Wednesday, July 9, 2014

Tokyo Love Seoul Version 1-Chap 14








                               Chapter 14
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin
                    Yoona (SNSD)
Rating       : +18
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----

Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Chap 14 datang
Terlambat lagi dah :3
----****----

Tokyo,Jepang….

“Bagaimana perjalananmu?” Seorang wanita paruh baya melepas kaca mata hitamnya ketika ia sudah berada di dalam mobilnya.
“Lancar” Terdengar suara datar lelaki. Siapa lagi kalau bukan anak dari wanita paruh baya itu.
Lelaki itu memasang sitbel dan mulai menyalankan mesin mobil.
“Ibu akan ikut ke Korea nanti” wanita paruh baya itu berkata sambil menatap lurus ke jalanan
Lelaki yang duduk di balik kemudi itu mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya “Baiklah. Mau bertemu dengan Yoo Ra?”
“Ah iya. Ibu hampir lupa namanya” Ia mulai memasang sitbel “Kazuto, bagaimana gadis itu?”
“Ibu akan menilai sendiri saat bertemu dengannya” Kazuto menghentikan mobilnya saat lampu jalan berubah warna menjadi merah
Ibunya menatap kearah anaknya lalu memukul pundak anaknya “Auh.. mengapa kau jadi cuek begini sama ibu?”
Kazuto yang kaget akan pukulan tiba tiba itu hanya bisa menoleh kearah ibunya lalu mendengus “Dari dulu aku sudah begini”
“Apa kau tak kangen pada ibu?” Ibunya menatap anaknya dengan memasang wajah sedih
Kazuto yang melihat ekspresi konyol ibunya, dengan datar ia berkata “Tidak”
“KAZUTO” Ibunya kaget mendengar jawaban anaknya
Kazuto tertawa sambil menjalankan mobilnya lagi ketika lampu jalan sudah berwarna hijau. “Tentu saja kangen. Aku hanya bercanda tadi”

“Ibu kira kau sudah tidak sayang lagi sama ibu” Ibunya mengerucutkan bibirnya.
Kazuto tersenyum simpul “Jangan berpikiran macam macam. Ibu adalah orang yang paling aku sayang”
Ibunya tersenyum lebar, lalu bertanya dengan iseng “Lalu, Yoo Ra kau taruh dimana?”
“Em.. dia diurutan nomor 2”
“Ibu diurutan nomor 1?”
Kazuto mengangguk “Tentu saja”
“Ah.. anakku .. kau sungguh perhatian” Ibunya menatap Kazuto seolah seolah jatuh cinta pada anaknya -_-
“Tentu saja. Siapa dulu yang melahirkan aku …” Kazuto sedikit bercanda
Candaan Kazuto langsung dibalas oleh ibunya “Tentu saja aku!!” Ibunya menepuk nepuk  dadanya bangga telah melahirkan anak seperti Kazuto.
Kazuto terkekeh melihat ibunya. Ibunya dari dulu rak pernah berubah. Sifat dan sikapnya selalu begitu.
Itulah yang membuat Kazuto bersyukur bisa mempunyai ibu seunik ibunya.

30 menit kemudian—
“Ini rumah baru ibu?” Kazuto melihat rumah sederhana itu dengan serius “Mengapa ibu membeli rumah yang kecil? Apa ibu sudah bosan tinggal di rumah besar kita dulu?”
“Tentu saja. Rumah itu terlalu besar untuk ibu tinggali sendiri. Ayahmu sudah meninggal, kau tinggal di Seoul. Ibu sendirian tinggal di rumah besar itu. Makanya ibu membeli rumah yang kecil saja”
“Apa ibu tak ada pembantu?”
“Tak ada” Ibunya mendengar anaknya mendesah “Sudahlah. Ayo kita masuk”

----****----

Yoo Ra bolak balik melihat layar ponselnya. Karena tak kunjung ada panggilan dari Kazuto. Yoo Ra melempar ponselnya ke ranjangnya lalu keluar dari kamar.
“EOMMA!” Yoo Ra berteriak memanggil eommanya
Karena tak ada jawaban, Yoo Ra berteriak lagi “Eomma!”
“Wae?” Suara itu berasal dari belakang Yoo Ra
Yoo Ra terlonjak dan menoleh ke belakang “Eomma mengagetkanku”
Yoo Ra melihat eommanya menggenggam ponsel. Yoo Ra mengerutkan kening lalu bertanya “Apa tadi ada yang menelepon?”
Eommanya mengangguk sambil tersenyum senyum.
Yoo Ra semakin mengerutkan kening “Appa?” Tanya Yoo Ra lagi. Tetapi eommanya malah menggeleng
Yoo Ra semakin bingung “Lalu siapa?”
“Calon menantuku, Kazuto” Eommanya tersenyum lebar. Tapi senyumannya langsung pudar ketika melihat ekspresi Yoo Ra yang kaget dan bingung
“Waeyo?” Tanya eommanya penasaran.
“Kazuto menelepon eomma?”
Eommanya mengangguk “Wae?” tanyanya sekali lagi
“Ah. Aniya. Bukan apa apa” Yoo Ra kembali ke kamarnya.
Ia membanting tubuhnya ke atas ranjang “Aish.. nappeun namja”
Tiba tiba Yoo Ra teringat sesuatu “Ah iya. Tadi pagi aku kan bertengkar dengannya. Auh.. pabo.. bagaimana bisa aku lupa itu” Yoo Ra memukul mukul kepalanya.

----****----

Sama dengan Yoo Ra tadi, Kazuto juga bolak balik melihat layar ponselnya. Dengan posisi telentang, ia mengangkat ponselnya. Menunggu telepon dari Yoo Ra atau sedang bimbang.
Berbeda dari Yoo Ra, ia masih ingat dengan jelas bagaimana mereka bertengkar tadi. Yoo Ra salah paham tentang pertemuannya dengan Yoona tadi pagi. Ia bingung harus menelepon nya atau tidak.
Tiba tiba ponselnya bergetar di dalam genggamannya. Ia langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya, berharap itu dari YooRa. Tapi ternyata tidak. Dengan raut kecewa, ia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
“Oh ada apa Kris?”
“Kau sudah sampai hyung?” Suara bass milik Kris terdengar di seberang sana.
“Sudah. Tumben sekali kau menelepon. Ada apa?”
“Ini bukan keinginanku. Ini keinginan Sehun”
“Sehun?Dimana dia?”
“Di sebelahku” Kris menjawab datar, lalu terdengar suara Kris yang tampaknya berbicara kepada Sehun “Bicaralah dengan hyung”
Tiba tiba…….
“KAZUTO HYUNG!!”
Suara imut Sehun yang keras membuat Kazuto terlonjak dan spontan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“Sehun-ah, bicaranya pelan pelan saja”
“Keke.. Mian hyung. hyung sudah sampai?” Sehun menanyakan pertanyaan yang sama dengan Kris tadi -_-
“Sudah” dan Kazuto menjawab pertanyaan itu yang kedua kali
“Minggu depan hyung menikah dengan noona kan?”
“Mm.. Wae? Kau datang kan?”
“Kami semua akan datang hyung. tenang saja”
“Baiklah. Suho dimana?”
“Suho hyung sudah tidur”
“Jeongmal?Cepat sekali”
“Suho hyung kelelahan. Kasihan dia, jadi aku suruh tidur duluan hyung. keke..”
“Em… sehun-ah, diantara kalian ber-12, apakah ada yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra?”
“Noona? Em.. sepertinya Baekhyun hyung”
“Jinjja? Mereka dekat?”
“Ne. semenjak pesta malam tahun baru itu, mereka jadi dekat”
Mendengar jawaban Sehun, Kazuto langsung ingin menelepon Yoo Ra. Takut kalau Yoo Ra sedang asyik berbicara dengan Baekhyun lewat telepon.
“Sehun-ah, hyung tutup ya” Kazuto langsung mengakhiri pembicaraan.

“Waeyo? Mengapa tiba tiba ditutup?”
Sehun berbicara sendiri sambil melihat layar ponselnya.
“Wae? Mengapa menyebut namaku?” Baekhyun yang mendengar Sehun menyebut namanya, langsung bertanya
“Ani. Hyung, apa hyung memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona?” Tanya Sehun
“Ada . wae?”
“Aniya. Tadi Kazuto hyung menanyakan itu”
Baekhyun mengangguk ngangguk, namun tiba tiba ia menghentikan anggukannya lalu menatap Sehun dengan tampang cemas
“Jinjja?? Lalu apa kata Kazuto hyung?”
“Setelah Kazuto hyung mengetahui bahwa hyung yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona, ia langsung mengakhiri pembicaraan.
“Jinjja?? Ah.. Kazuto hyung pasti marah. Pasti Kazuto Hyung mengira kalau aku menggoda YooRa noona”
Sehun mengangkat bahu “Memang seperti itu kenyataannya” Sehun berjalan santai meninggalkan Baekhyun.
“Yak Sehun!! Aku tidak pernah menggoda Yoo Ra noona!!”
Sehun yang mendengar itu hanya mengangkat bahu dengan senyum jail.

----****----

Kazuto memakai mantel cokelatnya lalu keluar kamar
“Ibu, aku pergi dulu”
“Mau kemana?” suara ibunya terdengar dari arah dapur
“Teman temanku mengajak bertemu” Kazuto melirik jam tangannya “Aku pergi dulu”
“Hati hat..” belum selesai ibunya berbicara, suara pintu ditutup sudah terdengar.
Ibunya menggeleng gelengkan kepala lalu melanjutkan mengupas buah.

Kazuto membuka pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya. Ia mempercepat laju mobilnya. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di lokasi.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya Kazuto sampai di lokasi. Ia menuju ke basement dan memarkirkan mobilnya.
Sesuai apa yang dibilang temannya. Ia menuju ke lantai 5. Tempat ini bisa dibilang hotel. Tetapi da restoran besar di lantai 5

TING!
Bunyi lift terdengar. Kazuto keluar dari lift.
Tempat ini benar benar menakjubkan. Tepat didepan lift, pintu masuk restoran itu terbuka lebar.
Kazuto merasa disambut oleh restoran itu. Restoran itu benar benar besar. Selama 23 tahun Kazuto tinggal di Jepang, ia belum pernah kesini.
“Sudah 4 tahun aku meninggalkan Jepang dan tinggal di Korea. Jepang benar benar sudah berubah” pikir Kazuto
Kazuto melangkahkan kaki ke dalam restoran dan mulai mencari teman temannya. Ia masih ingat jelas wajah temannya.

----****----

SEOUL, KOREA SELATAN

Pria bermasker hitam dan berkacamata hitam keluar dari sebuah supermarket. Lalu ia melangkah menuju apartemen. Sepertinya, ia tinggal di apartemen itu.
Setelah masuk ke lobi apartemennya, ia membuka masker dan kacamatanya. Ia menekan tombol lift, tetapi liftnya tak kunjung terbuka. Tak mau menunggu, akhirnya ia memutuskan untuk naik lewat tangga saja.
Ia berhenti sejenak karena kelelahan. Sekarang ia sudah berada di lantai 5. Ia baru mau melanjutkan perjalanannya lagi ketika suara yang dikenalnya terdengar.
“Arra. Arraseo, aku akan datang pagi pagi besok”
Seseorang itu muncul dihadapan Kai. Yeoja itu sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Karena terlalu asik menelepon, ia sama sekali tak melihat Kai yang ada disana dan melewatinya begitu saja. Kini jarak yeoja itu dengan Kai hanya 3 anak tangga saja.
Yeoja itu terlalu asik menelepon sehingga saat naik tangga ia terjatuh dan badannya oleng kebelakang.
Tetapi yeoja itu tak merasa benturan yang kuat. Ia malah merasa seperti ada yang menahannya. Ia menoleh ke kiri lalu langsung terlonjak,.
“Kauuu?? Apa yang kau lakukan?” Eun Sun berusaha keras menahan agar wajahnya tidak merah karena malu
“Hanya menolongmu” jawab Kai acuh tak acuh “Lain kali hati hati” Kai melewati Eun Sun dan melanjutkan perjalanannya lagi.

Eun Sun berdiri terpaku melihat Kai dengan ekspresi bodohnya. Lalu melangkahkan kaki untuk naik ke lantai 6 sama dengan Kai.
Sesampai di lantai 6, ia langsung menuju kamar nomor 114. Sedangkan Kai masuk ke kamar nomor 113, tepat di sebelah kamar Eun Sun.

Eun Sun duduk di sofa empuknya sambil memikirkan Kai. Saat menolongnya tadi Kai tampak seperti malaikatbukan seperti setan yang biasanya ia pikirkan.
Tersadar dari lamunannya, Eun Sun menepuk nepuk pipinya “Auhh.. mengapa aku jadi memikirkan dia”

----****----

“Aku pulang” Kazuto membuka pintu rumah dan langsung tiduran di sofa panjang milik ibunya “Ahh..” desahnya
“Oh kau sudah pulang” ibunya keluar dari kamar sambil mengikat rambutnya “Bagaimana? Seru tidak?”
“Emm” kazuto hanya menggumam sambil mengangguk “Aku ke kamar dulu” Kazuto bangkit lalu masuk ke kamarnya.

Saat masuk ke kamarnya, ia melihat laptopnya di atas meja. Sudah lama ia tak memakai laptopnya, ia memutuskan untuk membuka google sebelum tidur. Ia melepas mantelnya dan duduk di depan meja lalu membuka laptopnya.

Ia mulai sibuk mencari kabar kabar terbaru dari artis kpop. Tiba tiba ada satu berita yang membuatnya penasaran. Ia membaca artikel itu dengan serius.
Dengan tergesa gesa, ia keluar kamar dan mencari ibunya “Ibu, kita pulang ke korea besok” setelah mengatakan itu Kazuto langsung masuk kamar dan mengemas barang barangnya.

-----****-----

Kazuto dan ibunya keluar dari bandara. Mereka sama sama memakai kacamata hitam. Karena kepulangannya yang mendadak, tidak ada yang tahu bahwa dia akan pulang hari ini, jadi tidak ada yang menjemput nya di bandara.

Kazuto menyetop taksi yang lewat dan menaruh tas nya dan koper ibunya di bagasi. Ia masuk ke taksi dan duduk di sebelah ibunya.
Ibunya menatap anaknya bingung. Ia masih bingung mengapa pulang tiba tiba seperti ini
“Mengapa tiba tiba nak?” Tanya ibunya dengan lembut
Kazuto menoleh “Ada urusan, bu” 
“Sekarang jam berapa? Jam tangan ibu ketinggalan di rumah” 
Kazuto melirik jam tangannya “Jam 12 siang” Kazuto mengambil ponselnya “Ah nanti malam aku ada urusan. Ibu di apartemenku baik baik ya. Jangan bongkar bongkar lemariku”
Ibunya mendengus “Baiklah baiklah”

-----****-----

Sesuai perkataannya tadi siang, mala mini ia benar benar pergi. Meninggalkan ibunya sendirian di apartemen. Ia menuju basement dan mulai mencari mobilnya. Ia lupa memarkirkannya dimana sebelum ia ke Jepang kemarin. 

Setelah menemukan mobilnya, ia langsung masuk mobil dan menuju ke sebuah apartemen yang tak jauh dari apartemennya.

Ia menuju ke basement apartemen itu, dan langsung berlari ke kearah lobi. Kebetulan sekali saat itu liftnya baru terbuka, ia berlari makin kencang kearah lift sebelum liftnya tertutup. Ia tepat waktu, ia sudah berada di lift sebelum lift nya tertutup.

TING!
Bunyi lift terdengar. Ia keluar dari lift setelah tahu bahwa ia sekarang sudah berada di lantai 6. Ia menuju kamar nomor 113. Yap! Ia sekarang lagi menuju ke kamar tempat EXO berada.

Ia membuka pintu kamar EXO. Tidak dikunci. Ia langsung masuk. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ada Yoo Ra di sana. Ia tampak sedang menenangkan Tao yang menangis.
“Yeudera” ucap Kazuto sambil mendekati kearah EXO. Semua menoleh, mereka terkejut melihat keberadaan Kazuto
“hyung..” ucap D.O tak percaya
“Kazuto..” Yoo Ra juga tak percaya melihat Kazuto disini.
“Apa maksudnya itu? Apa maksudnya Kris keluar dari EXO??” Kazuto mulai menanyakan tujuan ia kembali ke korea.
“Suho-ya, apa kau membela SM? Dan membiarkan Kris pergi begitu saja?” Kazuto kini beralih pada Suho
“Apa boleh buat hyung” Suho menjawab dengan suara pelan
“Mwo? Suho-ya, kau lihat Tao. Ia menangis karena tak rela Kris pergi. Semuanya juga menangis. Kenapa kau terlihat biasa saja?”
“hyungg…” baru saja Suho baru menjawab tiba tiba terdengar..
“PIKYEO!” seorang yeoja manis berdiri di hadapan Suho sambil berkacak pinggang “Mana Kris? Apa dia sudah pergi?”
Melihat kedatangan yeoja itu, suho langsung menunduk sambil mengangguk “Aku tak kenal EXO yang membernya 11. Aku hanya mengenal EXO dengan 12 member. Aroo?!” yeoja itu juga tampak sangat marah atas keluar nya Kris .

“Neo nappeun! Mengapa kau tak mencegah dia eoh?? Mengapa kau membiarkan dia pergi begitu saja?? Dia bahkan tidak pamit denganku.. neo nappeun suho-ya” yeoja itu memukul mukul dada Suho.

Suho menangkap tangan yeoja itu yang hendak memukulnya “Mian.” Suho menatap ke semuanya “MIanhae yeudera”
Suho berbalik dan menuju ke kamarnya.

“Hyung, walaupun suho hyung terlihat biasa saja, tapi ia juga merasa terpukul akan kepergian Kris. Ia juga sangat dekat dengan Kris. Ini bukan kesalahan Suho. Suho hyung juga tak ingin Kris hyung pergi, tapi dia bisa apa. Satu satunya cara adalah merelakannya. Itu yang dipikirkan Suho hyung. walaupun kami semua merasa Kris hyung egois dan tak mau kehilangan dia, tapi kami menghormati keputusannya hyung. Jika nanti, Kris hyung ingin kembali bersama kami. Kami tak akan ragu ragu untuk memberinya pintu masuk. Pintu masuk ini selalu terbuka untuknya hyung. disini tak ada yang salah hyung. jangan salahkan suho hyung lagi” Chen angkat bicara.

Chen jadi merasa sedih melihat sikap Suho tadi, jadi ia memutuskan untuk angkat bicara.
“Soo Mi-ah.. Han Soo Mi” D.O menyebut nama yeoja tadi. Yeoja tadi menoleh “Kau tenangkanlah suho hyung. bagaimanapun dia adalah pacarmu, kau harus menenangkannya”
Soo Mi mengangguk “Arraseo”

----****----

Kazuto berdiri dengan jas hitam yang rapi. Ia menunggu mempelai wanita memasuki ruangan.
Pintu gereja terbuka, Yoo Ra masuk dengan ayahnya sambil menggandeng lengan ayahnya. Yoo Ra tampak cantik dengan gaun putih.

Kazuto mengulurkan tangan setelah Yoo Ra sampai di hadapannya. Lalu mereka berdiri berdampingan di hadapan pendeta.

“Kang Seung Ho . bersediakah engkau mengasihi Lee Yoo Ra seumur hidup, dalam keadaan susah maupun senang?”
“Aku bersedia” jawab Kazuto
“Aku juga bersedia” Yoo Ra juga menjawab

Seketika, ruangan penuh dengan suara tepuk tangan. EXO yang kemarin lagi dilanda masalah, hari ini mereka terlihat bahagia. Yoona juga hadir dengan pacar barunya,Lee Seung Gi . Yoona juga tampak bahagia. Walaupun dia juga merasa sakit hati, tapi karena ia sudah memiliki Lee Seung Gi ia juga ikut bahagia.
Han Soo Mi juga hadir. Ia duduk tepat di sebelah Suho sambil menggandeng lengannya. Suho tersenyum melihat wajah Soo Mi yang bahagia.

Kang Eun Sun juga hadir. Ia duduk di tepat di sebelah Kai. Kai terlihat risih. Sedangkan Eun Sun dari tadi curi curi pandang kearah Kai.

Eomma Yoo Ra dan ibu Kazuto tersenyum bahagia melihat anak mereka menikah. Mereka duduk sebelah sebelahan.
“Terima kasih sudah mempercayai anakku untuk menjadi menantumu” ucap ibu Kazuto senang
“Terima kasih juga sudah melahirkan anak seperti Kazuto untuk Yoo Ra” mendengar perkataan eomma Yoora, mereka berdua tertawa.

----****----

Kini pengantin baru itu sudah berada di apartemen Kazuto. Yoo Ra keluar kamar dan sudah mengganti bajunya. Sekarang ia memakai piyama berwarna pink.

“Kazuto” ia duduk di sofa. Di sebelah suaminya “Ada yang ingin kutanyakan”
Kazuto menoleh menatao istrinya “Tanyakan saja”
“Mengapa saat nikah tadi, pendeta menyebut nama korea mu, bukannya harusnya menyebut nama jepangmu?”
“Kemarin ibuku bilang bahwa ayah aku adalah orang korea asli. Nama nya Kang In Ho.  Ia pindah ke Jepang karena harus mengelola perusahaannya. Dan tak lama kemudian, ayah ku bertemu dengan ibu ku. Ibu ku orang Jepang asli. Lalu mereka menikah. Awalnya, ayah ku ingin memberiku nama Korea. Tapi, karena ayah aku berpikir aku akan tinggal di Jepang selamanya. Jadi ia member ku nama Jepang. Namaku sebenarnya adalah Kang Seung Ho. Ayah ku meninggal saat aku berumur 1 tahun. Makanya itu, aku tidak tahu identitas ayahku. Sekarang kau sudah mengerti?”
Yoo Ra mengangguk ngangguk “Mengerti. Jadi margamu adalah Kang?’
Kazuto mengangguk “Sudahlah ayo kita tidur”

TBC—


No comments:

Post a Comment