Sunday, August 24, 2014

Scary Girl Chapter 4


SCARY GIRL
CHAPTER 4
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+

****

Ji Ah berhenti melangkah dan menoleh kearah Ji Kwang yang sedang menatap nya. Ji Ah menggeleng pelan memberi tahu kalau dia tak boleh ikut.
“Ahh waeyoo?” Ji Kwang mengerucutkan bibirnya
“Aku tak kenal denganmu. Jadi aku tak mau pergi dengan orang asing” Jawab Ji Ah dengan ketus.
Ji Kwang menelan ludahnya. Itu perkataan yang amat menyakitkan bagi nya. Ia menelan mentah mentah perkataan itu dengan susah payah.
“Aku bukan orang asing bagimu” ucap Ji Kwang pelan. Tapi didengar Ji Ah
“Mworagu?”
Ji Kwang menatap Ji Ah “Ah aniyaa… aku tetap akan ikut” Ji Kwang berusaha menutupi wajah sedihnya. Ia tersenyum tipis.

****

Seperti ucapannya tadi, Ji Kwang benar benar mengikuti Ji Ah. Ji Kwang menngikuti langkah Ji Ah menyusuri taman. Ji Ah menoleh ke belakang, melihat Ji Kwang yang sedang menunduk.
“Yak!” Ji Ah menyadarkan lamunan Ji Kwang.
Ji Kwang mendongak. Ia mengangkat alisnya “Mwo?”
“Pulanglah” Ji Ah berusaha berbicara lembut agar Ji Kwang nurut kepadanya.
Dan jawaban yang ia dapat..
“Tidak! Aku akan terus mengikutimu” Ji Kwang menjawab dengan suara yang manja. Membuat Ji Ah mau muntah
Ji Ah membalik badannya dan pergi meninggalkan Ji Kwang. Ji Kwang dengan segera mengikuti Ji Ah dan mensejajarkan langkahnya dengan Ji Ah
“Apa kau pernah mempunyai teman masa kecil?” Tanya Ji Kwang. Ia bertanya sambil menatap langit, lalu menatap Ji Ah. Menunggu jawaban dari gadis ini.
“Ani” Ji Ah menjawab dengan singkat dan ketus.
Ji Kwang tersenyum kecut “Aku punya. Ia gadis kecil yang ceria. Tapi, sekarang ia sudah berubah” Ji Kwang tertawa sedih.
Ji Ah menatap Ji Kwang. Ia merasa kasihan juga dengan Ji Kwang. Ia mengajak Ji Kwang duduk agar Ji Kwang bisa menenangkan hatinya.
Cukup lama Ji Kwang tak bersuara. Sampai akhirnya ia berbicara juga
“Aku sangat menyayangi gadis kecil itu. Sungguh sangat menyayanginya” Ji Kwang menatap Ji Ah dengan lembut. Ji Ah tak mengerti apa maksud dari tatapan itu. Ia membuang muka dan berpura pura tertarik pada kekasih yang sedang berjalan.
Tiba tiba Ji Ah merasa belaian lembut di kepalanya. Ia menoleh kearah Ji Kwang. Ji Kwang membelai lembut kepala Ji Ah. Ji Ah terdiam. Ia hanya menatap Ji Kwang dan menerima dengan pasrah belaian dari Ji Kwang.
Tiba tiba Ji Kwang bangkit. “Aku harus pulang” Ji Kwang tersenyum dan mengacak rambut Ji Ah. Ji Kwang pergi meninggalkan Ji Ah dan taman itu.

****

30 menit setelah Ji Kwang pergi, Ji Ah juga pergi meninggalkan taman itu. Ia berjalan sampai ke rumah karena memang tak berapa jauh dari taman itu. Ia masuk kedalam gang. Sampai akhirnya, rumahnya sudah mulai terlihat.
Ji a=Ah menghentikan langkahnya. Bukan hanya rumahnya saja yang terlihat. Orang oang yang sudah taka sing lagi baginya juga terlihat. Ia tetap berjalan sampai akhirnya sampai di depan rumahnya. Orang orang tadi langsung menghampirinya
“Darimana kau?” Tanya seorang lelaki paruh baya yang badannya tegap.
“Bukan urusanmu” Jawab Ji Ah sambil membuka gembok pagar rumahnya.
Tiba tiba, tangan Ji Ah dicengkram oleh lelaki paruh baya itu. Itu sangat sakit, tetapi Ji Ah berusaha menahannya dan berusaha melepaskan cengkraman tangan itu
“Pulanglah. Disini tak ada yang bisa kau ambil” ucap Ji Ah dengan lemah
“Kau tahu kami kesini bukan untuk itu” Lelaki yang agak muda dari bosnya itu berkata sambil menghampiri Ji Ah
“Kami ingin menghabisimu dari dulu” lelaki kurus tertawa jahat. Diikuti dua orang temannya.
Ji Ah sama sekali tak terkejut. Ia sudah tahu tujuan mereka “Arrayo” Ji Ah menjawab dengan nada datar
“Hanya kau yang belum mati di keluargamu” mereka semua tertawa jahat.
“Menyusul mereka lah” ucap lelaki kurus itu
Ji Ah mendengus “Harusnya kalian yang menyusul mereka dan meminta maaf pada mereka” Ji Ah berusaha menahan emosinya.
“Mwo? Wah.. kau melawan” lelaki kurus itu mengepalkan tangannya dan bersiap memukul Ji Ah.
Dengan cepat, Ji Ah menangkis tangan itu dan melepaskan tangan itu dengan kasar “Jangan pernah sentuh aku!”
“Kau benar benar mau dihajar” lelaki paruh baya itu maju dan mulai beraksi.
Ji Ah tahu kondisinya sekarang sangat lemah. Ia lelah. Tapi, ia berusaha melawan. Ia menendang kaki lelaki paruh baya itu. Ia juga melayangkan pukulan ke pipi lelaki kurus dan ia menendang perut lelaki satu lagi.
“Urusan kita hari ini selesai” Ji Ah masuk ke dalam halaman rumahnya dan menggembok kembali pagarnya

****

Pagi ini, orang orang jahat itu tak ada. Mungkin, nanti sore mereka akan datang, pikir Ji Ah. Ji Ah keluar dari pagar rumahnya dan pergi ke sekolah. Ia pergi ke halte bus. Menunggu bus jurusan ke sekolahnya.
10 menit kemudian, bus nya datang. Ji Ah dan penumpang yang lain naik ke dalam bus. Bus nya masih sepi. Ji Ah menempelkan dompetnya di alat yang tempatnya di samping supir (Tau kan alat itu? Itu lho yang sering ada di dramkor. Author gk tahu namanya apa -__-) lalu ia duduk di bangku paling depan. Ia memasang headset dan menghidupkan lagu dari handphonenya.
20 menit kemudian, busnya berhenti tepat di halte dekat sekolahnya. Ia melepas headsetnya dan memasukkan headsetnya ke dalam tas. Ia turun dari bus dan memakai tasnya. Ia berjalan ke gedung sekolah dengan pelan.
Dari belakang, ia mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh ke belakang. Ji Kwang berlari pelan kearahnya. Ji Ah langsung meneruskan langkahnya begitu tahu kalau itu adalah Ji Kwang. Ji Kwang menjerit dengan keras melihat Ji Ah malah berjalan semakin cepat. Ia memutuskan untuk tak mengejar Ji Ah lagi. Ia berjalan seperti biasa ke kelasnya.
Sesampai di kelas, Ji Kwang langsung menghampiri Ji Ah
“Yak! Mengapa kau berjalan terus saat aku memanggilmu?” Ji Kwang berkacak pinggang didepan Ji Ah
Ji Ah hanya menatap Ji Kwang sekilas lalu membuang muka.
Ji Kwang semakin kesal.
Tetapi, tiba tiba ia melihat bekas luka di pipi Ji Ah. Saat kecil, bekas luka itu tidak ada.
“Pipimu kenapa?” Tanya Ji Kwang
Ji Ah memegang pipinya dan menyentuh bekas lukanya “Bukan apa apa”
“Dia selalu begitu tiap pagi” tiba tiba suara Kevin terdengar diantara mereka berdua. Kepalanya muncul diantara mereka berdua.
“Maksudmu?” Ji Kwang mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti apa maksud Kevin
“Tiap pagi dia pasti tergores luka” Kevin menatap Ji Ah yang sedang menatap nya juga.
Ji Kwang yang masih tak mengerti hanya terbengong. Ia menatap Ji Ah terus. Berusaha mencerna maksud Kevin

TBC—

Scary Girl Chapter 3



SCARY GIRL
CHAPTER 3
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+

****

Ji Kwang terbangun dari tidurnya. Ia melirik jam dinding. Pukul 07.00. Ji Kwang langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi. Sekolahnya sebentar lagi akan bel. Tepat pukul 07.15. baru 30 detik, ia sudah keluar dari kamar mandi. Biasanya ia mandi 30 menit. Tetapi, khusus dihari ini ia mandi hanya 30 detik.
Ia langsung memakai baju seragam sekolahnya. Setelah rapi, ya tak terlalu rapi, ia mengambil tas dan langsung melesat ke sekolah. Ia harus menunggu bus datang lagi. Butuh waktu setengah jam ke sekolahnya.
35 menit kemudian, ia sampai tepat di depan gerbang sekolahnya yang sudah ditutup. Tanpa pikir panjang, ia melompat dan memanjati pagar itu. Suara kaki nya yang baru mendarat di tanah membuat satpam sekolah menoleh. Ji Kwang tersenyum aneh kearah satpam lalu berlari ke kelasnya.
Setelah berlari larian naik tangga dari lantai 1 , akhirnya ia tiba di lantai 4. Seperti yang sudah dibilang. Tangga lantai 4 ke kelasnya lumayan jauh. Ji Kwang melewati toilet laki laki dengan terburu terburu. Tetapi, tiba di toilet wanita, ia mengerem langkahnya tiba tiba
“Omo! Kau mengagetkanku” ucap Ji Kwang sambil mngelus dadanya. Ia menatap Ji Ah
“Kau terlambat juga?” Tanya Ji Kwang
Ji Ah hanya menatap datar Ji Kwang. Ia memilih mengabaikan Ji Kwang dan pergi duluan ke kelas. Ji Kwang mengikuti langkah Ji Ah. Mereka sampai di kelas secara bersamaan. Guru Lee berhenti menjelaskan dan sekarang ia menatap tajam kearah Ji Ah dan Ji Kwang.
“Jweisonghamnida, saem” Ji Kwang membungkuk sambil berjalan ke bangkunya
“Park Ji Kwang!!” Guru Lee setengah berteriak
Ji Kwang berhenti dan menoleh kearah guru Lee
“Berdiri di depan! Kim Ji Ah, kau juga!” guru Lee menatap tajam kearah Ji Ah dan Ji Kwang.
Ji Kwang menatap Ji Ah “Saem, hukuman Ji Ah berikan padaku saja” ucap Ji Kwang dengan keras
Semuanya menatap aneh Ji Kwang, bahkan Ji Ah
“Wae? Kenapa begitu?” bahkan Guru Lee juga bingung
“Ahh keugeu.. “
“Gomawo” Ji Ah memutuskan omongan Ji Kwang dan mengucapkan terima kasih lalu duduk di bangkunya.
“Baik, berdiri di sini selama 2 les pelajaran” Guru Lee kembali menjelaskan dan Ji Kwang berdiri di samping papan tulis

****

Ji Ah duduk di bangku kosong sambil membawa nampan berisi makan siangnya. Ia memakan dengan perlahan. Tak lama kemudian, seperti kemarin. Ji Kwang datang dan menaruh nampan nya di hadapan Ji Ah. Ia datang dengan senyum konyolnya dan duduk di hadapan Ji Ah. Setelah menyapa Ji Ah, ia langsung menyantap makan siangnya.
Ji Ah hanya pasrah dan kembali melanjutkan makannya. Namun, tiba tiba ia berhenti makan, ia teringat sesuatu. Ia menatap Ji Kwang yang sedang makan dengan lahap.
“Mengapa kau begitu baik denganku?” Ji Ah bertanya dengan suara pelan. Namun tetap terdengar oleh Ji Kwang
Ia berhenti makan dan menatap Ji Ah. Ia tersenyum “Karena kau….” Senyum Ji Kwang pudar, ia tak tahu harus menjawab apa “Aku hanya meringankan bebanmu saja”Ji Kwang tersenyum kecut lalu melanjutkan makan
“Aku sudah siap. Aku duluan” Ji Kwang meletakkan sumpit dan sendoknya di atas meja dan pergi meninggalkan Ji Ah.
Ji Ah menatap punggung Ji Kwang. Ia agak bingung dengan jawaban Ji Kwang. Dan agak heran juga melihat perubahan sikap Ji Kwang. Ia mengangkat bahu dan memakan makanannya lagi.
Disaat sedang makan, tiba tiba nya matanya menangkap sosok lelaki yang seang datang kearahnya. Dan benar, lelaki itu duduk di hadapannya sekarang. Ji Ah mendongak dan menatap datar lelaki itu.
“Kau…. Apa kau ada hubungan sesuatu dengan Ji Kwang?” pertanyaan yang tak masuk akal menurut Ji Ah. Kevin, menanyakan pertanyaan yang konyol. Ia baru kenal dengan Ji Kwang seminggu yang lalu, mana mungkin sudah memiliki hubungan sesuatu dengan Ji Kwang.
Ji Ah hanya menggeleng dan meninggalkan tempat itu.

****

Ji Ah masuk ke kelas setelah dari kantin. Ia melihat Ji Kwang yang sedang tiduran ambil melihat layar ponselnya. Ia duduk di depan nya. Sebenarnya, ia penasaran dengan apa yang dilihat Ji Kwang, tetapi ia tak mau memperdulikannya. Ji Kwang bangun dan mencolek bahu Ji Ah. Ji Ah tersentak dan menoleh ke belakang.
“Apa kau mempunyai masa lalu?” pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Ji Kwang. Ia sendiri kaget mengapa ia bisa mengeluarkan pertanyaan seperti itu. Ia yakin, Ji Ah pasti merasa tersinggung dengan pertanyaan itu
Sebenarnya, dari kemarin Ji Kwang ingin menanyakan pertanyaan itu. Ia ingin tahu, apakah Ji Ah masih ingat dengan anak kecil yang selalu menemaninya dulu. Ia ingin tahu. Tetapi, ia takut menyinggung perasaan Ji Ah dan ia takut kalau Ji Ah teringat lagi dengan orang tuanya. Ia tak mau melihat Ji Ah menangis lagi.
Ji Ah tampak terkejut memang mendengar pertanyaan itu, tetapi ia memilih untuk tidak menjawab. Ia kembali menatap ke depan dan melihat kedatangan Kevin yang baru masuk kelas. Kevin menatap Ji Ah dan Ji Kwang dengan penuh arti. Ji Ah mengabaikannya, tetapi Ji Kwang balas menatap bingung kearahnya.
“Mwonde?” Ji Kwang bertanya tanpa suara kepada Kevin. Kevin hanya mengangkat bahu.
Ji Kwang menghampiri Kevin “Apa arti dari tatapanmu?” Tanya Ji Kwang
“Dugaanku benar” jawab Kevin dengan singkat. Semakin membuat Ji Kwang tak mengerti
“Maksudmu?”
“Kalian benar benar mempunyai hubungan kan?” Kevin mengarahkan mulutnya kearah Ji Ah. Ji Kwang mengikuti arah mulut Kevin
“Eyh.. maldu andwae! Sudah kubilang, itu tidak seperti yang kau pikirkan!” Ji Kwang memukul pelan kepala Kevin.
Kevin menatap sengit Ji Kwang. Ji Kwang juga menatap tak kalah sengit kearah Kevin.
“Neo chugonde (kau akan mati)” ucap Kevin tanpa suara. Ji Kwang hanya tetawa meremehkan lalu meleletkan lidahnya. Hal itu semakin membuat Kevin geram.

****

Bel pulang sekolah berbunyi. Salah satu teman sekelas Ji Kwang. Lee min ah, cewek ramah yang sangat ceria tiba tiba mendatangi Ji Ah.
“Ji Ah-ssi, apa kau mau ikut denganku?” Tanya Min Ahdengan senyuman manis
“Eoddie?” Ji Ah bertanya singkat sambil merapikan buku bukunya
“Aku ingin menonton, tapi aku tak mempunyai teman. Aku ingin mengajakmu, karena kau belum pernah jalan denganku kan?” senyum Min Ah sama sekali tak pernah pudar.
“Mianhae.. aku ada janji” Ji Ah menolak dengan halus sambil tersenyum tipis. Sangat tipis
“Ah aku terlambat” Min Ah tertawa. Bermaksud bercanda
“Mianhae” Ji Ah tersenyum tipis lagi.
Ji Kwang yang berdiri di belakang Ji Ah, diam diam memperhatikan senyuman Ji Ah. Sudah lama ia tak melihat senyum dari wajah cantik itu.
Min Ah baru menyadari keberadaan Ji Kwang, lalu ia bertanya dengan Ji Kwang “Ji Kwang-ssi, kau mau ikut?”
“Ne? Ahh mianhae aku juga ada janji. Lain waktu saja ne” Ji Kwang menolak dengan halus.
“Ah geureu. Kalau begitu aku duluan ya.. annyeong” Min Ah melambaikan tangannya dan keluar kelas.
Ji Ah memakai ranselnya dan keluar kelas juga. Ji Kwang segera menyusul Ji Ah
“Ji Ah-ya, kau ada janji dengan siapa?” Tanya Ji Kwang penasaran
“Tak ada” jawab Ji Ah dengan cuek
“Lalu kau sendiri? Kau jadi pergi ke suatu tempat?”
Ji Ah menatap Ji Kwang dengan kesal “Ya”
“Kalau begitu, boleh aku ikut denganmu?” Tanya Ji Kwang penuh harap

TBC—

Friday, August 15, 2014

Scary Girl Chapter 2




SCARY GIRL
CHAPTER 2
                                                                                        
Author : Kim Ni Na
Cast : Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre : Action, school life
Rating : 15+


******

Kim Ji Ah menyusuri koridor sekolah sambil menunduk. Ia terus menunduk sampai akhirnya kepalanya membentur sesuatu. Ia mendongak. Ia melihat anak laki laki berdiri didepannya. Ia merasa pernah bertemu dengan laki laki ini. Ji Ah mengerutkan keningnya.

“Kau kenapa?” suara anak laki laki itu terdengar khawatir
Ji  Ah hanya diam. Ia sama sekali tak punya niat untuk menjawab
“Waeyo? Kau tak ingat padaku? Aku Ji Kwang, si anak baru” ucap anak laki laki itu seolah tahu maksud dari kerutan di kening Ji Ah
Kerutan di kening Ji Ah hilang. Mukanya masih datar. Lalu, ia mengangguk dan meninggalkan Ji Kwang begitu saja
Ji Kwang melihat punggung Ji Ah . ia tersenyum lemah,”Ji Ah-ya, naya… kiyoaniyo?” ucap Ji Kwang dengan suara yang sangat pelan.

******

Ji Ah masuk ke kelas. Pandangan tak suka, orang yang berbisik bisik, itu hal biasa bagi Ji Ah. Selama 2 tahun ia sekolah disini, itulah sarapan Ji Ah selama ini. Ia selalu dikucilkan. Banyak teman temannya benci kepadanya karena sikapnya yang terlalu dingin. Ji Ah duduk dibangkunya. Dan seperti biasa, ia pasti selalu akan tidur sambil menunggu bel masuk berbunyi. Tak lama kemudian, Kevin masuk dan duduk di sebelah bangku Ji Kwang. Ia melihat Ji Ah. Ia kadang merasa kasihan juga kepada Ji Ah. Ia tahu, sifat Ji Ah seperti itu pasti ada sebabnya. Ia mengerti hal itu. Selama Kevin memperhatikan Ji Ah, Ji Kwang masuk.

Ia melihat Kevin dengan bingung, lalu akhirnya ia tahu bahwa Kevin sedari tadi melihat Ji Ah. Ji Kwang langsung berdiri tepat didepan Kevin, menghalangi pandangannya. Kevin tersentak.
“Yak! Mwo hae??!” Kevin berteriak kesal
“Kau sedang melihat siapa?” Ji Kwang berkacak pinggang
“Wae wae wae???” Kevin memajukan wajahnya , lalu tiba tiba ia melihat Ji Ah yang masih tertidur dan Ji Kwang secara bergantian.
“Hoksii…(Apakah…)”
“Mwoya? Apa yang kau pikirkan? Tidak! Itu bukan seperti yang kau pikirkan!” Ji Kwang membantah karena tahu Kevin akan mengucapkan apa.
Ji Kwang duduk di bangkunya dengan perasaan kesal.
Kevin terkekeh melihat sikap Ji Kwang yang jadi salah tingkah. Kekehannya berhenti tepat saat guru Lee masuk.

******

Bel istirahat berbunyi. Semua nya pada bersorak riang dan langsung bergegas kekantin. Ji Ah juga pergi menuju ke kantin. Sesampai di kantin, ia mengambil makanan yang sudah disiapkan kantin sekolah dan mencari tempat yang kosong.

Ia duduk dan mulai makan. Ia selalu makan sendirian, tak ada yang mau menemaninya. Saat ia akan menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya, tepat di depannya terletak piring makan yang masih penuh. Ji Kwang duduk di depan nya. Ia seperti sengaja ingin makan bersama Ji Ah. Ji Ah tak perduli dan ia terus makan. Ji Kwang tak memakan makanannya. Ia hanya memandang Ji Ah. Memperhatikan bagaimana Ji Ah makan.
“Ji Ah-ya…” Kalimat itu keluar dari mulut Ji Kwang dengan sendirinya. Ji Kwang sama sekali tak menyangka.
Sekarang, Ji Ah sudah menatapnya dengan bingung. Karena tak kunjung ada respon, Ji Ah memutuskan makan sesuap lagi. Lalu, ia pergi meninggalkan Ji Kwang begitu saja seperti tadi pagi.

Ji Kwang ingin memanggilnya, tapi niat itu diurungkannya. Ia menghembuskan nafas dan mulai makan. Karena Ji Kwang makannya terlalu lambat, ia jadi terlambat masuk kekelas dan dihukum oleh guru Kang. Selama dihukum , Ji Kwang selalu menatap Ji Ah. Ji Ah merasa risih karena ditatapi terus. Ji Ah balas menatap Ji Kwang dengan tatapan datar. Ji Kwang terkejut akan tatapan datar itu. Ia segera membuang muka dan menatap kearah yang lain.

*****

Ji Ah memakai ranselnya. Kelas sudah sepi karena para siswa sudah pulang semua. Di kelasnya hanya tinggal dia dengan Ji Kwang. Melihat Ji Ah yang akan pulang, Ji Kwang juga siap siap akan pulang juga.
Ji Ah menatap Ji Kwang bingung, lalu ia memilih untuk mengabaikan Ji Kwang. Ji Ah pergi keluar kelas. Ji Kwang segera menyusul Ji Ah. Tapi sayang, Ji Ah sudah keburu keluar kelas saat Ji Kwang memakai ranselnya. Ji Kwang berlari keluar kelas sambil memanggil nama Ji Ah. Alhasil, Ji Ah tak ada. Koridor di lantai 4 sepi, tak ada siapapun.
Ji Kwang melihat kearah tangga yang berada di ujung koridor. Tangga nya cukup jauh dari kelas. Tapi, mengapa Ji Ah bisa berjalan begitu cepat? Ji Kwang merasa takut. Ia mulai merinding. Ia langsung berlari sekencang mungkin kearah tangga.

Ji Kwang masuk ke flatnya. Ia meletakkan ranselnya di lantai dan langsung berjalan menuju kulkas. Ia membuka kulkas dan mengambil sekaleng soda. ia meminum minuman soda itu lalu mendesah.
Ia merogoh saku jas sekolahnya lalu mengambil ponselnya. Ia melihat wallpaper ponselnya. Fotonya saat kecil dengan gadis kecil yang cantik. Ia tersenyum melihat senyum gadis kecil itu difoto. Ia membuka galeri dan melihat foto yang lain. Kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman ketika melihat gigi ompong si gadis kecil. Ia sungguh merindukan gadis kecil ini.
Ia mengusap wajah gadis kecil itu di ponselnya. Senyumannya tak pernah pudar ketika ia melihat foto si gadis kecil itu.

TBC—

Tuesday, August 5, 2014

Scary Girl Chapter 1



SCARY GIRL
CHAPTER 1

Haii haii..
Ini ff baru .. gak ada kaitannya dengan ff Kazuto dan Yoo Ra. Mungkin ceritanya agak susah dipahami -__- .
Tapi author udah berusaha keras memikirkan jalan ceritanya. Niatnya pengen buat ff horror. Tapi jadinya malah ff kayak gini. Maaf ya kalau gak horror ceritanya, gak sesuai dengan judulnya. Abisnya, kalau buat ff yang horror banget jadi merinding sendiri nulisnya. Takut kepikiran terus -_-
Okee dibaca aja yaaa….

*****

                     Menurutmu apakah ada yang ingin berteman dengan yeoja yang bersifat dingin? Jangankan berteman, dekat saja tidak mau. Benar kan?
                     Kim Ji Ah, yeoja dingin itu dibenci hampir satu kelas bahkan hampir satu sekolah karena sifat dinginnya. Teman teman sekelasnya memang membenci Ji Ah, tetapi kadang merasa takut juga dengan Ji Ah karena setiap pagi pasti Ji Ah selalu tergores luka.
                     Tetapi, berbeda dengan orang yang satu ini. Seminggu yang lalu, kelas Ji Ah kedatangan murid baru. Seorang namja. Bernama Park Ji Kwang. Ia duduk tepat di belakang Ji Ah. Sejak hari pertama ia masuk, ia menatap Ji Ah dengan kening berkerut seakan kenal dengan Ji Ah. Dan selama seminggu itulah, ia berusaha mendekati Ji Ah walaupun sama sekali tak di respon.
                     “Kau benar benar sudah gila ya. Untuk apa mendekati yeoja dingin itu? Semua berusaha menjauhi dia, kau malah berusaha mendekati dia. Pemikiran kita memang tidak sama.” Kevin, teman dekat Ji Kwang berceloteh panjang lebar. Ia merasa tak habis pikir dengan temannya yang satu ini.
                     “Dia mengingatkanku pada seseorang” hanya itu jawaban yang dilontarkan Ji Kwang
                     “Seseorang? Nugu? Teman masa kecilmu?” Kevin merasa penasaran
                     Ji Kwang mengangkat bahunya,”Begitulah”
                    “Eyh.. ayolah cerita padaku” Kevin menyikut lengan Ji Kwang
                    “Dwesseo.. lupakan saja” Ji Kwang berjalan mendahului  Kevin
                    “Yak.. tunggu aku!” Kevin berlari mengejar Ji Kwang

*****

                     Ji Ah masuk kedalam rumah kecil nya yang berantakan. Ia tergeletak di lantai karena terlalu kelelahan. Ia sungguh tak mau sekolah, karena di sekolah ia pasti akan dimusuhi. Tetapi, berada di rumah ini dalam waktu setengah hari saja sudah membuatnya tertekan, apalagi selama satu hari penuh.
                     Ji Ah bangun dan berjalan kearah  jendela yang tirainy masih tertutup. Ia membuka tirai itu sedikit, lalu mengintip kearah luar. Biasanya pasti ada namja tinggi sudah berdiri di depan rumahnya sambil merokok. Tetapi, sekarang namja itu tak ada. Ia merasa bersyukur.
                    Ji Ah mengembuskan nafasnya lalu berjalan kearah kamarnya. Tanpa sengaja, kakinya menginjak sesuatu. Ia melihat kebawah. Seketika, ia terdiam melihat foto keluarganya yang dibingkai. Ia berjongkok dan mengambil bingkai foto itu. Tak perlu waktu lama, air matanya sudah menetes dan jatuh tepat di wajah ibunya yang cantik.
                    ”Eomma” suara Ji Ah terdengar bergetar. Itu pertama kalinya ia mengeluarkan suara hari ini. Melihat foto itu, masa lalu mulai berkelebat di kepalanya.

Flashback

                   Ji Ah bermain dengan adik laki lakinya yang bernama Ji Min yang masih berumur 3 tahun. Ji Ah yang masih berumur 8 tahun itu menggenggam tangan mungil adiknya. Saat ini mereka sekeluarga sedang liburan ke sebuah taman yang indah. Ji Min melihat kearah langit, lalu tiba tiba ia menoleh kearah kakaknya.
                  “Noona, langitnya indah ya” Ji Min menunjuk kearah langit.
                  “Ne. memangnya kenapa?” Ji Ah menatap kearah langit
                  “Aku ingin tinggal disana. Bersama halmeoni” Ji Min menatap lekat lekat kearah kakaknya,”Halmeoni tenang kan disana?”
                  Ji Ah yang tak mengerti hanya bisa mengangguk. Lalu tiba tiba terdengar suara ibunya.
                 “Ji Ah-ya.. Ji Kwang eodisseo?” Ibunya menyiapkan makan siang mereka
                  Ji Ah melihat ke sekitar taman. Siang itu, taman itu cukup sepi. Dan pengunjung yang lain berada jauh dari tempat mereka. Ia melihat anak kecil yang tampan sedang meminum minuman yang baru dibelinya
                 “Chogi{Disana)” Ji Ah menunjuk kearah toko minuman, tempat Jin Kwang berada
                  Ji Kwang adalah anak yatim piatu. Keluarga Ji Ah membiarkan Ji Kwang tinggal di rumah mereka, mereka tidak menjadikan Jin Kwang anak angkat. Orang tua dan adik Ji Ah sangat menyayangi Ji Kwang. Ji Ah sangat dekat dengan Ji Kwang. Mereka sering pergi bersama. Ji Ah adalah gadis kecil yang sangat ceria. Ji Kwang sangat nyaman dengan Ji Ah.
                  “Panggilkan dia. Kita akan makan siang” ucap ibu Ji Ah
                   Ji Ah mengangguk lalu berlari ke tempat Ji Kwang berada. Saat mereka hendak kembali, mereka mendapat pemandangan yang sangat mengejutkan. Orang tua dan adiknya diikat dan dibawa ke sebuah mobil. Mobil milik penculik itu.
                  “Eomma! Appa! Ji Min!: Ji Ah berlari mengejar mobil penculik itu. Ji Kwang juga ikut berlari.
                  “Ahjumma! Ahjussi! Ji Min! kajima!” teriak Ji Kwang sambil berlari kencang
                  Mereka terus berlari mencari mobil penculik itu. Hingga pada akhirnya, di tempat yang agak sunyi dan tak jauh dari taman tadi. Mobil itu berhenti. Ji Ah dan Ji Kwang juga berhenti berlari. Ji Ah hendak kesana, tapi tangannya ditahan oleh Ji Kwang.
                  Ji Kwang menggeleng,”jangan kesana” Ji Kwang menarik Ji Ah kebalik pohon besar lalu menguping pembicaraan penculik itu. Tak lama kemudian, orang tua Ji Ah dibunuh menggunakan pisau dan Ji Min dibunuh dengan cara dicekek lehernya. Ji Ah dan Ji Kwang melihat kejadian itu dengan mata mereka sendiri.
                “Rasakan itu! Itu akibat kalian tak menuruti kata kataku!” ucap si penculik sambil tertawa jahat
                 Ji Kwang menutup mulut Ji Ah dengan tangannya,”jangan berisik” ucap Ji Kwang
                 Setelah kejadian itu, Ji Ah tingal bersama Ji Kwang sampai umur 10 tahun. Setelah itu, Ji Ah pergi mencari kakeknya dan tinggal bersama kakeknya sampai ia tamat SMP. Kakeknya sudah meninggal, jadi ia tinggal sendiri. Ia sekarang tinggal di rumah kakeknya. Ji Ah menjadi anak yang pendiam setelah kejadian itu. Ia jadi suka menyendiri. Ji Ah bahkan sudah lupa dengan Ji Kwang, yang ia ingat hanyalah bagaimana caranya membalas dendam kepada si pembunuh. Ia mencari tahu keberadaan si pembunuh. Ketemu!. Ia menemukan keberadaan si pembunuh, dan si oembunuh juga menemukan keberadaan Ji Ah. Sejak kelas 1 SMA hingga sekarang, Ji Ah diteror oleh si pembunuh. Untungnya, Ji Ah jago bela diri, ia sering melawan si pembunuh. Ya walaupun ia sering kalah karena postur tubuhnya yang kecil.

Flashback End

                  Ji Ah mengembuskan nafasnya dengan lemah. Lalu tiba tiba ia teringat sesuatu
                 “Mengapa di ingatanku ada seorang anak laki laki?” Ji Ah  mengerutkan keningnya “Siapa anak laki laki itu?” Ingatan Ji Ah tentang Ji Kwang belum kembali.
                 “Ah molla” Ji Ah meletakkan foto itu diatas meja lalu pergi ke kamar.


TBC—