Sunday, September 21, 2014

Scary Girl Chapter 6








SCARY GIRL
CHAPTER 6
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+

****

Ji Ah masih berdiam diri di tempat. Ia merasa ia mngenali oang yang bernama Park ji hyun. Ia menatap Ji Kwang. Ji Kwang tampak gelisah. Kecurigaan Ji Ah semakin kuat saat Ji Kwang menatapnya dengan tampang cemas.
“Hokshi.. (apakah)..”
“Ji Ah-ya. Kita sudah terlambat. Ayo kita pergi” Belum selesai Ji Ah bebricara, Ji Kwang langsung memotong dan menarik tangan Ji Ah.
Dengan raut wajah bingung, mau tak mau Ji Ah mengikuti langkah Ji Kwang juga.
Di dalam bus, Ji Kwang hanya berdiri sambil menatap kearah jendela saja. Ia tak mendapatkan tempat duduk sehingga ia harus berdiri. Ji Kwang sama sekali tak ada menatap Ji Ah. Sedangkan Ji Ah bolak balik menatap Ji Kwang. Ia merasa ada yang aneh dengan Ji Kwang.
Saat Ji Ah sedang mengamati dalam dalam raut wajah Ji Kwang, tiba tiba saja bus berhenti di sebuah halte. Ji Kwang turun mendahului Ji Ah. Ji Ah akhirnya turun setelah memberikan jalan untuk seorang nenek. Di luar bus, Ji Kwang berdiri sambil melihat tanah. Ia menunggu Ji Ah. JiAh berdiri tepat di depan nya.

Ji Kwang mendongak setelah melihat sepasang sepatu di depan sepatunya. Ia tersenyum kikuk melihat Ji Ah. Ji Ah hanya menatapnya datar lalu pergi duluan meninggalkan Ji Kwang.

****

Ji Kwang tahu bahwa nama ayahnya pasti tidak asing bagi Ji Ah. Ji Ah sangat sayang kepada ayah Ji Kwang. Begitu juga dengan ayah Ji Kwang. Ji Kwang juga tahu arti dari tatapan tadi.
Ji Ah pasti sudah mulai curiga dengannya.
Ji Kwang melihat rambut ikal Ji Ah dari belakang. Ia yakin, cepat atau lambat Ji Ah pasti mengetahui dia siapa.
Ji Kwang tak tahu, setelah Ji Ah tahu bahwa Ji Kwang adalah teman masa kecil nya, apakah Ji Ah akan semakin menjauhinya atau justru semakin mendekatinya. Ia tak tahu pasti.
“PARK JI KWANG!” suara guru Lee membuat seisi kelas tersentak kaget.
Terutama Ji Kwang yang sedang melamun. Lamunannya langsung buyar setelah mendengar teriakan yang merdu tadi.
Ia menoleh kearah guru Lee dengan takut takut.
“Berdiri di depan!” teriak guru Lee lagi.
Pasti Guru Lee melihat ia sedari tadi melamun, makanya ia mendapat hukuman seperti ini.
Ji Kwang bangkit dan berjalan ke depan. Ia berdiri dengan wajah pasrah. Ia sungguh sial hari ini

****

Ji Ah terpaku. Saat nama Ji Kwang dipanggil dengan sangat keras seperti tadi. Tiba tiba saja seperti ada bayangan anak kecil yang terlintas di pikirannya.
Ji Ah menatap Ji Kwang yang sedang dihukum. Ia tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya hari ini. Nama Park Ji Hyun dan Park Ji Kwang benar benar membuatnya pusing hari ini.
Ji Ah berusaha mengingat siapa kedua orang itu. Tapi nihil. Ia sama sekali tak ingat apa apa. Yang ia dapat hanyalah bayangan anak kecil yang terlintas di pikirannya tadi. Hanya 1 petunjuk itu.
Ji Ah memalingkan wajahnya ketika Ji Kwang menoleh kearahnya.Ji Ah berpura pura sibuk dengan bukunya.
Tiba tiba ia tersadar. Ia menyadari sesuatu.
Park Ji Hyun dan Park Ji Kwang. Bukankah kedua nama ini  hampir mirip? Hanya nama belakangnya saja yang berbeda.
“Hokshi….” Ji Ah mulai berpikiran seperti tadi pagi.
Lalu ia menggeleng gelengkan kepalanya “Maldu andwae.. maldu andwae”
Ji Ah merasa ia benar benar kacau hari ini. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan cuci muka.
Setelah cuci muka, ia menatap dirinya di cermin wastafel kamar mandi.
“Park Ji Hyun.. Park Ji Kwang…. Maldu andwae” Ia berbicara dengan kembarannya di cermin. Ia berulang kali menggelengkan kepalanya jika mengingat hal itu.
Ia mencoba tenang. Setelah tenang, ia kembali ke kelas.

****

Ji Ah sampai di rumah pukul 6 sore. Ia langsung membanting tubuhnya ke atas tempat tidur. Nama kedua orang tadi benar benar membuat ia kacau. Bahkan sampai sekarang. Ia masih belum bisa menghilangkan hal itu di pikirannya.

Ji Ah bangun dan berjalan menuju dapur. Ia membuka kulkas dan mengambil sekaleng soda. ia membuka tutup nya dan meminumnya.
Setelah meminum soda nya sampai habis, ia langsung tertidur di tempat tidurnya.

****

“Ji Ah ya.. ini ahjussi belikan es krim”
“Gamsahamnida ajhussi”
“Appa aku juga mau es krim”
“Ji Kwang-ah, andwae.. itu hanya untuk Ji Ah”
“Ji Kwang-ah, kau mau? Ayo kita makan bersama”

Ji Ah terbangun dari tidurnya. Mimpi itu.. mimpi itu.. Ji Kwang dan ahjussi. Ia yakin ahjusi itu pasti Park Ji Hyun. Dan ahjussi itu pasti ayah nya Ji Kwang.
Ia sekarang ingat semua. Ia ingat siapa teman masa kecilnya, anak kecil yang selalu menemaninya. Ia ingat siapa ahjussi itu. Ahjussi yang selalu membelikan kemauannya.

Park Ji Kwang yang selama ini selalu menjaganya, selalu ada untuknya. Itu adalah Park Ji Kwang yang selalu menemaninya saat kecil.
Ji Ah menangis. Air matanya bercucuran. Ia menyesal telah mengacuhkan Ji Kwang. Ia benar benar tak tahu Ji Kwang adalah teman masa kecilnya. Ia benar benar lupa. Ia menyesal.
Orang yang selama ini ia rindukan adalah Park Ji Kwang. Tetapi ia selalu mengira bahwa Ji Kwang sudah lupa dengannya dan tak akan mencarinya lagi.
Tapi dugaanya salah besar.
Justru Ji Kwang masih ada di sampingnya dan selalu menjaganya. Ia mengira Ji Kwang hanyalah anak yang jail, anak yang suka mencari perhatian.
Tetapi, Ji Kwang melakukan itu semua karena ia ingin menjaga Ji Ah. Ia masih sayang dengan Ji Ah.
Ji Ah masih menangis. Ia benar benar malu berhadapan dengan Ji Kwang sekarang.
Ia tak tahu harus melakukan apa.
Ia sudah melakukan kesalahan besar

TBC—

Ditunggu ya chap terakhir dari SCARY GIRL J

No comments:

Post a Comment