji Kwang terkejut akan tatapan datar itu. Ia segera membuang muka dan menatap kearah yang lain.

*****

Ji Ah memakai ranselnya. Kelas sudah sepi karena para siswa sudah pulang semua. Di kelasnya hanya tinggal dia dengan Ji Kwang. Melihat Ji Ah yang akan pulang, Ji Kwang juga siap siap akan pulang juga.
Ji Ah menatap Ji Kwang bingung, lalu ia memilih untuk mengabaikan Ji Kwang. Ji Ah pergi keluar kelas. Ji Kwang segera menyusul Ji Ah. Tapi sayang, Ji Ah sudah keburu keluar kelas saat Ji Kwang memakai ranselnya. Ji Kwang berlari keluar kelas sambil memanggil nama Ji Ah. Alhasil, Ji Ah tak ada. Koridor di lantai 4 sepi, tak ada siapapun.
Ji Kwang melihat kearah tangga yang berada di ujung koridor. Tangga nya cukup jauh dari kelas. Tapi, mengapa Ji Ah bisa berjalan begitu cepat? Ji Kwang merasa takut. Ia mulai merinding. Ia langsung berlari sekencang mungkin kearah tangga.

Ji Kwang masuk ke flatnya. Ia meletakkan ranselnya di lantai dan langsung berjalan menuju kulkas. Ia membuka kulkas dan mengambil sekaleng soda. ia meminum minuman soda itu lalu mendesah.
Ia merogoh saku jas sekolahnya lalu mengambil ponselnya. Ia melihat wallpaper ponselnya. Fotonya saat kecil dengan gadis kecil yang cantik. Ia tersenyum melihat senyum gadis kecil itu difoto. Ia membuka galeri dan melihat foto yang lain. Kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman ketika melihat gigi ompong si gadis kecil. Ia sungguh merindukan gadis kecil ini.
Ia mengusap wajah gadis kecil itu di ponselnya. Senyumannya tak pernah pudar ketika ia melihat foto si gadis kecil itu.

TBC—

No comments:

Post a Comment