Tuesday, June 3, 2014

Tokyo Love Seoul Version 1




                             Chapter 12

Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                     EXO (Luhan, Kris, Suho, Sehun, Chen,  Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol, Lay, Tao,                                               Xiumin)                                                 
                     Kang Eun Sun ( OC )
                     Lee Jong Suk
                      Kim Woo Bin
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Anyyeong yeorobunn!!!
Chap 12 datang ^^
Kagak lama kan?? Kan uda nae lagi free, jadi bisa nulis sepuasnya sampe tangan nae patah :O

Di chap ini ada 2 cowok ganteng yang bakal numpang lewat :v
Kalian tau gak? Kan uda nae tulis namanya tuhh :D
Pasti tau sama Kim Woo Bin kn? Yang main the heirs lhoo ;;)
Dan Lee Jong Suk tau gak? Yang main I Hear Your Voice lhoo ;;)
Dan mereka pernah main bersama di drama School 2013 J

Mau tau gak Jong Suk sama Woo Bin jadi apa di cerita ini?
Kalau begitu, silakan di baca chap 12 ^_^


----****----


“Eo.. Yoo Raa ..” Kazuto panik karena tiba tiba Yoo Ra datang sambil membanting pintu, Kazuto melirik kearah Eun Sun yang masih pingsan di tempat tidurnya, lalu menatap Yoo Ra lagi “Apa yang kau lakukan disini?”

Belum sempat Kazuto mendengar jawaban dari mulut Yoo Ra, Yoo Ra sudah berbalik dan berlari meninggalkan apartemen Kazuto.

“YOO RA!!” Kazuto spontan berteriak dan melirik Kai
Kai mengangguk “Kejarlah hyung, dan jelaskan semua”
Mendengar itu, Kazuto langsung berlari, tapi baru beberapa langkah tiba tiba….

“Hyung?”
Kazuto dengan berat hati berbalik “Mwo?”
“Mianhae” Ucap Kai sambil menundukkan kepalanya
“Aishh.. nanti saja kita bicarakan, khanda” Kazuto melanjutkan berlari keluar apartemennya dan mulai mencari Yoo Ra

Kazuto sudah berusaha mencari Yoo Ra , tapi tetap tidak ketemu. “Cepat sekali larinya”

 Kazuto kembali berlari hingga akhirnya ia hampir mencapai halte , Kazuto memegang kedua lututnya sambil terengah engah “Auhh.. ini sudah menguras tenaga ku terlalu banyak, aku akan istirahat sebentar di halte.. aigoo”

Kazuto melangkahkan kakinya kearah halte, tapi langkahnya langsung terhenti ketika ia melihat ada yeoja yang sedang menangis di sana. Tapi, yeoja itu dikelilingi 2 namja, Kazuto makin panik , ia langsung berlari kearah yeoja itu.


----****----


YOO RA POV—

Aku langsung berlari ketika melihat ada Eun Sun di kamar Kazuto, pikiranku langsung kacau. Aku langsung memikirkan yang tidak tidak. Aku terlalu takut apalagi setelah aku tahu bahwa Eun Sun menyukai Kazuto. Ia pasti akan melakukan apa saja demi mendapatkan Kazuto, termasuk hal itu.

Aku terlalu lelah ketika aku sampai di halte, aku langsung melangkah menuju tempat duduk dan langsung meletakkan pantat ku dengan keras.

Aku terus memikirkannya , pikiran itu tak hilang, aku terus memikirkannya sampai aku mengeluarkan air mata. Semakin aku memikirkannya semakin deras air mata aku. Tapi, aku benar benar tidak bisa melepaskan itu dari pikiranku. Aku benar benar kecewa pada Kazuto.

YOO RA POV END—

----****----


“Hiksss… hikss…”

2 namja yang sedang berjalan di dekat halte mendengar sura tangisan seseorang. Ah maksudnya, hanya satu namja dari 2 namja ini yang mendengarnya -_-

“Yak  Woo Bin , Kau mendengar suara tangisan?” Tanya Jong Suk kepada sahabatnya itu
Woo Bin diam dan mencoba mendengarkan suara tangisan.

“Hikss… hikss…”

“Aku mendengarnya, wae?”
Jong Suk menggaruk telinganya yang tak gatal “Aissshhh..” Ia merasa kesal dengan kepolosan dan sikap dingin dari Woo Bin, ia mulai mencari asal suara itu.

Tiba tiba,  matanya menangkap sosok yeoja yang sedang duduk di halte sambil menundukkan kepalanya, terlihat jelas bahwa yeoja itu sedang menangis.

Jong Suk memukul punggung Woo Bin dan berjalan kearah yeoja itu. Woo Bin melihat kearah yeoja itu juga dan mengikuti langkah Jong Suk.

Bahkan saat mereka sudah berada tepat didepan yeoja itu, yeoja itu masih menangis. Yeoja itu akhirnya mengangkat kepalanya, mungkin karena sudah melihat sepatu mereka.

Yeoja itu menatap mereka dengan mata yang masih berkaca kaca. “Mwo?” Tanya yeoja itu
“Kau pasti sedang patah hati,kan?” Woo Bin melangkah ke tempat duduk  dan duduk di samping kanan yeoja itu.
Jong Suk juga duduk di samping kiri yeoja itu “Kau kenapa?” Tanya Jong Suk hati hati
“Bukan urusanmu. Kalian siapa? Mau apa kalian?” Yeoja itu kelihatan panik.
 Woo Bin bangkit dari tempat duduknya dan menarik Jong Suk yang masih duduk “Kajja”
Jong Suk melepaskan cengkraman tangan Woo Bin “Chankamman” Jong Suk kembali duduk di samping yeoja itu.
Woo Bin menatap sengit kearah Jong Suk “Dasar tukang ikut campur” Ia melangkah ke sudut halte. Dan berdiri menunggu Jong Suk disana.

Jong Suk mendengarkan baik baik apa kata yeoja itu, akhirnya yeoja itu mau menceritakan apa yang terjadi kepada Jong Suk.

Tiba tiba….
Woo Bin melihat orang yang berlari kearah halte, Woo Bin mulai merasakan hal yang tidak enak
“Yak Jong Suk, kajja. Ppalli!” Woo Bin masih serius melihat seseorang itu
“Sebentar lagi” itulah jawaban Jong Suk, tak lama setelah itu punggung Jong Suk dipukul oleh orang yang Woo Bin lihat.

Woo Bin menggaruk tekuknya “Aish benarkan dugaanku. Mengapa dia bandel sekali auhh.” Woo Bin memperhatikan perkelahian diantara 2 namja itu. Jong Suk hanya memukul namja itu sekali, selebihnya ia hanya membiarkan badannya dipukul.

Woo Bin mendengar teriakan seorang yeoja, Woo Bin melirik yeoja tadi dan menarik yeoja itu ketempat nya “Kau tunggu disini, jika tak ingin melihat maka tak usah melihat. Jangan berteriak. Suaramu membuatku sakit kepala” Woo Bin mengacak rambut yeoja itu.

“YAKK SAEKKIA!!” Woo Bin berteriak kearah namja yang memukul Jong Suk, namja itu berhenti memukul dan melihat kearah Woo Bin yang mendatanginya.

“Mwo?” Namja itu bertanya santai “Auh tampang kalian benar benar seperti preman ya”

BUKK!!
“KAZUTOO!!” yeoja itu berteriak ketika melihat Kazuto dipukul.

“Woo Bin-a, keumanhe” Jong Suk mencoba menghalangi Woo Bin.
“Pikyeo, saekkia” Woo Bin mendorong badan Jong Suk.
“Kau bilang kami preman? Aigooo, kau lucu sekali. Yak!! Kami melihatnya menangis disini, dan dia mencoba membantu yeoja itu. Dan kau bilang kami preman dan memukul dia yang tak bersalah?” Woo Bin menunjuk Jong Suk.

Woo Bin membantu Jong Suk bangkit dan pergi duluan “Ppali” Jong Suk menghela nafasnya dan mengikuti Woo Bin .

“Jong Suk-a?”
Jong Suk berbalik kearah yeoja itu.
“Gomawo” yeoja itu tersenyum hangat kearah Jong Suk. Jong suk hanya menganggukan kepalanya dan melangkah lagi.

Setelah berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Woo Bin, Jong Suk bertanya “Mengapa kau memukulnya?”
“Aku tak suka dibilang preman”
Jong Suk menunduk ketika mendengar jawaban Woo Bin “Arraseo. Tapi, setidaknya kau tahan emosimu”
“Mwo? Aku sudah cukup sabar melihat kau dipukuli, dan kau menyuruhku untuk sabar lagi ketika dia menyebut kita preman??” Woo Bin melanjutkan melangkah, sedangkan Jong Suk terpaku mendengar kata kata Woo Bin.

“Woo Bin-a”
Woo Bin menghentikan langkahnya tetapi tidak berbalik.
“Gomawo”
Woo Bin melanjutkan langkahnya setelah mendengar perkataan Jong Suk.


----****----


“Apa mereka benar benar membantumu?” Kazuto memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan Woo Bin
Yoo Ra mengangguk dan pergi meninggalkan Kazuto.
“Yak mau kemana? Tunggu aku” Kazuto berlari mengejar Yoo Ra “Mengapa tadi kau berlari?”
“Untuk apa aku disana”
“Aigoo.. kau pasti memikirkan yang tidak tidak kan? Tenang saja, aku hanya melakukannya denganmu”

“Hyung” Suara yang tak asing bagi Kazuto. Dan benar, yang memanggilnya adalah Luhan
“Eo,  Luhan Kris” Kazuto melihat kearah Kris yang hanya diam saja “Kalian dari mana?”
“Supermarket hyung” jawab Luhan
“Ah, kalian mau pesta ramen ne?” tebak Kazuto
“Muka hyung kenapa?” Tanya Kris. Tapi masih dengan sikap dinginnya
“Ah hanya kecelakaan kecil. Tidak apa apa. Kami duluan ne” Kazuto menarik tangan Yoo Ra
“Hati hati hyung” teriak Luhan “Kajja kris”


----****----


SEMINGGU KEMUDIAN—
DI SEBUAH RUMAH MAKAN KECIL

“Ah aku lelah sekali” Yoo Ra merenggangkan otot ototnya
“Minggu depan giliran kita kan?” Tanya Kazuto
“Ah nee.. aigoo, minggu depan kita akan menikah. Aigoo, keunde, aku belum membeli kado untuk pengantin  baru kita”
“Nugu? Young hwa hyung dan So hwa noona?”
“Nee, besok aku akan membelinya”
“Besok? Besok aku akan pergi ke Jepang”
“Jinjjayo? Aigoo, ada kerjaan disana?”
“Aniya, aku ingin menjemput ibu ku. Mianhae besok tidak bisa menemanimu”
“Gwenchana, aku bisa pergi sendiri” Yoo Ra tersenyum manis dan mulai memakan ramennya.

KRIING—
Bunyi bel pintu tanda ada seseorang yang membuka pintu berbunyi.
Yoo Ra melihat kearah pintu dan tersedak begitu melihat 2 namja.
“Waeyo Yoo Ra-ya?” Kazuto berbalik dan melihat apa yang dilihat Yoo Ra “Aigoo, mengapa bisa aku bertemu mereka lagi?”

2 namja itu berjalan kearah meja dimana tempat Yoo Ra dan Kazuto berada, tapi menghentikan langkahnya begitu mereka di samping meja itu

“Anyyeong haseo, kita bertemu lagi”


TBC--

No comments:

Post a Comment