Chapter 14
Author : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung
Ho / Kazuto / Model SM (OC)
Lee Yoo Ra (OC)
EXO
Lee Jong Suk
Kim Woo Bin
Yoona (SNSD)
Rating : +18
Genre :
Romance, Family, Comedy
----****----
Cerita ini
hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita
ini bisa jadi itu PLAGIAT .
Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata
kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah
kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !
Chap 14
datang
Terlambat
lagi dah :3
----****----
Tokyo,Jepang….
“Bagaimana
perjalananmu?” Seorang wanita paruh baya melepas kaca mata hitamnya ketika ia
sudah berada di dalam mobilnya.
“Lancar”
Terdengar suara datar lelaki. Siapa lagi kalau bukan anak dari wanita paruh
baya itu.
Lelaki itu
memasang sitbel dan mulai menyalankan mesin mobil.
“Ibu akan
ikut ke Korea nanti” wanita paruh baya itu berkata sambil menatap lurus ke
jalanan
Lelaki yang
duduk di balik kemudi itu mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya “Baiklah.
Mau bertemu dengan Yoo Ra?”
“Ah iya. Ibu
hampir lupa namanya” Ia mulai memasang sitbel “Kazuto, bagaimana gadis itu?”
“Ibu akan
menilai sendiri saat bertemu dengannya” Kazuto menghentikan mobilnya saat lampu
jalan berubah warna menjadi merah
Ibunya
menatap kearah anaknya lalu memukul pundak anaknya “Auh.. mengapa kau jadi cuek
begini sama ibu?”
Kazuto yang
kaget akan pukulan tiba tiba itu hanya bisa menoleh kearah ibunya lalu
mendengus “Dari dulu aku sudah begini”
“Apa kau tak
kangen pada ibu?” Ibunya menatap anaknya dengan memasang wajah sedih
Kazuto yang
melihat ekspresi konyol ibunya, dengan datar ia berkata “Tidak”
“KAZUTO”
Ibunya kaget mendengar jawaban anaknya
Kazuto
tertawa sambil menjalankan mobilnya lagi ketika lampu jalan sudah berwarna
hijau. “Tentu saja kangen. Aku hanya bercanda tadi”
“Ibu kira kau sudah tidak sayang lagi sama ibu” Ibunya mengerucutkan bibirnya.
Kazuto
tersenyum simpul “Jangan berpikiran macam macam. Ibu adalah orang yang paling
aku sayang”
Ibunya
tersenyum lebar, lalu bertanya dengan iseng “Lalu, Yoo Ra kau taruh dimana?”
“Em.. dia
diurutan nomor 2”
“Ibu
diurutan nomor 1?”
Kazuto
mengangguk “Tentu saja”
“Ah.. anakku
.. kau sungguh perhatian” Ibunya menatap Kazuto seolah seolah jatuh cinta pada
anaknya -_-
“Tentu saja.
Siapa dulu yang melahirkan aku …” Kazuto sedikit bercanda
Candaan
Kazuto langsung dibalas oleh ibunya “Tentu saja aku!!” Ibunya menepuk nepuk dadanya bangga telah melahirkan anak seperti
Kazuto.
Kazuto
terkekeh melihat ibunya. Ibunya dari dulu rak pernah berubah. Sifat dan
sikapnya selalu begitu.
Itulah yang
membuat Kazuto bersyukur bisa mempunyai ibu seunik ibunya.
30 menit
kemudian—
“Ini rumah
baru ibu?” Kazuto melihat rumah sederhana itu dengan serius “Mengapa ibu
membeli rumah yang kecil? Apa ibu sudah bosan tinggal di rumah besar kita
dulu?”
“Tentu saja.
Rumah itu terlalu besar untuk ibu tinggali sendiri. Ayahmu sudah meninggal, kau
tinggal di Seoul. Ibu sendirian tinggal di rumah besar itu. Makanya ibu membeli
rumah yang kecil saja”
“Apa ibu tak
ada pembantu?”
“Tak ada”
Ibunya mendengar anaknya mendesah “Sudahlah. Ayo kita masuk”
----****----
Yoo Ra bolak
balik melihat layar ponselnya. Karena tak kunjung ada panggilan dari Kazuto.
Yoo Ra melempar ponselnya ke ranjangnya lalu keluar dari kamar.
“EOMMA!” Yoo
Ra berteriak memanggil eommanya
Karena tak
ada jawaban, Yoo Ra berteriak lagi “Eomma!”
“Wae?” Suara
itu berasal dari belakang Yoo Ra
Yoo Ra
terlonjak dan menoleh ke belakang “Eomma mengagetkanku”
Yoo Ra
melihat eommanya menggenggam ponsel. Yoo Ra mengerutkan kening lalu bertanya
“Apa tadi ada yang menelepon?”
Eommanya
mengangguk sambil tersenyum senyum.
Yoo Ra
semakin mengerutkan kening “Appa?” Tanya Yoo Ra lagi. Tetapi eommanya malah
menggeleng
Yoo Ra
semakin bingung “Lalu siapa?”
“Calon
menantuku, Kazuto” Eommanya tersenyum lebar. Tapi senyumannya langsung pudar
ketika melihat ekspresi Yoo Ra yang kaget dan bingung
“Waeyo?”
Tanya eommanya penasaran.
“Kazuto
menelepon eomma?”
Eommanya
mengangguk “Wae?” tanyanya sekali lagi
“Ah. Aniya.
Bukan apa apa” Yoo Ra kembali ke kamarnya.
Ia
membanting tubuhnya ke atas ranjang “Aish.. nappeun namja”
Tiba tiba
Yoo Ra teringat sesuatu “Ah iya. Tadi pagi aku kan bertengkar dengannya. Auh..
pabo.. bagaimana bisa aku lupa itu” Yoo Ra memukul mukul kepalanya.
----****----
Sama dengan
Yoo Ra tadi, Kazuto juga bolak balik melihat layar ponselnya. Dengan posisi
telentang, ia mengangkat ponselnya. Menunggu telepon dari Yoo Ra atau sedang
bimbang.
Berbeda dari
Yoo Ra, ia masih ingat dengan jelas bagaimana mereka bertengkar tadi. Yoo Ra
salah paham tentang pertemuannya dengan Yoona tadi pagi. Ia bingung harus
menelepon nya atau tidak.
Tiba tiba
ponselnya bergetar di dalam genggamannya. Ia langsung melihat nama yang tertera
di layar ponselnya, berharap itu dari YooRa. Tapi ternyata tidak. Dengan raut
kecewa, ia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
“Oh ada apa
Kris?”
“Kau sudah
sampai hyung?” Suara bass milik Kris terdengar di seberang sana.
“Sudah.
Tumben sekali kau menelepon. Ada apa?”
“Ini bukan
keinginanku. Ini keinginan Sehun”
“Sehun?Dimana
dia?”
“Di
sebelahku” Kris menjawab datar, lalu terdengar suara Kris yang tampaknya
berbicara kepada Sehun “Bicaralah dengan hyung”
Tiba tiba…….
“KAZUTO
HYUNG!!”
Suara imut
Sehun yang keras membuat Kazuto terlonjak dan spontan menjauhkan ponselnya dari
telinganya.
“Sehun-ah,
bicaranya pelan pelan saja”
“Keke.. Mian
hyung. hyung sudah sampai?” Sehun menanyakan pertanyaan yang sama dengan Kris
tadi -_-
“Sudah” dan
Kazuto menjawab pertanyaan itu yang kedua kali
“Minggu
depan hyung menikah dengan noona kan?”
“Mm.. Wae?
Kau datang kan?”
“Kami semua akan datang hyung. tenang saja”
“Kami semua akan datang hyung. tenang saja”
“Baiklah.
Suho dimana?”
“Suho hyung sudah tidur”
“Suho hyung sudah tidur”
“Jeongmal?Cepat
sekali”
“Suho hyung kelelahan. Kasihan dia, jadi aku suruh tidur duluan hyung. keke..”
“Suho hyung kelelahan. Kasihan dia, jadi aku suruh tidur duluan hyung. keke..”
“Em…
sehun-ah, diantara kalian ber-12, apakah ada yang memiliki nomor ponsel Yoo
Ra?”
“Noona? Em..
sepertinya Baekhyun hyung”
“Jinjja?
Mereka dekat?”
“Ne. semenjak pesta malam tahun baru itu, mereka jadi dekat”
“Ne. semenjak pesta malam tahun baru itu, mereka jadi dekat”
Mendengar
jawaban Sehun, Kazuto langsung ingin menelepon Yoo Ra. Takut kalau Yoo Ra
sedang asyik berbicara dengan Baekhyun lewat telepon.
“Sehun-ah,
hyung tutup ya” Kazuto langsung mengakhiri pembicaraan.
“Waeyo?
Mengapa tiba tiba ditutup?”
Sehun
berbicara sendiri sambil melihat layar ponselnya.
“Wae?
Mengapa menyebut namaku?” Baekhyun yang mendengar Sehun menyebut namanya,
langsung bertanya
“Ani. Hyung,
apa hyung memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona?” Tanya Sehun
“Ada . wae?”
“Aniya. Tadi
Kazuto hyung menanyakan itu”
Baekhyun
mengangguk ngangguk, namun tiba tiba ia menghentikan anggukannya lalu menatap
Sehun dengan tampang cemas
“Jinjja??
Lalu apa kata Kazuto hyung?”
“Setelah
Kazuto hyung mengetahui bahwa hyung yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona, ia
langsung mengakhiri pembicaraan.
“Jinjja??
Ah.. Kazuto hyung pasti marah. Pasti Kazuto Hyung mengira kalau aku menggoda
YooRa noona”
Sehun
mengangkat bahu “Memang seperti itu kenyataannya” Sehun berjalan santai
meninggalkan Baekhyun.
“Yak Sehun!!
Aku tidak pernah menggoda Yoo Ra noona!!”
Sehun yang
mendengar itu hanya mengangkat bahu dengan senyum jail.
----****----
Kazuto
memakai mantel cokelatnya lalu keluar kamar
“Ibu, aku
pergi dulu”
“Mau kemana?” suara ibunya terdengar dari arah dapur
“Mau kemana?” suara ibunya terdengar dari arah dapur
“Teman
temanku mengajak bertemu” Kazuto melirik jam tangannya “Aku pergi dulu”
“Hati hat..” belum selesai ibunya berbicara, suara pintu ditutup sudah terdengar.
“Hati hat..” belum selesai ibunya berbicara, suara pintu ditutup sudah terdengar.
Ibunya
menggeleng gelengkan kepala lalu melanjutkan mengupas buah.
Kazuto
membuka pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya. Ia mempercepat laju
mobilnya. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di lokasi.
Setelah 15
menit berlalu, akhirnya Kazuto sampai di lokasi. Ia menuju ke basement dan
memarkirkan mobilnya.
Sesuai apa
yang dibilang temannya. Ia menuju ke lantai 5. Tempat ini bisa dibilang hotel.
Tetapi da restoran besar di lantai 5
TING!
Bunyi lift
terdengar. Kazuto keluar dari lift.
Tempat ini
benar benar menakjubkan. Tepat didepan lift, pintu masuk restoran itu terbuka
lebar.
Kazuto
merasa disambut oleh restoran itu. Restoran itu benar benar besar. Selama 23
tahun Kazuto tinggal di Jepang, ia belum pernah kesini.
“Sudah 4
tahun aku meninggalkan Jepang dan tinggal di Korea. Jepang benar benar sudah
berubah” pikir Kazuto
Kazuto
melangkahkan kaki ke dalam restoran dan mulai mencari teman temannya. Ia masih
ingat jelas wajah temannya.
----****----
SEOUL, KOREA
SELATAN
Pria
bermasker hitam dan berkacamata hitam keluar dari sebuah supermarket. Lalu ia
melangkah menuju apartemen. Sepertinya, ia tinggal di apartemen itu.
Setelah
masuk ke lobi apartemennya, ia membuka masker dan kacamatanya. Ia menekan
tombol lift, tetapi liftnya tak kunjung terbuka. Tak mau menunggu, akhirnya ia
memutuskan untuk naik lewat tangga saja.
Ia berhenti
sejenak karena kelelahan. Sekarang ia sudah berada di lantai 5. Ia baru mau
melanjutkan perjalanannya lagi ketika suara yang dikenalnya terdengar.
“Arra.
Arraseo, aku akan datang pagi pagi besok”
Seseorang
itu muncul dihadapan Kai. Yeoja itu sedang berbicara dengan seseorang melalui
telepon. Karena terlalu asik menelepon, ia sama sekali tak melihat Kai yang ada
disana dan melewatinya begitu saja. Kini jarak yeoja itu dengan Kai hanya 3
anak tangga saja.
Yeoja itu
terlalu asik menelepon sehingga saat naik tangga ia terjatuh dan badannya oleng
kebelakang.
Tetapi yeoja
itu tak merasa benturan yang kuat. Ia malah merasa seperti ada yang menahannya.
Ia menoleh ke kiri lalu langsung terlonjak,.
“Kauuu?? Apa
yang kau lakukan?” Eun Sun berusaha keras menahan agar wajahnya tidak merah
karena malu
“Hanya
menolongmu” jawab Kai acuh tak acuh “Lain kali hati hati” Kai melewati Eun Sun
dan melanjutkan perjalanannya lagi.
Eun Sun
berdiri terpaku melihat Kai dengan ekspresi bodohnya. Lalu melangkahkan kaki
untuk naik ke lantai 6 sama dengan Kai.
Sesampai di
lantai 6, ia langsung menuju kamar nomor 114. Sedangkan Kai masuk ke kamar
nomor 113, tepat di sebelah kamar Eun Sun.
Eun Sun
duduk di sofa empuknya sambil memikirkan Kai. Saat menolongnya tadi Kai tampak
seperti malaikatbukan seperti setan yang biasanya ia pikirkan.
Tersadar
dari lamunannya, Eun Sun menepuk nepuk pipinya “Auhh.. mengapa aku jadi
memikirkan dia”
----****----
“Aku pulang”
Kazuto membuka pintu rumah dan langsung tiduran di sofa panjang milik ibunya
“Ahh..” desahnya
“Oh kau
sudah pulang” ibunya keluar dari kamar sambil mengikat rambutnya “Bagaimana?
Seru tidak?”
“Emm” kazuto
hanya menggumam sambil mengangguk “Aku ke kamar dulu” Kazuto bangkit lalu masuk
ke kamarnya.
Saat masuk
ke kamarnya, ia melihat laptopnya di atas meja. Sudah lama ia tak memakai
laptopnya, ia memutuskan untuk membuka google sebelum tidur. Ia melepas
mantelnya dan duduk di depan meja lalu membuka laptopnya.
Ia mulai
sibuk mencari kabar kabar terbaru dari artis kpop. Tiba tiba ada satu berita
yang membuatnya penasaran. Ia membaca artikel itu dengan serius.
Dengan
tergesa gesa, ia keluar kamar dan mencari ibunya “Ibu, kita pulang ke korea
besok” setelah mengatakan itu Kazuto langsung masuk kamar dan mengemas barang barangnya.
-----****-----
Kazuto dan
ibunya keluar dari bandara. Mereka sama sama memakai kacamata hitam. Karena
kepulangannya yang mendadak, tidak ada yang tahu bahwa dia akan pulang hari
ini, jadi tidak ada yang menjemput nya di bandara.
Kazuto
menyetop taksi yang lewat dan menaruh tas nya dan koper ibunya di bagasi. Ia
masuk ke taksi dan duduk di sebelah ibunya.
Ibunya
menatap anaknya bingung. Ia masih bingung mengapa pulang tiba tiba seperti ini
“Mengapa
tiba tiba nak?” Tanya ibunya dengan lembut
Kazuto
menoleh “Ada urusan, bu”
“Sekarang
jam berapa? Jam tangan ibu ketinggalan di rumah”
Kazuto
melirik jam tangannya “Jam 12 siang” Kazuto mengambil ponselnya “Ah nanti malam
aku ada urusan. Ibu di apartemenku baik baik ya. Jangan bongkar bongkar lemariku”
Ibunya
mendengus “Baiklah baiklah”
-----****-----
Sesuai
perkataannya tadi siang, mala mini ia benar benar pergi. Meninggalkan ibunya
sendirian di apartemen. Ia menuju basement dan mulai mencari mobilnya. Ia lupa
memarkirkannya dimana sebelum ia ke Jepang kemarin.
Setelah
menemukan mobilnya, ia langsung masuk mobil dan menuju ke sebuah apartemen yang
tak jauh dari apartemennya.
Ia menuju ke
basement apartemen itu, dan langsung berlari ke kearah lobi. Kebetulan sekali
saat itu liftnya baru terbuka, ia berlari makin kencang kearah lift sebelum
liftnya tertutup. Ia tepat waktu, ia sudah berada di lift sebelum lift nya
tertutup.
TING!
Bunyi lift
terdengar. Ia keluar dari lift setelah tahu bahwa ia sekarang sudah berada di
lantai 6. Ia menuju kamar nomor 113. Yap! Ia sekarang lagi menuju ke kamar
tempat EXO berada.
Ia membuka
pintu kamar EXO. Tidak dikunci. Ia langsung masuk. Betapa terkejutnya ia saat
mengetahui bahwa ada Yoo Ra di sana. Ia tampak sedang menenangkan Tao yang
menangis.
“Yeudera”
ucap Kazuto sambil mendekati kearah EXO. Semua menoleh, mereka terkejut melihat
keberadaan Kazuto
“hyung..”
ucap D.O tak percaya
“Kazuto..”
Yoo Ra juga tak percaya melihat Kazuto disini.
“Apa
maksudnya itu? Apa maksudnya Kris keluar dari EXO??” Kazuto mulai menanyakan
tujuan ia kembali ke korea.
“Suho-ya,
apa kau membela SM? Dan membiarkan Kris pergi begitu saja?” Kazuto kini beralih
pada Suho
“Apa boleh
buat hyung” Suho menjawab dengan suara pelan
“Mwo?
Suho-ya, kau lihat Tao. Ia menangis karena tak rela Kris pergi. Semuanya juga
menangis. Kenapa kau terlihat biasa saja?”
“hyungg…”
baru saja Suho baru menjawab tiba tiba terdengar..
“
“PIKYEO!”
seorang yeoja manis berdiri di hadapan Suho sambil berkacak pinggang “Mana
Kris? Apa dia sudah pergi?”
Melihat kedatangan
yeoja itu, suho langsung menunduk sambil mengangguk “Aku tak kenal EXO yang
membernya 11. Aku hanya mengenal EXO dengan 12 member. Aroo?!” yeoja itu juga
tampak sangat marah atas keluar nya Kris .
“Neo
nappeun! Mengapa kau tak mencegah dia eoh?? Mengapa kau membiarkan dia pergi
begitu saja?? Dia bahkan tidak pamit denganku.. neo nappeun suho-ya” yeoja itu
memukul mukul dada Suho.
Suho
menangkap tangan yeoja itu yang hendak memukulnya “Mian.” Suho menatap ke
semuanya “MIanhae yeudera”
Suho berbalik
dan menuju ke kamarnya.
“Hyung,
walaupun suho hyung terlihat biasa saja, tapi ia juga merasa terpukul akan
kepergian Kris. Ia juga sangat dekat dengan Kris. Ini bukan kesalahan Suho.
Suho hyung juga tak ingin Kris hyung pergi, tapi dia bisa apa. Satu satunya
cara adalah merelakannya. Itu yang dipikirkan Suho hyung. walaupun kami semua
merasa Kris hyung egois dan tak mau kehilangan dia, tapi kami menghormati
keputusannya hyung. Jika nanti, Kris hyung ingin kembali bersama kami. Kami tak
akan ragu ragu untuk memberinya pintu masuk. Pintu masuk ini selalu terbuka
untuknya hyung. disini tak ada yang salah hyung. jangan salahkan suho hyung
lagi” Chen angkat bicara.
Chen jadi
merasa sedih melihat sikap Suho tadi, jadi ia memutuskan untuk angkat bicara.
“Soo Mi-ah..
Han Soo Mi” D.O menyebut nama yeoja tadi. Yeoja tadi menoleh “Kau tenangkanlah
suho hyung. bagaimanapun dia adalah pacarmu, kau harus menenangkannya”
Soo Mi
mengangguk “Arraseo”
----****----
Kazuto
berdiri dengan jas hitam yang rapi. Ia menunggu mempelai wanita memasuki
ruangan.
Pintu gereja
terbuka, Yoo Ra masuk dengan ayahnya sambil menggandeng lengan ayahnya. Yoo Ra
tampak cantik dengan gaun putih.
Kazuto
mengulurkan tangan setelah Yoo Ra sampai di hadapannya. Lalu mereka berdiri
berdampingan di hadapan pendeta.
“Kang Seung
Ho . bersediakah engkau mengasihi Lee Yoo Ra seumur hidup, dalam keadaan susah
maupun senang?”
“Aku
bersedia” jawab Kazuto
“Aku juga
bersedia” Yoo Ra juga menjawab
Seketika,
ruangan penuh dengan suara tepuk tangan. EXO yang kemarin lagi dilanda masalah,
hari ini mereka terlihat bahagia. Yoona juga hadir dengan pacar barunya,Lee
Seung Gi . Yoona juga tampak bahagia. Walaupun dia juga merasa sakit hati, tapi
karena ia sudah memiliki Lee Seung Gi ia juga ikut bahagia.
Han Soo Mi
juga hadir. Ia duduk tepat di sebelah Suho sambil menggandeng lengannya. Suho
tersenyum melihat wajah Soo Mi yang bahagia.
Kang Eun Sun
juga hadir. Ia duduk di tepat di sebelah Kai. Kai terlihat risih. Sedangkan Eun
Sun dari tadi curi curi pandang kearah Kai.
Eomma Yoo Ra
dan ibu Kazuto tersenyum bahagia melihat anak mereka menikah. Mereka duduk
sebelah sebelahan.
“Terima
kasih sudah mempercayai anakku untuk menjadi menantumu” ucap ibu Kazuto senang
“Terima
kasih juga sudah melahirkan anak seperti Kazuto untuk Yoo Ra” mendengar
perkataan eomma Yoora, mereka berdua tertawa.
----****----
Kini
pengantin baru itu sudah berada di apartemen Kazuto. Yoo Ra keluar kamar dan
sudah mengganti bajunya. Sekarang ia memakai piyama berwarna pink.
“Kazuto” ia
duduk di sofa. Di sebelah suaminya “Ada yang ingin kutanyakan”
Kazuto
menoleh menatao istrinya “Tanyakan saja”
“Mengapa
saat nikah tadi, pendeta menyebut nama korea mu, bukannya harusnya menyebut
nama jepangmu?”
“Kemarin
ibuku bilang bahwa ayah aku adalah orang korea asli. Nama nya Kang In Ho. Ia pindah ke Jepang karena harus mengelola
perusahaannya. Dan tak lama kemudian, ayah ku bertemu dengan ibu ku. Ibu ku
orang Jepang asli. Lalu mereka menikah. Awalnya, ayah ku ingin memberiku nama
Korea. Tapi, karena ayah aku berpikir aku akan tinggal di Jepang selamanya.
Jadi ia member ku nama Jepang. Namaku sebenarnya adalah Kang Seung Ho. Ayah ku
meninggal saat aku berumur 1 tahun. Makanya itu, aku tidak tahu identitas
ayahku. Sekarang kau sudah mengerti?”
Yoo Ra
mengangguk ngangguk “Mengerti. Jadi margamu adalah Kang?’
Kazuto
mengangguk “Sudahlah ayo kita tidur”
TBC—

No comments:
Post a Comment