Sunday, September 21, 2014

Scary Girl Chapter 5



SCARY GIRL
CHAPTER 5
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+

****


Ji Kwang menatap Ji Ah yang sedang menatapnya juga. Ia masih bingung.
“Apa maksudnya?” Tanya nya kepada Ji Ah.
Ji Ah diam saja. Tiba tiba guru Park masuk ke kelas mereka. Mau tak mau,Ji Kwang harus menunda urusannya dengan Ji Ah dan duduk di bangkunya
Selama pelajaran berlangsung, Ji Kwang terus memikirkan perkataan Kevin. 

“Tiap pagi dia pasti tergores luka”
 
Kata kata itu terus terngiang di dalam pikirannya. Ia tak fokus belajar, tak mendengarkan apa yang dijelaskan guru Park. Ia terus mencerna maksud Kevin tadi. Kata kata itu terus terngiang.
“Ji Ah terluka?”        pertanyaan itu terus terlintas. Ia menanyakan itu terus pada dirinya sendiri. Ia khawatir. Ia sungguh tak mau Ji Ah terluka.
Ji Kwang mengepalkan kedua tangannya. Ia marah. Ia marah kepada orang yang berani mengganggu Ji Ah.
Ia berteriak keras. Suara teriakannya bersamaan dengan suara bel yang berbunyi nyaring. Hanya Ji Ah dan Kevin yang mendengar teriakan Ji Kwang. Ji Ah menoleh ke belakang, sedangkan Kevin langsung menghampiri Ji Kwang.

“Kau kenapa? Untung teriakanmu tadi tak didengar guru park. Kalau dia dengar, kau akan dihukum” Kevin berceloteh samba memukul punggung Ji Kwang.
Ji Kwang mengabaikan Kevin. Ia terus menatap Ji Ah yang juga menatapnya.
“Jelaskan padaku! Jelaskan padaku mengapa kau bisa tergores luka setiap pagi?” Ji Kwang berusaha keras agar suaranya tidak keluar terlalu keras dan ia berusaha keras menahan emosinya
Bukannya Ji Ah yang terkejut melihat sikap Ji Kwang tetapi Kevin. Kevin tak pernah melihat Ji Kwang bersikap begini. 

“Ji Kwang-a, kau kenapa?” Kevin memberanikan diri didalam situasi yang menegangkan seperti ini
“Tinggalkan kami berdua” ucap Ji Kwang dengan nada serius
Kevin agak terkejut mendengar permohonan Ji Kwang itu, tetapi ia nenurutinya. Ia pergi keluar kelas.
“Bukan urusanmu” Ji Ah menjawab tepat setelah Kevin pergi dari hadapan mereka.
Ji Kwang terdiam mendengar jawaban yang singkat dan menyakitkan itu.
Ji Ah benar. Itu bukan urusannya. Masalahnya, Ji Ah tidak tahu Ji Kwang siapa. Dia tidak tahu kalau Ji Kwang adalah teman masa kecilnya dulu. Jika Ji Ah tahu, Ji Ah pasti sudah mengadu padanya. Dan akan menangis di pundak Ji Kwang. Sekarang Ji Ah tidak mengenali Ji Kwang.
“Kau benar” Ji Kwang menundukkan kepalanya. Ia lelah. Ia lelah akan sikap Ji Ah yang sekarang kepadanya.
Ji Kwang menidurkan kepalanya dan memejamkan matanya. Air matanya mulai menetes. Ini sungguh menyakitkan. Menerima kenyataan itu sungguh menyakitkan.

****

Semenjak jawaban Ji Ah tadi, Ji Kwang terlihat muram. Kevin masuk ke kelas setelah bel bunyi. Ia melihat Ji Kwang yang tertidur dan Ji Ah yang menulis. Ia tak tahu apa yang terjadi tadi. Ia menghampiri Ji Kwang yang tampaknya tertidur.
Ia menyentuh bahu Ji Kwang. Ji Kwang dengan segera menyeka air matanya dan melihat Kevin dengan senyum yang dipaksa
“Waeyo?” Tanya Kevin tanpa suara
“Aniya” Ji Kwang menjawab tanpa suara juga dengan senyuman paksa.
“Kau suka padanya?” Tanya Kevin
“Em. Neomu joha” Ji Kwang menjawab dengan pasti
Kevin agak terkejut mendengar pengakuan Ji Kwang. Bagaimana bisa seorang namja ceria menyukai seorang yeoja pendiam seperti Ji Ah.
Walaupun terkejut, tetapi Kevin tetap memberikan dukungan kepada Ji Kwang
“Fighting” Ucap Kevin tanpa suara. Sedari tadi mereka berbicara tanpa suara.
Ji Kwang tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada sahabatnya itu.
Ji Kwang kembali menidurkan kepalanya.
“Ji Kwang-a. igo. Kuberikan es krim ini untukmu”
“Balon ini adalah lambang persahabatan kita”
“Aku ingin mengambil bintang itu. Bisakah kau mengambilkan nya untukku?”
“hahaha Ji Kwang lihatlah. Wajahmu disini lucu sekali. Hahaha”
“ Kita akan selalu bersama. Kau janji kau tak akan melupakanku?”

Ji Kwang terbangun. Ia menegakkan badannya. Suara itu. Suara Ji Ah saat kecil. Saat masih bersamanya. Tiba tiba terngiang di telinganya. Tiba tiba suara itu muncul. Tawa Ji Ah. Suara imut Ji Ah. Bahkan janji mereka berdua terngiang di pikiran Ji Kwang.
Ji Kwang bangkit dan pergi ke kamar mandi
Ia masuk ke dalam kamar mandi. Ia membasuh wajahnya dengan air. Lalu berkaca. Ia mendesah panjang. Ia sungguh lelah dengan kenyataan ini.
Kenyataan bahwa Ji Ah sudah melupakannya. Ia sungguh ingin Ji Ah bersamanya seperti dulu. Bersama dengan Ji Ah adalah hal yang diimpikan Ji Kwang.
Ia rindu tawa Ji Ah. Senyum Ji Ah. Suara imut Ji Ah.
Ji Kwang tersenyum. Ia tersenyum mengingat hal itu. Setidaknya, ia sudah mendengar kembali suara imut Ji Ah saat ia tidur tadi.
“Fighting!” Ji Kwang menyemangati dirinya sendiri. Lalu ia keluar kamar mandi dengan perasaan yang sudah membaik.

****

Ji Kwang memakai tasnya. Hari ini ia tidak pulang dengan Ji Ah seperti semalam. Hari ini ia pulang dengan Kevin. Mereka naik bus bersama.
Di dalam bus, akhirnya Ji Kwang menceritakan bahwa dia dengan Ji Ah adalah teman masa kecil. Dan Kevin mulai mengerti mengapa Ji Kwang bersikeras ingin melindungi Ji Ah.
Kevin turut sedih mendengar cerita Ji Kwang. Ia mengelus punggung Ji Kwang.
Bus berhenti tepat di halte daerah rumah mereka. Rumah mereka berdekatan. Ji Kwang dan Kevin  turun dari bus. Mereka mengucapkan terima kasih kepada supir bus.
“Suatu saat dia pasti akan mengingatmu lagi” Kevin mengucapkan kata itu lalu menghilang di balik pagarnya.
Ji Kwang terus berjalan hingga akhirnya sampai di rumah. Ia membuka pagar dan masuk ke dalam rumah.
Sebenarnya hatinya belum merasa tenang. Ia masih bertanya Tanya mengapa Ji Ah terluka.
“Ah iyaa aku harus mencari tahu besok” Ji Kwang sebenarnya sudah mengetahui tempat tinggal Ji Ah. Ia pernah mengikuti Ji Ah saat pulang sekolah.
Besok pagi ia akan datang kesana dan mencari tahu.

****
Ji Kwang mengintip dari balik pohon. Tampaknya Ji Ah belum keluar. Ia terus menunggu. Tiba tiba suara pagar terbuka terdengar. Ji Kwang melihat rumah Ji Ah. Benar! Ji Ah keluar dan berjalan menyusuri jalanan.
“Yak Kim Ji Ah!” suara lantang itu berasal tak jauh dari Ji Ah.
Ji Kwang melihat asal suara. Ia terkejut melihat orang itu. Orang itu sendirian. Ji Kwang masih mengingat jelas siapa orang itu. Orang itu adalah orang yang selama ini dicari cari Ji Kwang.
Si pembunuh! Orang itu si pembunuh. Orang yang membunuh keluarga Ji Ah.
Ji Kwang merasakan aura yang tak enak. Ia langsung berlari kesana.
Ia menghadang orang itu dan melindungi Ji Ah. Ji Ah terkejut melihat kehadiran Ji Kwang yang tiba tiba.
Orang itu juga tampak terkejut. Tampak takut lebih tepatnya.
“Kau…. Kau Park Ji Kwang kan?” orang itu benar benar kelihatan takut
“Ya. Kenapa?”
“Anak dari Park Ji Hyun” orang itu mendengus “Orang yang sudah membunuh bosku”
Ji Kwang memang agak terkejut mendengar itu tapi Ji Kwang langsung melayangkan pukulan ke muka orang itu. Orang itu tertawa takut
“Keahlianmu tak jauh bea dari ayahmu” orang itu berlari meninggalkan Ji Kwang dan Ji Ah
“Park Ji Hyun? Park Ji Hyun Ahjussi?” Ji Ah merasa mengenali nama itu. Ia terus berpikir dan mencari tahu. Ia yakin ia mengenali nama itu

TBC—

No comments:

Post a Comment