Tuesday, August 5, 2014

Scary Girl Chapter 1



SCARY GIRL
CHAPTER 1

Haii haii..
Ini ff baru .. gak ada kaitannya dengan ff Kazuto dan Yoo Ra. Mungkin ceritanya agak susah dipahami -__- .
Tapi author udah berusaha keras memikirkan jalan ceritanya. Niatnya pengen buat ff horror. Tapi jadinya malah ff kayak gini. Maaf ya kalau gak horror ceritanya, gak sesuai dengan judulnya. Abisnya, kalau buat ff yang horror banget jadi merinding sendiri nulisnya. Takut kepikiran terus -_-
Okee dibaca aja yaaa….

*****

                     Menurutmu apakah ada yang ingin berteman dengan yeoja yang bersifat dingin? Jangankan berteman, dekat saja tidak mau. Benar kan?
                     Kim Ji Ah, yeoja dingin itu dibenci hampir satu kelas bahkan hampir satu sekolah karena sifat dinginnya. Teman teman sekelasnya memang membenci Ji Ah, tetapi kadang merasa takut juga dengan Ji Ah karena setiap pagi pasti Ji Ah selalu tergores luka.
                     Tetapi, berbeda dengan orang yang satu ini. Seminggu yang lalu, kelas Ji Ah kedatangan murid baru. Seorang namja. Bernama Park Ji Kwang. Ia duduk tepat di belakang Ji Ah. Sejak hari pertama ia masuk, ia menatap Ji Ah dengan kening berkerut seakan kenal dengan Ji Ah. Dan selama seminggu itulah, ia berusaha mendekati Ji Ah walaupun sama sekali tak di respon.
                     “Kau benar benar sudah gila ya. Untuk apa mendekati yeoja dingin itu? Semua berusaha menjauhi dia, kau malah berusaha mendekati dia. Pemikiran kita memang tidak sama.” Kevin, teman dekat Ji Kwang berceloteh panjang lebar. Ia merasa tak habis pikir dengan temannya yang satu ini.
                     “Dia mengingatkanku pada seseorang” hanya itu jawaban yang dilontarkan Ji Kwang
                     “Seseorang? Nugu? Teman masa kecilmu?” Kevin merasa penasaran
                     Ji Kwang mengangkat bahunya,”Begitulah”
                    “Eyh.. ayolah cerita padaku” Kevin menyikut lengan Ji Kwang
                    “Dwesseo.. lupakan saja” Ji Kwang berjalan mendahului  Kevin
                    “Yak.. tunggu aku!” Kevin berlari mengejar Ji Kwang

*****

                     Ji Ah masuk kedalam rumah kecil nya yang berantakan. Ia tergeletak di lantai karena terlalu kelelahan. Ia sungguh tak mau sekolah, karena di sekolah ia pasti akan dimusuhi. Tetapi, berada di rumah ini dalam waktu setengah hari saja sudah membuatnya tertekan, apalagi selama satu hari penuh.
                     Ji Ah bangun dan berjalan kearah  jendela yang tirainy masih tertutup. Ia membuka tirai itu sedikit, lalu mengintip kearah luar. Biasanya pasti ada namja tinggi sudah berdiri di depan rumahnya sambil merokok. Tetapi, sekarang namja itu tak ada. Ia merasa bersyukur.
                    Ji Ah mengembuskan nafasnya lalu berjalan kearah kamarnya. Tanpa sengaja, kakinya menginjak sesuatu. Ia melihat kebawah. Seketika, ia terdiam melihat foto keluarganya yang dibingkai. Ia berjongkok dan mengambil bingkai foto itu. Tak perlu waktu lama, air matanya sudah menetes dan jatuh tepat di wajah ibunya yang cantik.
                    ”Eomma” suara Ji Ah terdengar bergetar. Itu pertama kalinya ia mengeluarkan suara hari ini. Melihat foto itu, masa lalu mulai berkelebat di kepalanya.

Flashback

                   Ji Ah bermain dengan adik laki lakinya yang bernama Ji Min yang masih berumur 3 tahun. Ji Ah yang masih berumur 8 tahun itu menggenggam tangan mungil adiknya. Saat ini mereka sekeluarga sedang liburan ke sebuah taman yang indah. Ji Min melihat kearah langit, lalu tiba tiba ia menoleh kearah kakaknya.
                  “Noona, langitnya indah ya” Ji Min menunjuk kearah langit.
                  “Ne. memangnya kenapa?” Ji Ah menatap kearah langit
                  “Aku ingin tinggal disana. Bersama halmeoni” Ji Min menatap lekat lekat kearah kakaknya,”Halmeoni tenang kan disana?”
                  Ji Ah yang tak mengerti hanya bisa mengangguk. Lalu tiba tiba terdengar suara ibunya.
                 “Ji Ah-ya.. Ji Kwang eodisseo?” Ibunya menyiapkan makan siang mereka
                  Ji Ah melihat ke sekitar taman. Siang itu, taman itu cukup sepi. Dan pengunjung yang lain berada jauh dari tempat mereka. Ia melihat anak kecil yang tampan sedang meminum minuman yang baru dibelinya
                 “Chogi{Disana)” Ji Ah menunjuk kearah toko minuman, tempat Jin Kwang berada
                  Ji Kwang adalah anak yatim piatu. Keluarga Ji Ah membiarkan Ji Kwang tinggal di rumah mereka, mereka tidak menjadikan Jin Kwang anak angkat. Orang tua dan adik Ji Ah sangat menyayangi Ji Kwang. Ji Ah sangat dekat dengan Ji Kwang. Mereka sering pergi bersama. Ji Ah adalah gadis kecil yang sangat ceria. Ji Kwang sangat nyaman dengan Ji Ah.
                  “Panggilkan dia. Kita akan makan siang” ucap ibu Ji Ah
                   Ji Ah mengangguk lalu berlari ke tempat Ji Kwang berada. Saat mereka hendak kembali, mereka mendapat pemandangan yang sangat mengejutkan. Orang tua dan adiknya diikat dan dibawa ke sebuah mobil. Mobil milik penculik itu.
                  “Eomma! Appa! Ji Min!: Ji Ah berlari mengejar mobil penculik itu. Ji Kwang juga ikut berlari.
                  “Ahjumma! Ahjussi! Ji Min! kajima!” teriak Ji Kwang sambil berlari kencang
                  Mereka terus berlari mencari mobil penculik itu. Hingga pada akhirnya, di tempat yang agak sunyi dan tak jauh dari taman tadi. Mobil itu berhenti. Ji Ah dan Ji Kwang juga berhenti berlari. Ji Ah hendak kesana, tapi tangannya ditahan oleh Ji Kwang.
                  Ji Kwang menggeleng,”jangan kesana” Ji Kwang menarik Ji Ah kebalik pohon besar lalu menguping pembicaraan penculik itu. Tak lama kemudian, orang tua Ji Ah dibunuh menggunakan pisau dan Ji Min dibunuh dengan cara dicekek lehernya. Ji Ah dan Ji Kwang melihat kejadian itu dengan mata mereka sendiri.
                “Rasakan itu! Itu akibat kalian tak menuruti kata kataku!” ucap si penculik sambil tertawa jahat
                 Ji Kwang menutup mulut Ji Ah dengan tangannya,”jangan berisik” ucap Ji Kwang
                 Setelah kejadian itu, Ji Ah tingal bersama Ji Kwang sampai umur 10 tahun. Setelah itu, Ji Ah pergi mencari kakeknya dan tinggal bersama kakeknya sampai ia tamat SMP. Kakeknya sudah meninggal, jadi ia tinggal sendiri. Ia sekarang tinggal di rumah kakeknya. Ji Ah menjadi anak yang pendiam setelah kejadian itu. Ia jadi suka menyendiri. Ji Ah bahkan sudah lupa dengan Ji Kwang, yang ia ingat hanyalah bagaimana caranya membalas dendam kepada si pembunuh. Ia mencari tahu keberadaan si pembunuh. Ketemu!. Ia menemukan keberadaan si pembunuh, dan si oembunuh juga menemukan keberadaan Ji Ah. Sejak kelas 1 SMA hingga sekarang, Ji Ah diteror oleh si pembunuh. Untungnya, Ji Ah jago bela diri, ia sering melawan si pembunuh. Ya walaupun ia sering kalah karena postur tubuhnya yang kecil.

Flashback End

                  Ji Ah mengembuskan nafasnya dengan lemah. Lalu tiba tiba ia teringat sesuatu
                 “Mengapa di ingatanku ada seorang anak laki laki?” Ji Ah  mengerutkan keningnya “Siapa anak laki laki itu?” Ingatan Ji Ah tentang Ji Kwang belum kembali.
                 “Ah molla” Ji Ah meletakkan foto itu diatas meja lalu pergi ke kamar.


TBC— 

No comments:

Post a Comment