SCARY GIRL
CHAPTER 1
Haii haii..
Ini ff baru
.. gak ada kaitannya dengan ff Kazuto dan Yoo Ra. Mungkin ceritanya agak susah
dipahami -__- .
Tapi author
udah berusaha keras memikirkan jalan ceritanya. Niatnya pengen buat ff horror. Tapi
jadinya malah ff kayak gini. Maaf ya kalau gak horror ceritanya, gak sesuai
dengan judulnya. Abisnya, kalau buat ff yang horror banget jadi merinding
sendiri nulisnya. Takut kepikiran terus -_-
Okee dibaca
aja yaaa….
*****
Menurutmu apakah ada yang
ingin berteman dengan yeoja yang bersifat dingin? Jangankan berteman, dekat
saja tidak mau. Benar kan?
Kim Ji Ah, yeoja dingin
itu dibenci hampir satu kelas bahkan hampir satu sekolah karena sifat dinginnya.
Teman teman sekelasnya memang membenci Ji Ah, tetapi kadang merasa takut juga
dengan Ji Ah karena setiap pagi pasti Ji Ah selalu tergores luka.
Tetapi, berbeda dengan
orang yang satu ini. Seminggu yang lalu, kelas Ji Ah kedatangan murid baru. Seorang
namja. Bernama Park Ji Kwang. Ia duduk tepat di belakang Ji Ah. Sejak hari
pertama ia masuk, ia menatap Ji Ah dengan kening berkerut seakan kenal dengan
Ji Ah. Dan selama seminggu itulah, ia berusaha mendekati Ji Ah walaupun sama
sekali tak di respon.
“Kau benar benar sudah
gila ya. Untuk apa mendekati yeoja dingin itu? Semua berusaha menjauhi dia, kau
malah berusaha mendekati dia. Pemikiran kita memang tidak sama.” Kevin, teman
dekat Ji Kwang berceloteh panjang lebar. Ia merasa tak habis pikir dengan
temannya yang satu ini.
“Dia mengingatkanku pada
seseorang” hanya itu jawaban yang dilontarkan Ji Kwang
“Seseorang? Nugu? Teman masa
kecilmu?” Kevin merasa penasaran
Ji Kwang mengangkat
bahunya,”Begitulah”
“Eyh.. ayolah cerita padaku” Kevin menyikut
lengan Ji Kwang
“Dwesseo.. lupakan saja” Ji Kwang
berjalan mendahului Kevin
“Yak.. tunggu aku!” Kevin
berlari mengejar Ji Kwang
*****
Ji Ah masuk kedalam rumah
kecil nya yang berantakan. Ia tergeletak di lantai karena terlalu kelelahan. Ia
sungguh tak mau sekolah, karena di sekolah ia pasti akan dimusuhi. Tetapi,
berada di rumah ini dalam waktu setengah hari saja sudah membuatnya tertekan,
apalagi selama satu hari penuh.
Ji Ah bangun dan berjalan
kearah jendela yang tirainy masih
tertutup. Ia membuka tirai itu sedikit, lalu mengintip kearah luar. Biasanya pasti
ada namja tinggi sudah berdiri di depan rumahnya sambil merokok. Tetapi,
sekarang namja itu tak ada. Ia merasa bersyukur.
Ji Ah mengembuskan nafasnya
lalu berjalan kearah kamarnya. Tanpa sengaja, kakinya menginjak sesuatu. Ia melihat
kebawah. Seketika, ia terdiam melihat foto keluarganya yang dibingkai. Ia berjongkok
dan mengambil bingkai foto itu. Tak perlu waktu lama, air matanya sudah menetes
dan jatuh tepat di wajah ibunya yang cantik.
”Eomma” suara Ji Ah
terdengar bergetar. Itu pertama kalinya ia mengeluarkan suara hari ini. Melihat
foto itu, masa lalu mulai berkelebat di kepalanya.
Flashback
Ji Ah bermain dengan adik
laki lakinya yang bernama Ji Min yang masih berumur 3 tahun. Ji Ah yang masih
berumur 8 tahun itu menggenggam tangan mungil adiknya. Saat ini mereka
sekeluarga sedang liburan ke sebuah taman yang indah. Ji Min melihat kearah
langit, lalu tiba tiba ia menoleh kearah kakaknya.
“Noona, langitnya indah ya”
Ji Min menunjuk kearah langit.
“Ne. memangnya kenapa?” Ji Ah
menatap kearah langit
“Aku ingin tinggal disana. Bersama
halmeoni” Ji Min menatap lekat lekat kearah kakaknya,”Halmeoni tenang kan
disana?”
Ji Ah yang tak mengerti hanya
bisa mengangguk. Lalu tiba tiba terdengar suara ibunya.
“Ji Ah-ya.. Ji Kwang eodisseo?”
Ibunya menyiapkan makan siang mereka
Ji Ah melihat ke sekitar
taman. Siang itu, taman itu cukup sepi. Dan pengunjung yang lain berada jauh
dari tempat mereka. Ia melihat anak kecil yang tampan sedang meminum minuman
yang baru dibelinya
“Chogi{Disana)” Ji Ah menunjuk
kearah toko minuman, tempat Jin Kwang berada
Ji Kwang adalah anak yatim
piatu. Keluarga Ji Ah membiarkan Ji Kwang tinggal di rumah mereka, mereka tidak
menjadikan Jin Kwang anak angkat. Orang tua dan adik Ji Ah sangat menyayangi Ji
Kwang. Ji Ah sangat dekat dengan Ji Kwang. Mereka sering pergi bersama. Ji Ah
adalah gadis kecil yang sangat ceria. Ji Kwang sangat nyaman dengan Ji Ah.
“Panggilkan dia. Kita akan
makan siang” ucap ibu Ji Ah
Ji Ah mengangguk lalu
berlari ke tempat Ji Kwang berada. Saat mereka hendak kembali, mereka mendapat
pemandangan yang sangat mengejutkan. Orang tua dan adiknya diikat dan dibawa ke
sebuah mobil. Mobil milik penculik itu.
“Eomma! Appa! Ji Min!: Ji Ah
berlari mengejar mobil penculik itu. Ji Kwang juga ikut berlari.
“Ahjumma! Ahjussi! Ji Min!
kajima!” teriak Ji Kwang sambil berlari kencang
Mereka terus berlari mencari
mobil penculik itu. Hingga pada akhirnya, di tempat yang agak sunyi dan tak
jauh dari taman tadi. Mobil itu berhenti. Ji Ah dan Ji Kwang juga berhenti
berlari. Ji Ah hendak kesana, tapi tangannya ditahan oleh Ji Kwang.
Ji Kwang menggeleng,”jangan
kesana” Ji Kwang menarik Ji Ah kebalik pohon besar lalu menguping pembicaraan
penculik itu. Tak lama kemudian, orang tua Ji Ah dibunuh menggunakan pisau dan
Ji Min dibunuh dengan cara dicekek lehernya. Ji Ah dan Ji Kwang melihat
kejadian itu dengan mata mereka sendiri.
“Rasakan itu! Itu akibat kalian
tak menuruti kata kataku!” ucap si penculik sambil tertawa jahat
Ji Kwang menutup mulut Ji Ah
dengan tangannya,”jangan berisik” ucap Ji Kwang
Setelah kejadian itu, Ji Ah
tingal bersama Ji Kwang sampai umur 10 tahun. Setelah itu, Ji Ah pergi mencari
kakeknya dan tinggal bersama kakeknya sampai ia tamat SMP. Kakeknya sudah
meninggal, jadi ia tinggal sendiri. Ia sekarang tinggal di rumah kakeknya. Ji Ah
menjadi anak yang pendiam setelah kejadian itu. Ia jadi suka menyendiri. Ji Ah
bahkan sudah lupa dengan Ji Kwang, yang ia ingat hanyalah bagaimana caranya
membalas dendam kepada si pembunuh. Ia mencari tahu keberadaan si pembunuh. Ketemu!.
Ia menemukan keberadaan si pembunuh, dan si oembunuh juga menemukan keberadaan
Ji Ah. Sejak kelas 1 SMA hingga sekarang, Ji Ah diteror oleh si pembunuh. Untungnya,
Ji Ah jago bela diri, ia sering melawan si pembunuh. Ya walaupun ia sering
kalah karena postur tubuhnya yang kecil.
Flashback
End
Ji Ah mengembuskan nafasnya
dengan lemah. Lalu tiba tiba ia teringat sesuatu
“Mengapa di ingatanku ada
seorang anak laki laki?” Ji Ah mengerutkan keningnya “Siapa anak laki laki
itu?” Ingatan Ji Ah tentang Ji Kwang belum kembali.
“Ah molla” Ji Ah meletakkan
foto itu diatas meja lalu pergi ke kamar.
TBC—

No comments:
Post a Comment