Wednesday, July 9, 2014

Tokyo Love Seoul Version 1-Chap 14








                               Chapter 14
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin
                    Yoona (SNSD)
Rating       : +18
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----

Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Chap 14 datang
Terlambat lagi dah :3
----****----

Tokyo,Jepang….

“Bagaimana perjalananmu?” Seorang wanita paruh baya melepas kaca mata hitamnya ketika ia sudah berada di dalam mobilnya.
“Lancar” Terdengar suara datar lelaki. Siapa lagi kalau bukan anak dari wanita paruh baya itu.
Lelaki itu memasang sitbel dan mulai menyalankan mesin mobil.
“Ibu akan ikut ke Korea nanti” wanita paruh baya itu berkata sambil menatap lurus ke jalanan
Lelaki yang duduk di balik kemudi itu mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya “Baiklah. Mau bertemu dengan Yoo Ra?”
“Ah iya. Ibu hampir lupa namanya” Ia mulai memasang sitbel “Kazuto, bagaimana gadis itu?”
“Ibu akan menilai sendiri saat bertemu dengannya” Kazuto menghentikan mobilnya saat lampu jalan berubah warna menjadi merah
Ibunya menatap kearah anaknya lalu memukul pundak anaknya “Auh.. mengapa kau jadi cuek begini sama ibu?”
Kazuto yang kaget akan pukulan tiba tiba itu hanya bisa menoleh kearah ibunya lalu mendengus “Dari dulu aku sudah begini”
“Apa kau tak kangen pada ibu?” Ibunya menatap anaknya dengan memasang wajah sedih
Kazuto yang melihat ekspresi konyol ibunya, dengan datar ia berkata “Tidak”
“KAZUTO” Ibunya kaget mendengar jawaban anaknya
Kazuto tertawa sambil menjalankan mobilnya lagi ketika lampu jalan sudah berwarna hijau. “Tentu saja kangen. Aku hanya bercanda tadi”

“Ibu kira kau sudah tidak sayang lagi sama ibu” Ibunya mengerucutkan bibirnya.
Kazuto tersenyum simpul “Jangan berpikiran macam macam. Ibu adalah orang yang paling aku sayang”
Ibunya tersenyum lebar, lalu bertanya dengan iseng “Lalu, Yoo Ra kau taruh dimana?”
“Em.. dia diurutan nomor 2”
“Ibu diurutan nomor 1?”
Kazuto mengangguk “Tentu saja”
“Ah.. anakku .. kau sungguh perhatian” Ibunya menatap Kazuto seolah seolah jatuh cinta pada anaknya -_-
“Tentu saja. Siapa dulu yang melahirkan aku …” Kazuto sedikit bercanda
Candaan Kazuto langsung dibalas oleh ibunya “Tentu saja aku!!” Ibunya menepuk nepuk  dadanya bangga telah melahirkan anak seperti Kazuto.
Kazuto terkekeh melihat ibunya. Ibunya dari dulu rak pernah berubah. Sifat dan sikapnya selalu begitu.
Itulah yang membuat Kazuto bersyukur bisa mempunyai ibu seunik ibunya.

30 menit kemudian—
“Ini rumah baru ibu?” Kazuto melihat rumah sederhana itu dengan serius “Mengapa ibu membeli rumah yang kecil? Apa ibu sudah bosan tinggal di rumah besar kita dulu?”
“Tentu saja. Rumah itu terlalu besar untuk ibu tinggali sendiri. Ayahmu sudah meninggal, kau tinggal di Seoul. Ibu sendirian tinggal di rumah besar itu. Makanya ibu membeli rumah yang kecil saja”
“Apa ibu tak ada pembantu?”
“Tak ada” Ibunya mendengar anaknya mendesah “Sudahlah. Ayo kita masuk”

----****----

Yoo Ra bolak balik melihat layar ponselnya. Karena tak kunjung ada panggilan dari Kazuto. Yoo Ra melempar ponselnya ke ranjangnya lalu keluar dari kamar.
“EOMMA!” Yoo Ra berteriak memanggil eommanya
Karena tak ada jawaban, Yoo Ra berteriak lagi “Eomma!”
“Wae?” Suara itu berasal dari belakang Yoo Ra
Yoo Ra terlonjak dan menoleh ke belakang “Eomma mengagetkanku”
Yoo Ra melihat eommanya menggenggam ponsel. Yoo Ra mengerutkan kening lalu bertanya “Apa tadi ada yang menelepon?”
Eommanya mengangguk sambil tersenyum senyum.
Yoo Ra semakin mengerutkan kening “Appa?” Tanya Yoo Ra lagi. Tetapi eommanya malah menggeleng
Yoo Ra semakin bingung “Lalu siapa?”
“Calon menantuku, Kazuto” Eommanya tersenyum lebar. Tapi senyumannya langsung pudar ketika melihat ekspresi Yoo Ra yang kaget dan bingung
“Waeyo?” Tanya eommanya penasaran.
“Kazuto menelepon eomma?”
Eommanya mengangguk “Wae?” tanyanya sekali lagi
“Ah. Aniya. Bukan apa apa” Yoo Ra kembali ke kamarnya.
Ia membanting tubuhnya ke atas ranjang “Aish.. nappeun namja”
Tiba tiba Yoo Ra teringat sesuatu “Ah iya. Tadi pagi aku kan bertengkar dengannya. Auh.. pabo.. bagaimana bisa aku lupa itu” Yoo Ra memukul mukul kepalanya.

----****----

Sama dengan Yoo Ra tadi, Kazuto juga bolak balik melihat layar ponselnya. Dengan posisi telentang, ia mengangkat ponselnya. Menunggu telepon dari Yoo Ra atau sedang bimbang.
Berbeda dari Yoo Ra, ia masih ingat dengan jelas bagaimana mereka bertengkar tadi. Yoo Ra salah paham tentang pertemuannya dengan Yoona tadi pagi. Ia bingung harus menelepon nya atau tidak.
Tiba tiba ponselnya bergetar di dalam genggamannya. Ia langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya, berharap itu dari YooRa. Tapi ternyata tidak. Dengan raut kecewa, ia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
“Oh ada apa Kris?”
“Kau sudah sampai hyung?” Suara bass milik Kris terdengar di seberang sana.
“Sudah. Tumben sekali kau menelepon. Ada apa?”
“Ini bukan keinginanku. Ini keinginan Sehun”
“Sehun?Dimana dia?”
“Di sebelahku” Kris menjawab datar, lalu terdengar suara Kris yang tampaknya berbicara kepada Sehun “Bicaralah dengan hyung”
Tiba tiba…….
“KAZUTO HYUNG!!”
Suara imut Sehun yang keras membuat Kazuto terlonjak dan spontan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“Sehun-ah, bicaranya pelan pelan saja”
“Keke.. Mian hyung. hyung sudah sampai?” Sehun menanyakan pertanyaan yang sama dengan Kris tadi -_-
“Sudah” dan Kazuto menjawab pertanyaan itu yang kedua kali
“Minggu depan hyung menikah dengan noona kan?”
“Mm.. Wae? Kau datang kan?”
“Kami semua akan datang hyung. tenang saja”
“Baiklah. Suho dimana?”
“Suho hyung sudah tidur”
“Jeongmal?Cepat sekali”
“Suho hyung kelelahan. Kasihan dia, jadi aku suruh tidur duluan hyung. keke..”
“Em… sehun-ah, diantara kalian ber-12, apakah ada yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra?”
“Noona? Em.. sepertinya Baekhyun hyung”
“Jinjja? Mereka dekat?”
“Ne. semenjak pesta malam tahun baru itu, mereka jadi dekat”
Mendengar jawaban Sehun, Kazuto langsung ingin menelepon Yoo Ra. Takut kalau Yoo Ra sedang asyik berbicara dengan Baekhyun lewat telepon.
“Sehun-ah, hyung tutup ya” Kazuto langsung mengakhiri pembicaraan.

“Waeyo? Mengapa tiba tiba ditutup?”
Sehun berbicara sendiri sambil melihat layar ponselnya.
“Wae? Mengapa menyebut namaku?” Baekhyun yang mendengar Sehun menyebut namanya, langsung bertanya
“Ani. Hyung, apa hyung memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona?” Tanya Sehun
“Ada . wae?”
“Aniya. Tadi Kazuto hyung menanyakan itu”
Baekhyun mengangguk ngangguk, namun tiba tiba ia menghentikan anggukannya lalu menatap Sehun dengan tampang cemas
“Jinjja?? Lalu apa kata Kazuto hyung?”
“Setelah Kazuto hyung mengetahui bahwa hyung yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona, ia langsung mengakhiri pembicaraan.
“Jinjja?? Ah.. Kazuto hyung pasti marah. Pasti Kazuto Hyung mengira kalau aku menggoda YooRa noona”
Sehun mengangkat bahu “Memang seperti itu kenyataannya” Sehun berjalan santai meninggalkan Baekhyun.
“Yak Sehun!! Aku tidak pernah menggoda Yoo Ra noona!!”
Sehun yang mendengar itu hanya mengangkat bahu dengan senyum jail.

----****----

Kazuto memakai mantel cokelatnya lalu keluar kamar
“Ibu, aku pergi dulu”
“Mau kemana?” suara ibunya terdengar dari arah dapur
“Teman temanku mengajak bertemu” Kazuto melirik jam tangannya “Aku pergi dulu”
“Hati hat..” belum selesai ibunya berbicara, suara pintu ditutup sudah terdengar.
Ibunya menggeleng gelengkan kepala lalu melanjutkan mengupas buah.

Kazuto membuka pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya. Ia mempercepat laju mobilnya. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di lokasi.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya Kazuto sampai di lokasi. Ia menuju ke basement dan memarkirkan mobilnya.
Sesuai apa yang dibilang temannya. Ia menuju ke lantai 5. Tempat ini bisa dibilang hotel. Tetapi da restoran besar di lantai 5

TING!
Bunyi lift terdengar. Kazuto keluar dari lift.
Tempat ini benar benar menakjubkan. Tepat didepan lift, pintu masuk restoran itu terbuka lebar.
Kazuto merasa disambut oleh restoran itu. Restoran itu benar benar besar. Selama 23 tahun Kazuto tinggal di Jepang, ia belum pernah kesini.
“Sudah 4 tahun aku meninggalkan Jepang dan tinggal di Korea. Jepang benar benar sudah berubah” pikir Kazuto
Kazuto melangkahkan kaki ke dalam restoran dan mulai mencari teman temannya. Ia masih ingat jelas wajah temannya.

----****----

SEOUL, KOREA SELATAN

Pria bermasker hitam dan berkacamata hitam keluar dari sebuah supermarket. Lalu ia melangkah menuju apartemen. Sepertinya, ia tinggal di apartemen itu.
Setelah masuk ke lobi apartemennya, ia membuka masker dan kacamatanya. Ia menekan tombol lift, tetapi liftnya tak kunjung terbuka. Tak mau menunggu, akhirnya ia memutuskan untuk naik lewat tangga saja.
Ia berhenti sejenak karena kelelahan. Sekarang ia sudah berada di lantai 5. Ia baru mau melanjutkan perjalanannya lagi ketika suara yang dikenalnya terdengar.
“Arra. Arraseo, aku akan datang pagi pagi besok”
Seseorang itu muncul dihadapan Kai. Yeoja itu sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Karena terlalu asik menelepon, ia sama sekali tak melihat Kai yang ada disana dan melewatinya begitu saja. Kini jarak yeoja itu dengan Kai hanya 3 anak tangga saja.
Yeoja itu terlalu asik menelepon sehingga saat naik tangga ia terjatuh dan badannya oleng kebelakang.
Tetapi yeoja itu tak merasa benturan yang kuat. Ia malah merasa seperti ada yang menahannya. Ia menoleh ke kiri lalu langsung terlonjak,.
“Kauuu?? Apa yang kau lakukan?” Eun Sun berusaha keras menahan agar wajahnya tidak merah karena malu
“Hanya menolongmu” jawab Kai acuh tak acuh “Lain kali hati hati” Kai melewati Eun Sun dan melanjutkan perjalanannya lagi.

Eun Sun berdiri terpaku melihat Kai dengan ekspresi bodohnya. Lalu melangkahkan kaki untuk naik ke lantai 6 sama dengan Kai.
Sesampai di lantai 6, ia langsung menuju kamar nomor 114. Sedangkan Kai masuk ke kamar nomor 113, tepat di sebelah kamar Eun Sun.

Eun Sun duduk di sofa empuknya sambil memikirkan Kai. Saat menolongnya tadi Kai tampak seperti malaikatbukan seperti setan yang biasanya ia pikirkan.
Tersadar dari lamunannya, Eun Sun menepuk nepuk pipinya “Auhh.. mengapa aku jadi memikirkan dia”

----****----

“Aku pulang” Kazuto membuka pintu rumah dan langsung tiduran di sofa panjang milik ibunya “Ahh..” desahnya
“Oh kau sudah pulang” ibunya keluar dari kamar sambil mengikat rambutnya “Bagaimana? Seru tidak?”
“Emm” kazuto hanya menggumam sambil mengangguk “Aku ke kamar dulu” Kazuto bangkit lalu masuk ke kamarnya.

Saat masuk ke kamarnya, ia melihat laptopnya di atas meja. Sudah lama ia tak memakai laptopnya, ia memutuskan untuk membuka google sebelum tidur. Ia melepas mantelnya dan duduk di depan meja lalu membuka laptopnya.

Ia mulai sibuk mencari kabar kabar terbaru dari artis kpop. Tiba tiba ada satu berita yang membuatnya penasaran. Ia membaca artikel itu dengan serius.
Dengan tergesa gesa, ia keluar kamar dan mencari ibunya “Ibu, kita pulang ke korea besok” setelah mengatakan itu Kazuto langsung masuk kamar dan mengemas barang barangnya.

-----****-----

Kazuto dan ibunya keluar dari bandara. Mereka sama sama memakai kacamata hitam. Karena kepulangannya yang mendadak, tidak ada yang tahu bahwa dia akan pulang hari ini, jadi tidak ada yang menjemput nya di bandara.

Kazuto menyetop taksi yang lewat dan menaruh tas nya dan koper ibunya di bagasi. Ia masuk ke taksi dan duduk di sebelah ibunya.
Ibunya menatap anaknya bingung. Ia masih bingung mengapa pulang tiba tiba seperti ini
“Mengapa tiba tiba nak?” Tanya ibunya dengan lembut
Kazuto menoleh “Ada urusan, bu” 
“Sekarang jam berapa? Jam tangan ibu ketinggalan di rumah” 
Kazuto melirik jam tangannya “Jam 12 siang” Kazuto mengambil ponselnya “Ah nanti malam aku ada urusan. Ibu di apartemenku baik baik ya. Jangan bongkar bongkar lemariku”
Ibunya mendengus “Baiklah baiklah”

-----****-----

Sesuai perkataannya tadi siang, mala mini ia benar benar pergi. Meninggalkan ibunya sendirian di apartemen. Ia menuju basement dan mulai mencari mobilnya. Ia lupa memarkirkannya dimana sebelum ia ke Jepang kemarin. 

Setelah menemukan mobilnya, ia langsung masuk mobil dan menuju ke sebuah apartemen yang tak jauh dari apartemennya.

Ia menuju ke basement apartemen itu, dan langsung berlari ke kearah lobi. Kebetulan sekali saat itu liftnya baru terbuka, ia berlari makin kencang kearah lift sebelum liftnya tertutup. Ia tepat waktu, ia sudah berada di lift sebelum lift nya tertutup.

TING!
Bunyi lift terdengar. Ia keluar dari lift setelah tahu bahwa ia sekarang sudah berada di lantai 6. Ia menuju kamar nomor 113. Yap! Ia sekarang lagi menuju ke kamar tempat EXO berada.

Ia membuka pintu kamar EXO. Tidak dikunci. Ia langsung masuk. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ada Yoo Ra di sana. Ia tampak sedang menenangkan Tao yang menangis.
“Yeudera” ucap Kazuto sambil mendekati kearah EXO. Semua menoleh, mereka terkejut melihat keberadaan Kazuto
“hyung..” ucap D.O tak percaya
“Kazuto..” Yoo Ra juga tak percaya melihat Kazuto disini.
“Apa maksudnya itu? Apa maksudnya Kris keluar dari EXO??” Kazuto mulai menanyakan tujuan ia kembali ke korea.
“Suho-ya, apa kau membela SM? Dan membiarkan Kris pergi begitu saja?” Kazuto kini beralih pada Suho
“Apa boleh buat hyung” Suho menjawab dengan suara pelan
“Mwo? Suho-ya, kau lihat Tao. Ia menangis karena tak rela Kris pergi. Semuanya juga menangis. Kenapa kau terlihat biasa saja?”
“hyungg…” baru saja Suho baru menjawab tiba tiba terdengar..
“PIKYEO!” seorang yeoja manis berdiri di hadapan Suho sambil berkacak pinggang “Mana Kris? Apa dia sudah pergi?”
Melihat kedatangan yeoja itu, suho langsung menunduk sambil mengangguk “Aku tak kenal EXO yang membernya 11. Aku hanya mengenal EXO dengan 12 member. Aroo?!” yeoja itu juga tampak sangat marah atas keluar nya Kris .

“Neo nappeun! Mengapa kau tak mencegah dia eoh?? Mengapa kau membiarkan dia pergi begitu saja?? Dia bahkan tidak pamit denganku.. neo nappeun suho-ya” yeoja itu memukul mukul dada Suho.

Suho menangkap tangan yeoja itu yang hendak memukulnya “Mian.” Suho menatap ke semuanya “MIanhae yeudera”
Suho berbalik dan menuju ke kamarnya.

“Hyung, walaupun suho hyung terlihat biasa saja, tapi ia juga merasa terpukul akan kepergian Kris. Ia juga sangat dekat dengan Kris. Ini bukan kesalahan Suho. Suho hyung juga tak ingin Kris hyung pergi, tapi dia bisa apa. Satu satunya cara adalah merelakannya. Itu yang dipikirkan Suho hyung. walaupun kami semua merasa Kris hyung egois dan tak mau kehilangan dia, tapi kami menghormati keputusannya hyung. Jika nanti, Kris hyung ingin kembali bersama kami. Kami tak akan ragu ragu untuk memberinya pintu masuk. Pintu masuk ini selalu terbuka untuknya hyung. disini tak ada yang salah hyung. jangan salahkan suho hyung lagi” Chen angkat bicara.

Chen jadi merasa sedih melihat sikap Suho tadi, jadi ia memutuskan untuk angkat bicara.
“Soo Mi-ah.. Han Soo Mi” D.O menyebut nama yeoja tadi. Yeoja tadi menoleh “Kau tenangkanlah suho hyung. bagaimanapun dia adalah pacarmu, kau harus menenangkannya”
Soo Mi mengangguk “Arraseo”

----****----

Kazuto berdiri dengan jas hitam yang rapi. Ia menunggu mempelai wanita memasuki ruangan.
Pintu gereja terbuka, Yoo Ra masuk dengan ayahnya sambil menggandeng lengan ayahnya. Yoo Ra tampak cantik dengan gaun putih.

Kazuto mengulurkan tangan setelah Yoo Ra sampai di hadapannya. Lalu mereka berdiri berdampingan di hadapan pendeta.

“Kang Seung Ho . bersediakah engkau mengasihi Lee Yoo Ra seumur hidup, dalam keadaan susah maupun senang?”
“Aku bersedia” jawab Kazuto
“Aku juga bersedia” Yoo Ra juga menjawab

Seketika, ruangan penuh dengan suara tepuk tangan. EXO yang kemarin lagi dilanda masalah, hari ini mereka terlihat bahagia. Yoona juga hadir dengan pacar barunya,Lee Seung Gi . Yoona juga tampak bahagia. Walaupun dia juga merasa sakit hati, tapi karena ia sudah memiliki Lee Seung Gi ia juga ikut bahagia.
Han Soo Mi juga hadir. Ia duduk tepat di sebelah Suho sambil menggandeng lengannya. Suho tersenyum melihat wajah Soo Mi yang bahagia.

Kang Eun Sun juga hadir. Ia duduk di tepat di sebelah Kai. Kai terlihat risih. Sedangkan Eun Sun dari tadi curi curi pandang kearah Kai.

Eomma Yoo Ra dan ibu Kazuto tersenyum bahagia melihat anak mereka menikah. Mereka duduk sebelah sebelahan.
“Terima kasih sudah mempercayai anakku untuk menjadi menantumu” ucap ibu Kazuto senang
“Terima kasih juga sudah melahirkan anak seperti Kazuto untuk Yoo Ra” mendengar perkataan eomma Yoora, mereka berdua tertawa.

----****----

Kini pengantin baru itu sudah berada di apartemen Kazuto. Yoo Ra keluar kamar dan sudah mengganti bajunya. Sekarang ia memakai piyama berwarna pink.

“Kazuto” ia duduk di sofa. Di sebelah suaminya “Ada yang ingin kutanyakan”
Kazuto menoleh menatao istrinya “Tanyakan saja”
“Mengapa saat nikah tadi, pendeta menyebut nama korea mu, bukannya harusnya menyebut nama jepangmu?”
“Kemarin ibuku bilang bahwa ayah aku adalah orang korea asli. Nama nya Kang In Ho.  Ia pindah ke Jepang karena harus mengelola perusahaannya. Dan tak lama kemudian, ayah ku bertemu dengan ibu ku. Ibu ku orang Jepang asli. Lalu mereka menikah. Awalnya, ayah ku ingin memberiku nama Korea. Tapi, karena ayah aku berpikir aku akan tinggal di Jepang selamanya. Jadi ia member ku nama Jepang. Namaku sebenarnya adalah Kang Seung Ho. Ayah ku meninggal saat aku berumur 1 tahun. Makanya itu, aku tidak tahu identitas ayahku. Sekarang kau sudah mengerti?”
Yoo Ra mengangguk ngangguk “Mengerti. Jadi margamu adalah Kang?’
Kazuto mengangguk “Sudahlah ayo kita tidur”

TBC—


Tuesday, June 3, 2014

TOKYO LOVE SEOUL VERSION 1 chap 13




                                                             Chapter 13
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin
                    Yoona (SNSD)
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy


----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Chap 13 datang
Maaf ya lama
Akhir akhir nae sibuk nonton drama .. keke :v

----****----


“Anyyeong Haseo kita bertemu lagi” sapa Jong Suk di depan Yoo Ra dan Kazuto.
Sedangkan Woo Bin hanya membungkukkan badannya di depan Yoo Ra.
“Ah ye, anyyeong” Yoo Ra membalas sapaan mereka dengan kikuk.
“Kajja, na baegopha” Woo Bin mendahului Jong Suk dan mulai memesan, Jong Suk pamit dan mengekor di belakang Woo Bin.

Jong Suk dan Woo Bin duduk di tempat yang tak jauh dari tempat Kazuto dan Yoo Ra
“Mengapa kau cuek sekali pada mereka?” Tanya Jong Suk, ia memakan ramennya dengan penuh semangat
“Karena aku tidak mau bertatap muka dengan orang yang sudah menyebut kita preman” Woo Bin menjawab dengan mulut yang penuh dengan ramen
Jong Suk berhenti makan dan meletakkan kedua sumpitnya diatas meja “Tak bisakah kau lupakan masalah itu? Dia juga sudah kau pukul kan, lupakan sajalah”
“Ne ne arra” Woo Bin mengalah dan meneruskan memakan ramen.


“Jam berapa besok kau berangkat ke bandara?” Tanya Yoo Ra
“Sekitar jam 8. Wae?” Kazuto memakan ramen nya lagi , Yoo Ra hanya menggelengkan kepalanya “Kau sendiri jam berapa besok pergi ke toko boneka?”
“Sekitar jam 10. Wae?” Yoo Ra menirukan gaya Kazuto. Kazuto tersedak lalu menatap calon isrinya dengan sengit
“Kau meniruku?”
“Kau benar benar pergi secepat itu?” Yoo Ra merasa aneh dengan Kazuto. Kazuto menatap Yoo Ra sebentar lalu mengangguk.
“Geunde Wae? Aku dengar pesawatmu berangkat pukul 11”
Untuk kedua kalinya, kazuto tersedak. “Uhukk.. bagaimana kau bisa tahu?”
“kenapa aku harus tidak tahu? Tentu saja aku harus tahu”  Yoo Ra mengangkat bahunya acuh tak acuh dan melanjutkan makannya. Tanpa sengaja, mata nya bertemu dengan mata Lee Jong Suk.

Namja itu juga sedang memperhatikannya. Yoo Ra menjadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya kearah mangkuk ramennya.

“Ada urusan besok yang mengharuskan aku pergi cepat” Suara Kazuto terdengar. Yoo Ra menatap Kazuto. Karena ia sedang salah tingkah, jadi ia hanya bisa mengangguk.

----****----


08.00 AM
“Kau dimana?” suara yeoja yang imut terdengar di seberang sana.
“Eo aku sebentar lagi akan siap. Tunggu aku. Aku tutup dulu eoh” Kazuto mengakhiri sambungannya dan memakai jaketnya dan kacamata hitam nya.
Ia melirik jam tangannya, lalu mematikan semua lampu dan menutup pintu apartemennya lalu menguncinya.
Ia membawa tas yang berisi bajunya lalu masuk kedalam lift. Ia mengambil ponselnya yang ia simpan di balik saku celananya, lalu menelepon seseorang
“Ini aku. Kau dimana?” Kazuto keluar dari lift dan melangkah keluar apartemen “Aku sudah keluar apartemen. Eo kau di restoran itu?..... geureu, tunggu aku”
 Kazuto menyimpan ponselnya di balik saku celananya.

15 menit kemudian—
Kazuto keluar dari taksi tepat di depan restoran yang ia dan seseorang janjikan di telepon tadi.
Ia memasuki restoran itu dan menatap sekeliling, ia mencari seseorang. Setelah memastikan bahwa itu adalah orang yang benar. Ia langsung melangkah kaki kearah meja disamping jendela tembus pandang.

“Menunggu lama?” Kazuto duduk di hadapan yeoja itu sambil memandang keluar jendela menatap jalanan yang masih sepi.
“Oppa.. apa kau benar benar akan ke jepang hari ini?”
“Aku disana hanya 2 hari” Kazuto menatap yeoja itu dengan malas ”Apa yang ingin kau bicarakan, Yoona?”
Kazuto mengaduk aduk cappuccino nya dengan tampang malas.
“Oppa….” Yoona memegang tangan kiri Kazuto. Kazuto kaget dan berusaha melepaskan genggaman itu.
“Sebentar saja oppa” ucap Yoona lirih.

Kazuto menghela nafas dengan berat “Cepat katakan apa yang ingin kau katakan, jangan mengulur waktu” Kazuto mulai risih berada di dekat Yoona
“Kau masih ingat kan apa yang kukatakan saat malam tahum baru?”
“Ne. wae? Kau ingin menagihnya?”
“Ne. oppa belummendapatkan calonnya kan? Jika belum, ayo kita menikah” Yoona berkata dengan keberanian yang ia punya.
“Siapa bilang aku belum mendapatkannya. Aku sudah dapat. Sudah ya, aku pergi dulu” Kazuto melepaskan genggamannya dan bangkit.
“Tunggu! Nugu? Nugu rang?” Yoona panik mendengar jawaban Kazuto.
“Kau sangat ingin tahu?”        Kazuto mengangkat alis kanannya sambil memiringkan kepalanya.
“Oppa jangan bercanda! Jawab aku!” Yoona berteriak keras.
“Jika kau ingin tahu datanglah minggu depan. Alamtnya akan ku-sms” Kazuto melihat Yoona yang tak bergeming “Aku pergi”
Ia baru hendak melangkahkan kakinya, tapi ia kembali menatap Yoona
“Ada yang ingin kusampaikan untukmu”
Yoona masih tak bergerak, tapi ia menjawab  dengan suara pelan “Mwo?”
Walaupun pelan, tetapi Kazuto bisa mendengarnya “Yoona yang kukenal adalah Yoona yang baik bukan Yoona yang genit seperti yang kukenal sekarang”
Setelah mengatakan itu, Kazuto benar benar melangkahkan kakinya, tetapi terhenti lagi karena mendengar suara Yoona.
Yang tadinya tak bergerak sama sekali, setelah mendengar kritikan pedas dari mulut Kazuto, Yoona mengangkat kepalanya.
 “Mworagu? Yak! Aku bukan yeoja genit, aro! Siapa kau seenaknya aja mengataiku yeoja genit. Micheo !!” Yoona bangkit dari duduknya dan menatap sengit Kazuto.
Kazuto malah mendegus melihat ekspresi Yoona “Seperti itulah Yoona yang kukenal” Kazuto tersenyum meremehkan lalu pergi dari restoran.

----****----


Yoo Ra asik berjalan dengan riang ke toko boneka. Ingin memberikan kado pernikahan untuk Soo Hwa dan oppa nya yang baru menikah.
“Ah.. mereka pasti sudah melakukannya. Aigoo” Yoo Ra mengembuskan nafasnya , ia memikirkan yang tidak tidak.
“Aishh.. yadong sekali aku” Yoo Ra memukul kepalanya lalu menoleh ke kiri.
Ke arah restoran.
Ia sangat ingin makan di restoran ini dengan Kazuto. Ia menatap ke sekeliling restoran itu dari luar. Tiba tiba pandangannya terhenti. Ia melihat seorang namja dan yeoja berpegangan tangan sambil membicarakan sesuatu. Ia terus memandangi mereka. Lebih tepatnya, ia menatap kearah namja. Ia benar benar mengenali namja itu. Namja yang selama ini memenuhi pikirannya. Namja yang selalu membuatnya berdebar debar jika berada di dekatnya.

KAZUTO. Namja itu Kazuto. Namja yang sedang ia lihat sekarang adalah Kazuto.
Yoo Ra menghembuskan nafasnya lalu tersenyum lemah “Mereka benar benar serasi”
“Nugu?”
Yoo Ra terkejut mendengar suara itu, ia berbalik. “Ah.. kau rupanya. Mengagetkan saja” Yoo Ra lega setelah tahu bahwa itu Lee Jong Suk.
Lee Jong Suk menggaruk telinganya sambil tersenyum bodoh “Siapa yang serasi?”
Jong Suk juga melihat kearah Kazuto “Eo, bukankah itu namja yang memukuli aku kan?” Jong Suk menatap Kazuto lekat lekat. Memastikan bahwa perkataanya benar.
“Majayo” Yoo Ra mengangguk sambil melangkahkan kakinya.
Jong Suk langsung mengikuti langkah Yoo Ra. “Dia siapamu? Oppa? Samchon? At…”
“Yak! Memangnya dia pantas disebut sebagai paman ku?? Dia bahkan belum berumur 30 tahun! Aishh”
 Yoo Ra memotong perkataan Jong suk dan marah marah karena Jong Suk mengatakan bahwa Kazuto adalah pamannya.
Jong Suk menggaruk telinganya “Aku kan hanya bertanya bukan mengatakan”
Yoo Ra menghembuskan nafasnya “Dia calon suamiku”
“Jinjjayo???” Jong Suk kaget mendengar “Jadi, kau akan segera menikah? Eonje?”
“Minggu depan”
“Wahh…  daebak…”
Jong Suk masih mengikuti langkah Yoo Ra “Kau mau kemana?” tanyanya
“Ke toko boneka” jawab Yoo Ra .

“ Yoo Ra ?” suara yang ia kenal terdengar. Ia menoleh. Dan benar. Kazuto ada di belakangnya.
“apa yang kau lakukan disini?” Kazuto  melihat kearah Jong Suk “Dengan namja ini?”
“Eo, aku mau ke toko boneka dan bertemu Jong Suk di jalan” jawab Yoo Ra ketus.
“Benarkah itu?” Kazuto memiringkan kepalanya kearah Yoo Ra
“Tentu. Kau juga baru saja menghabiskan waktu dengan Yoona kan?” Yoo Ra menatap sengit kearah Kazuto lalu menarik tangan Jong Suk “Kajja”

Jong Suk yang diseret oleh Yoo Ra menggumam “Auh. Kisah percintaan memang rumit”
“Diamlah” Yoo Ra mendorong pintu masuk toko boneka dan menghilang di balik toko.

Sedangkan itu. Kazuto terus menatap kearah toko boneka itu.


TBC—
Auh.. kisah percintaan memang rumit :v

Ditunggu aja ya chap selanjutnya ^^
Gomawooo :*                                           

Tokyo Love Seoul Version 1




                             Chapter 12

Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                     EXO (Luhan, Kris, Suho, Sehun, Chen,  Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol, Lay, Tao,                                               Xiumin)                                                 
                     Kang Eun Sun ( OC )
                     Lee Jong Suk
                      Kim Woo Bin
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Anyyeong yeorobunn!!!
Chap 12 datang ^^
Kagak lama kan?? Kan uda nae lagi free, jadi bisa nulis sepuasnya sampe tangan nae patah :O

Di chap ini ada 2 cowok ganteng yang bakal numpang lewat :v
Kalian tau gak? Kan uda nae tulis namanya tuhh :D
Pasti tau sama Kim Woo Bin kn? Yang main the heirs lhoo ;;)
Dan Lee Jong Suk tau gak? Yang main I Hear Your Voice lhoo ;;)
Dan mereka pernah main bersama di drama School 2013 J

Mau tau gak Jong Suk sama Woo Bin jadi apa di cerita ini?
Kalau begitu, silakan di baca chap 12 ^_^


----****----


“Eo.. Yoo Raa ..” Kazuto panik karena tiba tiba Yoo Ra datang sambil membanting pintu, Kazuto melirik kearah Eun Sun yang masih pingsan di tempat tidurnya, lalu menatap Yoo Ra lagi “Apa yang kau lakukan disini?”

Belum sempat Kazuto mendengar jawaban dari mulut Yoo Ra, Yoo Ra sudah berbalik dan berlari meninggalkan apartemen Kazuto.

“YOO RA!!” Kazuto spontan berteriak dan melirik Kai
Kai mengangguk “Kejarlah hyung, dan jelaskan semua”
Mendengar itu, Kazuto langsung berlari, tapi baru beberapa langkah tiba tiba….

“Hyung?”
Kazuto dengan berat hati berbalik “Mwo?”
“Mianhae” Ucap Kai sambil menundukkan kepalanya
“Aishh.. nanti saja kita bicarakan, khanda” Kazuto melanjutkan berlari keluar apartemennya dan mulai mencari Yoo Ra

Kazuto sudah berusaha mencari Yoo Ra , tapi tetap tidak ketemu. “Cepat sekali larinya”

 Kazuto kembali berlari hingga akhirnya ia hampir mencapai halte , Kazuto memegang kedua lututnya sambil terengah engah “Auhh.. ini sudah menguras tenaga ku terlalu banyak, aku akan istirahat sebentar di halte.. aigoo”

Kazuto melangkahkan kakinya kearah halte, tapi langkahnya langsung terhenti ketika ia melihat ada yeoja yang sedang menangis di sana. Tapi, yeoja itu dikelilingi 2 namja, Kazuto makin panik , ia langsung berlari kearah yeoja itu.


----****----


YOO RA POV—

Aku langsung berlari ketika melihat ada Eun Sun di kamar Kazuto, pikiranku langsung kacau. Aku langsung memikirkan yang tidak tidak. Aku terlalu takut apalagi setelah aku tahu bahwa Eun Sun menyukai Kazuto. Ia pasti akan melakukan apa saja demi mendapatkan Kazuto, termasuk hal itu.

Aku terlalu lelah ketika aku sampai di halte, aku langsung melangkah menuju tempat duduk dan langsung meletakkan pantat ku dengan keras.

Aku terus memikirkannya , pikiran itu tak hilang, aku terus memikirkannya sampai aku mengeluarkan air mata. Semakin aku memikirkannya semakin deras air mata aku. Tapi, aku benar benar tidak bisa melepaskan itu dari pikiranku. Aku benar benar kecewa pada Kazuto.

YOO RA POV END—

----****----


“Hiksss… hikss…”

2 namja yang sedang berjalan di dekat halte mendengar sura tangisan seseorang. Ah maksudnya, hanya satu namja dari 2 namja ini yang mendengarnya -_-

“Yak  Woo Bin , Kau mendengar suara tangisan?” Tanya Jong Suk kepada sahabatnya itu
Woo Bin diam dan mencoba mendengarkan suara tangisan.

“Hikss… hikss…”

“Aku mendengarnya, wae?”
Jong Suk menggaruk telinganya yang tak gatal “Aissshhh..” Ia merasa kesal dengan kepolosan dan sikap dingin dari Woo Bin, ia mulai mencari asal suara itu.

Tiba tiba,  matanya menangkap sosok yeoja yang sedang duduk di halte sambil menundukkan kepalanya, terlihat jelas bahwa yeoja itu sedang menangis.

Jong Suk memukul punggung Woo Bin dan berjalan kearah yeoja itu. Woo Bin melihat kearah yeoja itu juga dan mengikuti langkah Jong Suk.

Bahkan saat mereka sudah berada tepat didepan yeoja itu, yeoja itu masih menangis. Yeoja itu akhirnya mengangkat kepalanya, mungkin karena sudah melihat sepatu mereka.

Yeoja itu menatap mereka dengan mata yang masih berkaca kaca. “Mwo?” Tanya yeoja itu
“Kau pasti sedang patah hati,kan?” Woo Bin melangkah ke tempat duduk  dan duduk di samping kanan yeoja itu.
Jong Suk juga duduk di samping kiri yeoja itu “Kau kenapa?” Tanya Jong Suk hati hati
“Bukan urusanmu. Kalian siapa? Mau apa kalian?” Yeoja itu kelihatan panik.
 Woo Bin bangkit dari tempat duduknya dan menarik Jong Suk yang masih duduk “Kajja”
Jong Suk melepaskan cengkraman tangan Woo Bin “Chankamman” Jong Suk kembali duduk di samping yeoja itu.
Woo Bin menatap sengit kearah Jong Suk “Dasar tukang ikut campur” Ia melangkah ke sudut halte. Dan berdiri menunggu Jong Suk disana.

Jong Suk mendengarkan baik baik apa kata yeoja itu, akhirnya yeoja itu mau menceritakan apa yang terjadi kepada Jong Suk.

Tiba tiba….
Woo Bin melihat orang yang berlari kearah halte, Woo Bin mulai merasakan hal yang tidak enak
“Yak Jong Suk, kajja. Ppalli!” Woo Bin masih serius melihat seseorang itu
“Sebentar lagi” itulah jawaban Jong Suk, tak lama setelah itu punggung Jong Suk dipukul oleh orang yang Woo Bin lihat.

Woo Bin menggaruk tekuknya “Aish benarkan dugaanku. Mengapa dia bandel sekali auhh.” Woo Bin memperhatikan perkelahian diantara 2 namja itu. Jong Suk hanya memukul namja itu sekali, selebihnya ia hanya membiarkan badannya dipukul.

Woo Bin mendengar teriakan seorang yeoja, Woo Bin melirik yeoja tadi dan menarik yeoja itu ketempat nya “Kau tunggu disini, jika tak ingin melihat maka tak usah melihat. Jangan berteriak. Suaramu membuatku sakit kepala” Woo Bin mengacak rambut yeoja itu.

“YAKK SAEKKIA!!” Woo Bin berteriak kearah namja yang memukul Jong Suk, namja itu berhenti memukul dan melihat kearah Woo Bin yang mendatanginya.

“Mwo?” Namja itu bertanya santai “Auh tampang kalian benar benar seperti preman ya”

BUKK!!
“KAZUTOO!!” yeoja itu berteriak ketika melihat Kazuto dipukul.

“Woo Bin-a, keumanhe” Jong Suk mencoba menghalangi Woo Bin.
“Pikyeo, saekkia” Woo Bin mendorong badan Jong Suk.
“Kau bilang kami preman? Aigooo, kau lucu sekali. Yak!! Kami melihatnya menangis disini, dan dia mencoba membantu yeoja itu. Dan kau bilang kami preman dan memukul dia yang tak bersalah?” Woo Bin menunjuk Jong Suk.

Woo Bin membantu Jong Suk bangkit dan pergi duluan “Ppali” Jong Suk menghela nafasnya dan mengikuti Woo Bin .

“Jong Suk-a?”
Jong Suk berbalik kearah yeoja itu.
“Gomawo” yeoja itu tersenyum hangat kearah Jong Suk. Jong suk hanya menganggukan kepalanya dan melangkah lagi.

Setelah berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Woo Bin, Jong Suk bertanya “Mengapa kau memukulnya?”
“Aku tak suka dibilang preman”
Jong Suk menunduk ketika mendengar jawaban Woo Bin “Arraseo. Tapi, setidaknya kau tahan emosimu”
“Mwo? Aku sudah cukup sabar melihat kau dipukuli, dan kau menyuruhku untuk sabar lagi ketika dia menyebut kita preman??” Woo Bin melanjutkan melangkah, sedangkan Jong Suk terpaku mendengar kata kata Woo Bin.

“Woo Bin-a”
Woo Bin menghentikan langkahnya tetapi tidak berbalik.
“Gomawo”
Woo Bin melanjutkan langkahnya setelah mendengar perkataan Jong Suk.


----****----


“Apa mereka benar benar membantumu?” Kazuto memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan Woo Bin
Yoo Ra mengangguk dan pergi meninggalkan Kazuto.
“Yak mau kemana? Tunggu aku” Kazuto berlari mengejar Yoo Ra “Mengapa tadi kau berlari?”
“Untuk apa aku disana”
“Aigoo.. kau pasti memikirkan yang tidak tidak kan? Tenang saja, aku hanya melakukannya denganmu”

“Hyung” Suara yang tak asing bagi Kazuto. Dan benar, yang memanggilnya adalah Luhan
“Eo,  Luhan Kris” Kazuto melihat kearah Kris yang hanya diam saja “Kalian dari mana?”
“Supermarket hyung” jawab Luhan
“Ah, kalian mau pesta ramen ne?” tebak Kazuto
“Muka hyung kenapa?” Tanya Kris. Tapi masih dengan sikap dinginnya
“Ah hanya kecelakaan kecil. Tidak apa apa. Kami duluan ne” Kazuto menarik tangan Yoo Ra
“Hati hati hyung” teriak Luhan “Kajja kris”


----****----


SEMINGGU KEMUDIAN—
DI SEBUAH RUMAH MAKAN KECIL

“Ah aku lelah sekali” Yoo Ra merenggangkan otot ototnya
“Minggu depan giliran kita kan?” Tanya Kazuto
“Ah nee.. aigoo, minggu depan kita akan menikah. Aigoo, keunde, aku belum membeli kado untuk pengantin  baru kita”
“Nugu? Young hwa hyung dan So hwa noona?”
“Nee, besok aku akan membelinya”
“Besok? Besok aku akan pergi ke Jepang”
“Jinjjayo? Aigoo, ada kerjaan disana?”
“Aniya, aku ingin menjemput ibu ku. Mianhae besok tidak bisa menemanimu”
“Gwenchana, aku bisa pergi sendiri” Yoo Ra tersenyum manis dan mulai memakan ramennya.

KRIING—
Bunyi bel pintu tanda ada seseorang yang membuka pintu berbunyi.
Yoo Ra melihat kearah pintu dan tersedak begitu melihat 2 namja.
“Waeyo Yoo Ra-ya?” Kazuto berbalik dan melihat apa yang dilihat Yoo Ra “Aigoo, mengapa bisa aku bertemu mereka lagi?”

2 namja itu berjalan kearah meja dimana tempat Yoo Ra dan Kazuto berada, tapi menghentikan langkahnya begitu mereka di samping meja itu

“Anyyeong haseo, kita bertemu lagi”


TBC--

Tuesday, May 13, 2014

Tokyo Love Seoul Chap 11




                               Chapter 11

Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                     EXO (Luhan, Kris, Suho, Sehun, Chen,                                                                 
                   Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol,
                   Lay, Tao, Xiumin)
                     Kang Eun Sun ( OC )
                     Yoona SNSD (OC)
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !
LOHA LOHA , nae muncul lagi bawa chap 10  dari cerita TOKYO LOVE SEOUL

Chap 11 hadirr
Setelah stress dari ujian sekolah, ujian praktek, PRA UN, dan UN.. akhirnya author bisa nulis chap 11 dari Tokyo love seoul <3 *tepuk tangan dengan meriah*


Chap 11 !!
Silakan baca!! :*

----****----


Yoo Ra menggigit bibir bawahnya,sesekali ia berteriak frustasi. Mia memikirkan tentang pernikahannya dengan kazuto nanti. Ia benar benar tak menyangka appa dan eommanya akan memikirkan tentang pernikahannya secepat ini. Ia berteriak frustasi untuk kesekian kalinya sambil melempar bantal hello kittynya.

Di pikirannya sekarang hanya ada tentang pernikahannya nanti. Ia benar benar belum siap , ia belum siap menjadi seorang istri. Apalagi istri dari model terkenal. Ia akan dihajar habis habisan oleh fans fanatic Kazuto kalau mereka Yoo Ra istri Kazuto. Ia juga belum siap menjadi eomma .

“AHHHH EOTEOKKHAE!!!” Yoo Ra kembali berteriak
“YAKK!! Kazuto! Apa kau senng sekarang?! Huh?! Seenaknya saja menyetujui perkataan eomma appaku! Neo micheo eoo?!” Yoo Ra menunjuk boneka beruangnya dengan tatapan marah.

Saat itu wajah boneka beruangnya benar benar mirip dengan wajah Kazuto -_-
Itulah yang ada di pikirannya.


----****----


“Kau boleh istirahat sekarang” Manager Kazuto menepuk pundak Kazuto dengan sedikit keras lalu pergi meninggalkan Kazuto

“Auh salahku apa, mengapa dipukul?” Kazuto memegang pundaknya sambil menatap sengit punggung Managernya.
Ponselnya yang berada di saku celananya bergetar tanda ada yang menelepon. Kazuto mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di ponselnya. Nama “Kai” tertera disana

“Yeoboseyo?”
“Hyung, neo eodisseo?” Suara Kai terdengar panik
“Waeyo Kai? Kau panik sekali”
“Eun Sun-ssi pingsan di pangkuanku hyung” Suara Kai makin panik
“Jinjjayo?” Kazuto yang mendengarnya sama sekali tidak shock, karena ia tidak peduli dengan yeoja yang bernama Kang Eun Sun .
“Apa yang harus aku lakukan hyung?”
“Bawa saja ke dorm mu”
“Ah hyung, nanti hyungdeul akan menuduhku yang tidak tidak jika aku bawa kesana. Aku bawa ke apartemen hyung saja ya”
“MWO??!! AN…”

TUTT … telepon diakhiri oleh Kai

----****----

2 jam yang lalu….

Kai berjalan menyusuri gang kecil yang sepi dan gelap. Ia baru saja reunion dengan teman SMA-nya.
“Mengapa Suho hyung tidak mau menjemputku? AISHH!! Aku harus pulang naik apaa??!” Kai berdecak sebal.

“Kepalaku ahh.. kepalaku…”
“pusingg.. pusing sekali..”

“awww kepalaku….”


Suara itu berasal dari belakang Kai. Kai menoleh ke belakang dan….

                        
BRUKK!!


Cewek yang tadi mengerang kesakitan langsung jatuh ketika Kai menoleh kearahnya. Untungnya Kai bisa menangkap tubuh yeoja itu.

“Ah cobaan apa lagi ini?!” Kai memperhatikan dengan jelas wajah yeoja itu.

Ia merasa kenal dengan wajah itu, kai memperhatikan sekali lagi. Wajah Kai tiba tiba saja langsung sinis mengetahui kalau itu adalah Eun Sun -_-

Kai langsung mengambil ponselnya dan langsung menelepon Kazuto. Entah kenapa tangannya bergerak ke nama Kazuto dan langsung menekan tombol panggil.


----****----


Kazuto duduk di sebuah meja di apartemennya. ia menatap langit dari jendela besarnya yang terbuka. Pemandangan kota Seoul sangat indah dilihat dari tempat Kazuto sekarang.
Wajah Yoo Ra kembali terbayang di pikirannya. Ia tak menyangka bahwa orang tua Yoo Ra akan menikahkan nya dengan yeoja yang selama ini ia idam idamkan.

Kazuto memikirkan Yoo Ra terus dari pertama kali mereka bertemu di supermarket, hingga mereka mulai dekat, hingga mereka berpura pura pacaran, dan first kiss mereka di mobil dan sekarang, mereka akan menikah

Kazuto benar benar tak menyangka.
Kazuto sedang asyik memikirkan Yoo Ra sambil melihat pemandangan kota Seoul. Tiba tiba….


BRUKKK!!


Pintu apartemen Kazuto dibuka paksa oleh seseorang. Kazuto langsung mengalihkan pandangan kearah pintu. Tampak Kai sedang terengah engah. Di pungggungnya ada Eun Sun.

                                                 
“ Kau menggendongnya?” Kazuto bertanya dengan wajah tanpa ekspresi.
Kai hanya bisa mengangguk.
“Berjalan kaki? Letakkan saja dia di sofa itu” Kazuto menunjuk sofa panjang yang cantik.
Kai menurutinya.
“Ternyata kau benar benar membawanya kesini” Kazuto memberikan segelas air putih untuk Kai. Kai langsung meminumnya dalam satu teguk.
“Ah, aku tak tahu harus bawa dia kemana. Tidak mungkinkan aku meninggalkannya di pinggir jalan hyung. Aku bukan tipe namja yang seperti itu”
“Arra arra, kau tipe namja yang bertanggung jawab, bahkan bukan karena kesalahanmu pun kau akan bertanggung jawab”
“Jangan ungkit masa lalu hyung” Kai mulai teringat kejadian dia dengan mantan pacarnya dulu.


 Dulu, saat mereka masih berpacaran, pacar Kai dihamili oleh namja kurang ajar yang tak bertanggung jawab. Karena pada saat itu Kai yang menjadi pacarnya, jadi Kai rela menikahinya walaupun bukan dia yang menghamili yeojanya.


“Aku tidak membahas masa lalu, aku membahas masalah sekarang. Kutanya padamu, eun sun pingsan apa karena salahmu?”
“Ani” Kai menggeleng dengan wajah polos
“Lalu, kau tetap bertanggung jawab kan? Jadi, aku bukan membahas masa lalumu, Jong In” Kazuto menepuk nepuk kepala Kai lalu melirik Eun Sun yang terbaring di sofa.


“Kita apakan dis? Aku benar benar bodoh dalam hal merawat orang sakit” Kazutp menggaruk tengkuknya.
“Aku lebih buruk” Kai juga ikut menggaruk tengkuknya.
“Lalu apa yang harus kita lak……”


“KAZUTO………….”



TBC—

Gimana chap 11? ^_^
Semoga kalian menikmati J

Kai baik yaa…. Namja bertanggung jawab ^_^ jadi makin lope lope sama kkamjong :D tungggu chap 12 yaa…
Insyaallah gak lama J soalnya kan sekarang author lagi free J

Jangan lupa RCL ya readersku tercinta :*

*tebar kiss*

Pai pai :) 

TOKYO LOVE SEOUL-CHAP 10




Chapter 10

Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                     EXO (Luhan, Kris, Suho, Sehun, Chen, Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol,
                     Lay, Tao, Xiumin)
                     Kang Eun Sun ( OC)

                    
----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !
LOHA LOHA , nae muncul lagi bawa chap 10  dari cerita TOKYO LOVE SEOUL

Chap 10 datang donk ^^
Ada yang spesiall ni di chap 10

Pada penasaran kagak?

 Di chap 10 kayaknya kependekan dahhh,, kekeke... miann nee ^_^
Kalo penasaran, silakan dibaca

Siap siap sakit mata baca ff gaje ini.. !! Hati hati Typo ada di sekeliling cerita ini, waspada! Waspada lah !! :D
OKOK silakan dibaca chap 10 semoga suka, EXO SARANGHAJA ! Kekeke


----****----


“Kau bilang Kang Seung Ho?” Yoo Ri masih shock mendengar jawaban dari kakaknya
“Waeyoo? Mengapa wajah kalian seperti itu? Jelek sekali” Yoo Ra bergidik melihat wajah adik dan oppanya
“Eonnie hebat” Tiba tiba Yoo ri berteriak kerass
“ Biasa saja. Aku mau tidur” Yoo Ra pergi dari kamar Yoo Ri dan masuk kekamarnya


“Oppa waeyo? Oppa terlalu mengatur kami” Yoo Ri berkata sinis kepada oppanya
“Itu karena oppa sayang kalian”
“Geunde oppa, kami juga ingin merasakan ituu” Yoo Ri menautkan kedua jari telunjuknya
“Melakukan apa? Kisseu? Huh?”
“Anioo..”
“Yadong? Hah?” Young Hwa semakin panas
Mendengar itu, Yoo Ri langsung terkekeh bodoh
“ANDWAEE!!!” Young Hwa langsung berteriak kerass
“Arraseo, aku tidak akan melakukannya sebelum menikah” Yoo Ri masih terkekeh


----****----


“Kau mau makan apa? Akan ku traktir” Kazuto menggandeng tangan Yoo Ra masuk ke sebuah restoran
“Terserahmu” Yoo Ra berbicara singkat. Semenjak kejadian kemarin malam, Yoo Ra menjadi malu bertemu Kazuto.

Yoo Ra sempat mengutuk dirinya saat berpapasan dengan Kazuto tadi. Alhasil, disinilah ia berada bersama Kazuto.

Yoo Ra dan Kazuto duduk menunggu makanan yang mereka pesan.

“Soal kemarin mianhae” Kazuto teringat kejadian kemarin malam dan merasa bersalah
“Mwoeyo? Ah soal kisseu” Yoo Ra mengatakan itu dengan suara yang pelan
“Ne. mianhae” Kazuto menunduk
“Gwenchana” Yoo Ra berkata lirih
“Itu pertama bagimu?”
“Ne? Ah ne itu yang pertama” Yoo Ra tertawa  bodoh
“Nado. Aku juga yang pertama”

Yoo Ra teringat sesuatu yang dibicarakan eomma appanya. Ia melirik kazuto dan bertanya dengan hati hati

“Bisa aku meminta tolong?”
“Katakan saja”
“Besok ada acara di rumahku, Eomma appaku menyuruh ku untuk membawa pacar. Bisa kan kau …….”

Kata kata Yoo Ra terpotong karena seorang pelayan datang sambil membawa makanan mereka

“Lanjutkan saja” Kata Kazuto setelah pelayan tersebut pergi
“Bisa kan kau berpura pura menjadi pacarku?” Tanya Yoo Ra hati hati
“Bukankah kita memang sedang melakukannya?” Kazuto balik bertanya
“Yee? Ah ne aku lupa, aku kira itu sudah berakhir” Yoo Ra menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“Kapan acaranya? Hubungi aku jika acaranya akan dimulai. Memangnya acara apa?”
“Appa ku berulang tahun” Yoo Ra mengucapkan kalimat itu dengan mata yang berbinar binar
“Aku akan datang” ucap Kazuto sambil memakan steak yang ia pesan


----****----

Kai berjalan lunglai menuju lift. Ia ditinggal oleh member EXO lainnya di mobil karena ketiduran. Kai mengomel ngomel tak jelas selama berjalan menuju lift. Ia merasa kesal pada teman sepermainannya, terutama D.O. Ia benar benar akan marah besar ketika sudah sampai di dorm. Tapi, ia yakin pasti semuanya sudah tertidur atau bahkan ada yang berpura pura tidur seperti sehun dan baekyeol.

Kai berdiri di depan lift yang masih tertutup. Tiba tiba ia mendengar suara yang tak asing baginya. Kai menoleh ke asal suara

“Kita bertemu lagi” seseorang itu tersenyum evil
“Aku sedang tidak ingin berbicara padamu Eun Sun-ssi” Kai buru buru masuk ke lift agar tak makin emosi


Keesokan Harinya ---
“Kau sungguh tampan nak” Eomma Yoo Ra tak henti hentinya berbicara begitu ketika ia melihat Kazuto
“Yoo Ra tak salah pilih”
“Kapan kalian akan menikah?” Appa Yoo Ra bertanya serius
“Yeee?? Hal itu masih lama appa.  Nanti saja dibicarakan appa”

“Eomma harap kalian menikah setelah oppamu dengan Soo Hwa menikah” Eomma Yoo Ra melirik kearah anak pertamanya dan kekasih anaknya
“Mwoo?? Eomma itu terlalu cepat” Yoo Ra merengek di hadapan semuanya
“Apanya yang terlalu cepat? Umurmu sudah 25 tahun, sudah pantas untuk menikah. Menikah lah sebelum Kazuto direbut” Appa Yoo Ra berkata sedikit ketus

Yoo Ra melihat kearah Kazuto, Kazuto hanya bisa mengangkat bahunya acuh tak acuh

“Aku dengan Kazuto perlu bicara” Yoo Ra menarik tangan Kazuto keluar rumah
“Bagaimana ini? Aku tak mengira bahwa ini akan terjadi” Yoo Ra mondar mandir saking bingungnya

Sebenarnya Kazuto sangat senang mendengar perkataan eomma Yoo Ra tadi “Turuti saja”

“MWO??”

TBC—