SCARY GIRL
CHAPTER 5
Author : Kim
Ni Na
Cast :
Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre :
Action, school life
Rating : 15+
****
Ji Kwang
menatap Ji Ah yang sedang menatapnya juga. Ia masih bingung.
“Apa
maksudnya?” Tanya nya kepada Ji Ah.
Ji Ah diam
saja. Tiba tiba guru Park masuk ke kelas mereka. Mau tak mau,Ji Kwang harus
menunda urusannya dengan Ji Ah dan duduk di bangkunya
Selama
pelajaran berlangsung, Ji Kwang terus memikirkan perkataan Kevin.
“Tiap pagi dia pasti tergores luka”
Kata kata
itu terus terngiang di dalam pikirannya. Ia tak fokus belajar, tak mendengarkan
apa yang dijelaskan guru Park. Ia terus mencerna maksud Kevin tadi. Kata kata
itu terus terngiang.
“Ji Ah terluka?” pertanyaan itu terus terlintas. Ia menanyakan itu terus pada
dirinya sendiri. Ia khawatir. Ia sungguh tak mau Ji Ah terluka.
Ji Kwang mengepalkan kedua tangannya. Ia marah. Ia marah
kepada orang yang berani mengganggu Ji Ah.
Ia berteriak keras. Suara teriakannya bersamaan dengan suara
bel yang berbunyi nyaring. Hanya Ji Ah dan Kevin yang mendengar teriakan Ji
Kwang. Ji Ah menoleh ke belakang, sedangkan Kevin langsung menghampiri Ji
Kwang.
“Kau kenapa? Untung teriakanmu tadi tak didengar guru park.
Kalau dia dengar, kau akan dihukum” Kevin berceloteh samba memukul punggung Ji
Kwang.
Ji Kwang mengabaikan Kevin. Ia terus menatap Ji Ah yang juga
menatapnya.
“Jelaskan padaku! Jelaskan padaku mengapa kau bisa tergores
luka setiap pagi?” Ji Kwang berusaha keras agar suaranya tidak keluar terlalu
keras dan ia berusaha keras menahan emosinya
Bukannya Ji Ah yang terkejut melihat sikap Ji Kwang tetapi
Kevin. Kevin tak pernah melihat Ji Kwang bersikap begini.
“Ji Kwang-a, kau kenapa?” Kevin memberanikan diri didalam
situasi yang menegangkan seperti ini
“Tinggalkan kami berdua” ucap Ji Kwang dengan nada serius
Kevin agak terkejut mendengar permohonan Ji Kwang itu, tetapi
ia nenurutinya. Ia pergi keluar kelas.
“Bukan urusanmu” Ji Ah menjawab tepat setelah Kevin pergi
dari hadapan mereka.
Ji Kwang terdiam mendengar jawaban yang singkat dan
menyakitkan itu.
Ji Ah benar. Itu bukan urusannya. Masalahnya, Ji Ah tidak
tahu Ji Kwang siapa. Dia tidak tahu kalau Ji Kwang adalah teman masa kecilnya
dulu. Jika Ji Ah tahu, Ji Ah pasti sudah mengadu padanya. Dan akan menangis di
pundak Ji Kwang. Sekarang Ji Ah tidak mengenali Ji Kwang.
“Kau benar” Ji Kwang menundukkan kepalanya. Ia lelah. Ia
lelah akan sikap Ji Ah yang sekarang kepadanya.
Ji Kwang menidurkan kepalanya dan memejamkan matanya. Air
matanya mulai menetes. Ini sungguh menyakitkan. Menerima kenyataan itu sungguh
menyakitkan.
****
Semenjak jawaban Ji Ah tadi, Ji Kwang terlihat muram. Kevin
masuk ke kelas setelah bel bunyi. Ia melihat Ji Kwang yang tertidur dan Ji Ah
yang menulis. Ia tak tahu apa yang terjadi tadi. Ia menghampiri Ji Kwang yang
tampaknya tertidur.
Ia menyentuh bahu Ji Kwang. Ji Kwang dengan segera menyeka
air matanya dan melihat Kevin dengan senyum yang dipaksa
“Waeyo?” Tanya Kevin tanpa suara
“Aniya” Ji Kwang menjawab tanpa suara juga dengan senyuman
paksa.
“Kau suka padanya?” Tanya Kevin
“Em. Neomu joha” Ji Kwang menjawab dengan pasti
Kevin agak terkejut mendengar pengakuan Ji Kwang. Bagaimana
bisa seorang namja ceria menyukai seorang yeoja pendiam seperti Ji Ah.
Walaupun terkejut, tetapi Kevin tetap memberikan dukungan
kepada Ji Kwang
“Fighting” Ucap Kevin tanpa suara. Sedari tadi mereka
berbicara tanpa suara.
Ji Kwang tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada
sahabatnya itu.
Ji Kwang kembali menidurkan kepalanya.
“Ji Kwang-a. igo.
Kuberikan es krim ini untukmu”
“Balon ini adalah
lambang persahabatan kita”
“Aku ingin mengambil bintang itu. Bisakah kau mengambilkan nya untukku?”
“hahaha Ji Kwang lihatlah. Wajahmu disini lucu sekali. Hahaha”
“ Kita akan selalu bersama. Kau janji kau tak akan melupakanku?”
“Aku ingin mengambil bintang itu. Bisakah kau mengambilkan nya untukku?”
“hahaha Ji Kwang lihatlah. Wajahmu disini lucu sekali. Hahaha”
“ Kita akan selalu bersama. Kau janji kau tak akan melupakanku?”
Ji Kwang terbangun. Ia menegakkan badannya. Suara itu. Suara
Ji Ah saat kecil. Saat masih bersamanya. Tiba tiba terngiang di telinganya.
Tiba tiba suara itu muncul. Tawa Ji Ah. Suara imut Ji Ah. Bahkan janji mereka
berdua terngiang di pikiran Ji Kwang.
Ji Kwang bangkit dan pergi ke kamar mandi
Ia masuk ke dalam kamar mandi. Ia membasuh wajahnya dengan
air. Lalu berkaca. Ia mendesah panjang. Ia sungguh lelah dengan kenyataan ini.
Kenyataan bahwa Ji Ah sudah melupakannya. Ia sungguh ingin Ji
Ah bersamanya seperti dulu. Bersama dengan Ji Ah adalah hal yang diimpikan Ji
Kwang.
Ia rindu tawa Ji Ah. Senyum Ji Ah. Suara imut Ji Ah.
Ji Kwang tersenyum. Ia tersenyum mengingat hal itu.
Setidaknya, ia sudah mendengar kembali suara imut Ji Ah saat ia tidur tadi.
“Fighting!” Ji Kwang menyemangati dirinya sendiri. Lalu ia
keluar kamar mandi dengan perasaan yang sudah membaik.
****
Ji Kwang memakai tasnya. Hari ini ia tidak pulang dengan Ji
Ah seperti semalam. Hari ini ia pulang dengan Kevin. Mereka naik bus bersama.
Di dalam bus, akhirnya Ji Kwang menceritakan bahwa dia dengan
Ji Ah adalah teman masa kecil. Dan Kevin mulai mengerti mengapa Ji Kwang
bersikeras ingin melindungi Ji Ah.
Kevin turut sedih mendengar cerita Ji Kwang. Ia mengelus
punggung Ji Kwang.
Bus berhenti tepat di halte daerah rumah mereka. Rumah mereka
berdekatan. Ji Kwang dan Kevin turun
dari bus. Mereka mengucapkan terima kasih kepada supir bus.
“Suatu saat dia pasti akan mengingatmu lagi” Kevin
mengucapkan kata itu lalu menghilang di balik pagarnya.
Ji Kwang terus berjalan hingga akhirnya sampai di rumah. Ia
membuka pagar dan masuk ke dalam rumah.
Sebenarnya hatinya belum merasa tenang. Ia masih bertanya
Tanya mengapa Ji Ah terluka.
“Ah iyaa aku harus mencari tahu besok” Ji Kwang sebenarnya
sudah mengetahui tempat tinggal Ji Ah. Ia pernah mengikuti Ji Ah saat pulang
sekolah.
Besok pagi ia akan datang kesana dan mencari tahu.
****
Ji Kwang mengintip dari balik pohon. Tampaknya Ji Ah belum
keluar. Ia terus menunggu. Tiba tiba suara pagar terbuka terdengar. Ji Kwang
melihat rumah Ji Ah. Benar! Ji Ah keluar dan berjalan menyusuri jalanan.
“Yak Kim Ji Ah!” suara lantang itu berasal tak jauh dari Ji
Ah.
Ji Kwang melihat asal suara. Ia terkejut melihat orang itu.
Orang itu sendirian. Ji Kwang masih mengingat jelas siapa orang itu. Orang itu
adalah orang yang selama ini dicari cari Ji Kwang.
Si pembunuh! Orang itu si pembunuh. Orang yang membunuh
keluarga Ji Ah.
Ji Kwang merasakan aura yang tak enak. Ia langsung berlari
kesana.
Ia menghadang orang itu dan melindungi Ji Ah. Ji Ah terkejut
melihat kehadiran Ji Kwang yang tiba tiba.
Orang itu juga tampak terkejut. Tampak takut lebih tepatnya.
“Kau…. Kau Park Ji Kwang kan?” orang itu benar benar
kelihatan takut
“Ya. Kenapa?”
“Anak dari Park Ji Hyun” orang itu mendengus “Orang yang
sudah membunuh bosku”
Ji Kwang memang agak terkejut mendengar itu tapi Ji Kwang
langsung melayangkan pukulan ke muka orang itu. Orang itu tertawa takut
“Keahlianmu tak jauh bea dari ayahmu” orang itu berlari
meninggalkan Ji Kwang dan Ji Ah
“Park Ji Hyun? Park Ji
Hyun Ahjussi?” Ji Ah
merasa mengenali nama itu. Ia terus berpikir dan mencari tahu. Ia yakin ia
mengenali nama itu
TBC—

No comments:
Post a Comment