SCARY GIRL
CHAPTER 4
Author : Kim
Ni Na
Cast :
Krystal f(x) (Ji Ah), Lee Kiseop (Ji Kwang)
Genre :
Action, school life
Rating : 15+
****
Ji Ah
berhenti melangkah dan menoleh kearah Ji Kwang yang sedang menatap nya. Ji Ah
menggeleng pelan memberi tahu kalau dia tak boleh ikut.
“Ahh waeyoo?”
Ji Kwang mengerucutkan bibirnya
“Aku tak
kenal denganmu. Jadi aku tak mau pergi dengan orang asing” Jawab Ji Ah dengan
ketus.
Ji Kwang
menelan ludahnya. Itu perkataan yang amat menyakitkan bagi nya. Ia menelan
mentah mentah perkataan itu dengan susah payah.
“Aku bukan
orang asing bagimu” ucap Ji Kwang pelan. Tapi didengar Ji Ah
“Mworagu?”
Ji Kwang
menatap Ji Ah “Ah aniyaa… aku tetap akan ikut” Ji Kwang berusaha menutupi wajah
sedihnya. Ia tersenyum tipis.
****
Seperti
ucapannya tadi, Ji Kwang benar benar mengikuti Ji Ah. Ji Kwang menngikuti
langkah Ji Ah menyusuri taman. Ji Ah menoleh ke belakang, melihat Ji Kwang yang
sedang menunduk.
“Yak!” Ji Ah
menyadarkan lamunan Ji Kwang.
Ji Kwang
mendongak. Ia mengangkat alisnya “Mwo?”
“Pulanglah”
Ji Ah berusaha berbicara lembut agar Ji Kwang nurut kepadanya.
Dan jawaban
yang ia dapat..
“Tidak! Aku
akan terus mengikutimu” Ji Kwang menjawab dengan suara yang manja. Membuat Ji
Ah mau muntah
Ji Ah
membalik badannya dan pergi meninggalkan Ji Kwang. Ji Kwang dengan segera
mengikuti Ji Ah dan mensejajarkan langkahnya dengan Ji Ah
“Apa kau
pernah mempunyai teman masa kecil?” Tanya Ji Kwang. Ia bertanya sambil menatap
langit, lalu menatap Ji Ah. Menunggu jawaban dari gadis ini.
“Ani” Ji Ah
menjawab dengan singkat dan ketus.
Ji Kwang
tersenyum kecut “Aku punya. Ia gadis kecil yang ceria. Tapi, sekarang ia sudah
berubah” Ji Kwang tertawa sedih.
Ji Ah
menatap Ji Kwang. Ia merasa kasihan juga dengan Ji Kwang. Ia mengajak Ji Kwang
duduk agar Ji Kwang bisa menenangkan hatinya.
Cukup lama
Ji Kwang tak bersuara. Sampai akhirnya ia berbicara juga
“Aku sangat
menyayangi gadis kecil itu. Sungguh sangat menyayanginya” Ji Kwang menatap Ji
Ah dengan lembut. Ji Ah tak mengerti apa maksud dari tatapan itu. Ia membuang
muka dan berpura pura tertarik pada kekasih yang sedang berjalan.
Tiba tiba Ji
Ah merasa belaian lembut di kepalanya. Ia menoleh kearah Ji Kwang. Ji Kwang
membelai lembut kepala Ji Ah. Ji Ah terdiam. Ia hanya menatap Ji Kwang dan
menerima dengan pasrah belaian dari Ji Kwang.
Tiba tiba Ji
Kwang bangkit. “Aku harus pulang” Ji Kwang tersenyum dan mengacak rambut Ji Ah.
Ji Kwang pergi meninggalkan Ji Ah dan taman itu.
****
30 menit
setelah Ji Kwang pergi, Ji Ah juga pergi meninggalkan taman itu. Ia berjalan
sampai ke rumah karena memang tak berapa jauh dari taman itu. Ia masuk kedalam
gang. Sampai akhirnya, rumahnya sudah mulai terlihat.
Ji a=Ah
menghentikan langkahnya. Bukan hanya rumahnya saja yang terlihat. Orang oang
yang sudah taka sing lagi baginya juga terlihat. Ia tetap berjalan sampai
akhirnya sampai di depan rumahnya. Orang orang tadi langsung menghampirinya
“Darimana
kau?” Tanya seorang lelaki paruh baya yang badannya tegap.
“Bukan
urusanmu” Jawab Ji Ah sambil membuka gembok pagar rumahnya.
Tiba tiba,
tangan Ji Ah dicengkram oleh lelaki paruh baya itu. Itu sangat sakit, tetapi Ji
Ah berusaha menahannya dan berusaha melepaskan cengkraman tangan itu
“Pulanglah. Disini
tak ada yang bisa kau ambil” ucap Ji Ah dengan lemah
“Kau tahu
kami kesini bukan untuk itu” Lelaki yang agak muda dari bosnya itu berkata
sambil menghampiri Ji Ah
“Kami ingin
menghabisimu dari dulu” lelaki kurus tertawa jahat. Diikuti dua orang temannya.
Ji Ah sama
sekali tak terkejut. Ia sudah tahu tujuan mereka “Arrayo” Ji Ah menjawab dengan
nada datar
“Hanya kau
yang belum mati di keluargamu” mereka semua tertawa jahat.
“Menyusul
mereka lah” ucap lelaki kurus itu
Ji Ah
mendengus “Harusnya kalian yang menyusul mereka dan meminta maaf pada mereka”
Ji Ah berusaha menahan emosinya.
“Mwo? Wah..
kau melawan” lelaki kurus itu mengepalkan tangannya dan bersiap memukul Ji Ah.
Dengan cepat,
Ji Ah menangkis tangan itu dan melepaskan tangan itu dengan kasar “Jangan
pernah sentuh aku!”
“Kau benar
benar mau dihajar” lelaki paruh baya itu maju dan mulai beraksi.
Ji Ah tahu
kondisinya sekarang sangat lemah. Ia lelah. Tapi, ia berusaha melawan. Ia
menendang kaki lelaki paruh baya itu. Ia juga melayangkan pukulan ke pipi lelaki
kurus dan ia menendang perut lelaki satu lagi.
“Urusan kita
hari ini selesai” Ji Ah masuk ke dalam halaman rumahnya dan menggembok kembali
pagarnya
****
Pagi ini,
orang orang jahat itu tak ada. Mungkin, nanti sore mereka akan datang, pikir Ji
Ah. Ji Ah keluar dari pagar rumahnya dan pergi ke sekolah. Ia pergi ke halte
bus. Menunggu bus jurusan ke sekolahnya.
10 menit
kemudian, bus nya datang. Ji Ah dan penumpang yang lain naik ke dalam bus. Bus
nya masih sepi. Ji Ah menempelkan dompetnya di alat yang tempatnya di samping
supir (Tau kan alat itu? Itu lho yang sering ada di dramkor. Author gk tahu
namanya apa -__-) lalu ia duduk di bangku paling depan. Ia memasang headset dan
menghidupkan lagu dari handphonenya.
20 menit
kemudian, busnya berhenti tepat di halte dekat sekolahnya. Ia melepas
headsetnya dan memasukkan headsetnya ke dalam tas. Ia turun dari bus dan
memakai tasnya. Ia berjalan ke gedung sekolah dengan pelan.
Dari belakang,
ia mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh ke belakang. Ji Kwang berlari pelan
kearahnya. Ji Ah langsung meneruskan langkahnya begitu tahu kalau itu adalah Ji
Kwang. Ji Kwang menjerit dengan keras melihat Ji Ah malah berjalan semakin
cepat. Ia memutuskan untuk tak mengejar Ji Ah lagi. Ia berjalan seperti biasa
ke kelasnya.
Sesampai di
kelas, Ji Kwang langsung menghampiri Ji Ah
“Yak! Mengapa
kau berjalan terus saat aku memanggilmu?” Ji Kwang berkacak pinggang didepan Ji
Ah
Ji Ah hanya
menatap Ji Kwang sekilas lalu membuang muka.
Ji Kwang
semakin kesal.
Tetapi, tiba
tiba ia melihat bekas luka di pipi Ji Ah. Saat kecil, bekas luka itu tidak ada.
“Pipimu
kenapa?” Tanya Ji Kwang
Ji Ah
memegang pipinya dan menyentuh bekas lukanya “Bukan apa apa”
“Dia selalu
begitu tiap pagi” tiba tiba suara Kevin terdengar diantara mereka berdua. Kepalanya
muncul diantara mereka berdua.
“Maksudmu?”
Ji Kwang mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti apa maksud Kevin
“Tiap pagi
dia pasti tergores luka” Kevin menatap Ji Ah yang sedang menatap nya juga.
Ji Kwang
yang masih tak mengerti hanya terbengong. Ia menatap Ji Ah terus. Berusaha mencerna
maksud Kevin
TBC—



