Chapter 15 –
Last Chapter
Author : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung
Ho / Kazuto / Model SM (OC)
Lee Yoo Ra (OC)
EXO
Lee Jong Suk
Kim Woo Bin
Rating :+18
Genre : Romance, Family, Comedy
----****----
Cerita ini
hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita
ini bisa jadi itu PLAGIAT .
Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata
kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah
kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !
Annyeong ;)
Author balik
:D
Udah sampe
di chap terakhir ni.. tapi tenang aja, setelah chap 15, author bakal ngasi
bonus ff.. tapi setiap ff hanya one chapter oke?
Jadi
ditunggu ya bonus ff nya readers ;;)
Yuk baca chap 15
Di chap 15
ini keseluruhan nya tentang kehidupan Kazuto dan Yoo Ra setelah menikah ;;)
-----****-----
2 bulan sudah berlalu semenjak Yoo Ra dan Kazuto dan Yoo Ra
menikah. Keadaan semakin membaik. Suho sudah tidak menyalahkan dirinya lagi
karena keluarnya Kris. Dan hubungan Suho dan Soo Mi juga semakin mesra. Kai dan
Eun Sun juga sudah memulai hubungan. Mereka mulai berpacaran dua minggu yang
lalu. Tetapi, mereka setiap hari selalu bertengkar. Dan bagaimana Kris? Kris sekarang
masih sibuk syuting. Luhan juga sama, ia juga masih sibuk syuting. Dan kabarnya,
Luhan memiliki seseorang yang ia sukai. Setelah patah hati mendengar kabar
Yoona berpacaran dengan Lee Seung Gi, ia mulai melupakan Yoona. Memang terlalu
cepat kabar Yoona berpacaran itu, Luhan sampai tak menyangka. Dan di lokasi
syuting Luhan, piñata riasnya sangat cantik dan baik. Dia keturunan Cina-Korea.
Ayahnya orang Korea. Ibunya orang Cina. Hampir hampir mirip dengan Kazuto. Tetapi
ibu Kazuto orang Jepang.
Kabarnya Luhan dekat dengan piñata riasnya, dan memiliki
perasaan untuk yeoja itu. Ia sudah pernah menceritakan ke member EXO lainnya
dan ke pengantin baru itu tentang yeoja yang dia sukai. Tetapi ia tidak memberi
tahu nama yeoja itu, ia hanya member tahu pekerjaan yeoja itu dan keturunan
yeoja itu. Hanya itu saja. Bahkan Sehun yang dekat dengannya juga tidak
diberitahu.
Tetapi Sehun pernah memeriksa ponsel Luhan, dan banyak sekali
foto yeoja di ponsel Luhan. Di bawah foto yeoja itu selalu ada tulisan ‘Song’ .
Sehun yang polos tidak mengerti maksud kata ‘Song’, ia bertanya kepada
Chanyeol, dan Chanyeol bilang mungkin saja itu maega yeoja itu.
Dan Sebulan yang lalu Kazuto dan Yoo Ra pindah ke apartemen
tempat Exo tinggal.
Semuanya makin baik baik saja. Tetapi tidak untuk Kazuto dan
Yoo Ra. Semenjak menikah, Yoo Ra jadi semakin dekat dengan Lee Jong Suk. Kazuto
sering marah karena Yoo Ra selalu menemui Lee Jong Suk.
Dan hari ini mereka bertengkar lagi. Tetapi bukan maslah Yoo
Ra, sekarang masalah Kazuto.
“Apa kau bersama yeoja itu lagi tadi?” Yoo Ra berkacak
pinggang dihadapan Kazuto
Akhir akhir ini Kazuto sering foto bersama model bernama Im
Ha Neul. Dan sering dipasangkan dengan yeoja itu. Hubungan Kazuto dengan Ha
Neul menjadi lebih dekat. Yoo Ra curiga dengan kedekatan suaminya dengan Ha Neul.
“Aniyaa.. jinjja aniya” Kazuto mulai frustasi karena istrinya
tidak percaya padanya.
“Mengapa aku mencium parfum wanita?” Yoo Ra mengendus ngendus
“OMO.. apa kau berpelukan dengan dia?”
Kazuto menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal ”Ah ne..
tapi itu hanya untuk pemotretan saja”
“Aish neo jinjja… apa kau sudah lupa bahwa kau sudah
mempunyai istri eoh??”
“Tentu saja tidak. Aku dan Ha Neul hanya rekan kerja”
“Aku tak percaya” Yoo Ra membuang muka
Kazuto makin frustasi melihat
tingkah istrinya “Lalu bagaimana hubunganmu dengan Jong Suk?” Kini
Kazuto yang berkacak pinggang
“Mengapa kau malah membahas masalahku?”
“Dwesseo.. aku pergi dulu” Kazuto memakai sepatunya dan
keluar dari kamarnya
Yoo Ra yang kebingungan melihat tingkah suaminya mulai
berpikiran yang aneh aneh “Bagaimana jika dia menemui yeoja itu? Andwae.. aku
harus mengikutinya” Yoo Ra memakai topi, kacamata hitam untuk penyamarannya.
Setelah siap dengan penyamarannya. Yoo Ra langsung keluar
dari kamar dan pergi menuju basement. Ia masuk ke mobilnya dan bersiap
melajukan mobilnya. Tetapi tiba tiba mobil Kazuto lewat di depan mobil Yoo Ra.
“Eoh itu dia. Kebetulan sekali” Yoo Ra mulai mengikuti mobil
Kazuto “Tapi mengapa ia lama sekali keluar dari basement?”
Selang beberapa menit..
Mobil Kazuto menuju basement mall dan mulai memarkirkan
mobilnya. Yoo Ra buru buru mencari tempat parkir yang tak jauh Dari mobil
Kazuto.
Yoo Ra beruntung. Ia mendapatkan tempat parkir yang tak jauh
dari mobil suaminya. Ia langsung keluar dan mengunci mobilnya. Ia masuk ke
dalam mall dan mencari cari Kazuto.
Ketemu! Kazuto sedang berjalan santai kearah eskalator. Yoo Ra
menutupi wajahnya dari samping dan mengikuti langkah Kazuto.
Kazuto berjalan santai kearah supermarket yang ada di mall
itu.
Yoo Ra mengerutkan keningnya “Untuk apa dia ke sini?” Yoo Ra
buru buru mengikuti Kazuto lagi sebelum ia kehilangan jejaknya.
Agar tidak ketahuan bahwa dia adalah mata mata Kazuto, Yoo Ra
juga mengambil keranjang. Ia kembali mengikuti Kazuto dan mengmbil barang apa
saja ketika Kazuto berhenti membeli sesuatu.
Tak lama kemudian, Kazuto pergi kearah kasir dengan
keranjangnya. Yoo Ra juga pergi ke kasir. Kasir yang dekat dengan kasir Kazuto.
Ia terus memperhatikan Kazuto
“Untuk apa dia membeli itu semua?” Yoo Ra setengah berbisik
sambil melihat kearah keranjang Kazuto.
Kazuto masih menunggu antrian,sedangkan Yoo Ra sudah siap
membayar. Ia hendak menunggu Kazuto. Tetapi tiba tiba ponselnya berbunyi. Ia langsung
melihat kearah Kazuto. Kazuto sangat hapal nada dering ponselnya. Sebelum ketahuan,
Yoo Ra langsung berlari sambil membawa belanjaanya.
Karena capek, Yoo Ra berhenti berlari dan duduk disebuah
bangku. Ia mengambil ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab. Tertera nama
Jong Suk di situ. Ia menghubungi Jong Suk kembali.
Langsung diangkat oleh Jong Suk.
“Wae?” Yoo Ra bertanya datar
“Kau dimana?” Suara Jong Suk terdengar
“Aku di mall. Ada apa?”
“Aku sungguh stress melihat Woo Bin”
“Aku sungguh stress melihat Woo Bin”
“Wae? Kenapa dia?”
“Dia baru diputusin oleh pacarnya. Aku pernah bercerita
padamu kan tentang pacarnya?”
“Em.. yeoja bermarga Song, penata rias kan?”
“Ne majayo. Katanya, yeoja nya sedang dekat dengan cowok di
lokasi syuting.”
“Jinjja?” Yoo Ra melihat ke kanan. Kazuto keluar dari
supermarket. Ia berjalan santai lagi. Mata Yoo Ra membulat.
“Aku tutup ya” Yoo Ra langsung mengakhiri sambungan dan menyimpan
ponselnya di plastik belanjaanya lalu langsung berlari kearah basement. Ia langsung
masuk kemobil dan mencampakan belanjaanya ke kursi belakang.
Ia langsung melajukan mobilnya . ia harus segera pulang
sebelum Kazuto sampai di apartemen terlebih dahulu.
-----****-----
Yoo Ra akhirnya tiba di rumah. Ia menaruh belanjaanya di meja
dapur dan masuk ke kamar tidur. Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur.
“Ahh… aku lelah” Yoo Ra memejamkan matanya. Namun tiba tiba
ia membuka matanya dan terduduk di atas ranjang.
“Bermarga Song?.... penata rias?.... lokasi syuting…. Namja?....”
Yoo Ra berusaha mengingat tentang mantan pacar Woo Bin. Ia seperti pernah
mendengar.
Yoo Ra menggeleng geleng kan kepalanya “Aniyaa.. maldu
andwae.. maldu andwae…”
“Aku pulang” suara Kazuto terdengar .
Yoo Ra buru buru menghapus pikiran buruk nya dan keluar kamar
“Wasseo?” Yoo Ra menyambut suaminya.
Kazuto hanya mengangguk.
“Aku ambilkan air dulu ya” Yoo Ra pergi ke dapur.
Tanpa sengaja, kazuto melihat plastic belanjaan di meja
dapur. Kazuto tersenyum. Ia sudah menduganya.
“Kau darimana saja?” Yoo Ra kembali dari dapur dan memberikan
air ke Kazuto. Kazuto langsung meminumnya
“Dari mall. Kapan kau pergi
berbelanja?” Kazuto pura pura tidak tahu.
“Ne?” Yoo Ra mengerutkan kening
Kazuto melihat kearah meja dapur. Yoo Ra mengikuti arah
pandang Kazuto. Ia melihat belanjaan nya terletak disitu.
Yoo Ra mengutuk dalam hati, namun ia tersenyum kearah Kazuto “Tadi
saat kau pergi. Aku berbelanja di supermarket seberang sana”
Kazuto tertawa kecil mendengar jawaban yang di karang oleh
istrinya. “Aku mandi dulu” Kazuto
meletakkan gelas di meja dapur . tepat disebelah plastic belanjaan istrinya.
Ia masuk ke kamar tidur.
Yoo Ra memukul mukul kepala nya”Pabo pabo” Yoo Ra benar benar
merasa bodoh saat ini
Kazuto yang mendengar dari dalam kamar, hanya bisa tertawa
----****----
“Aku pergi dulu” Kazuto sudah bersiap siap mau pergi kerja.
“em.. hati hati”
Kazuto mencium bibir Yoo Ra dengan cepat lalu keluar dari
rumah.
Lagi lagi Yoo Ra
merasa kesepian. Setiap hari ia selalu merasa kesepian. Di apartemen EXO juga
pasti kosong. Pasti jadwal mereka sangat padat.
Yoo Ra melihat keranjang baju. Keranjang itu hampir penuh. Ia
menghela nafas. Lalu segera menyuci baju.
Setelah siap menyuci, ia menjemur pakaian lewat pintu
belakang.
“Auh.. mengapa panas sekali” Yoo Ra buru buru menjemur .
memang tempat untuk menjemur sempit, tapi dari situ bisa melihat pemandangan
yang indah dari atas.
Akhirnya Yoo Ra selesai menjemur pakaian. Ia melihat jam
dinding . pukul 12.30.
Kazuto masih lama lagi pulang. Ia juga tidak selera makan,
jadi ia memutuskan untuk tidak memasak
Yoo Ra memilih untuk mengepel. Sudah lama ia tidak
membersihkan rumah. Ia menyapu lalu mengepel.
Walaupun sudah lelah, tapi ia memaksakan diri. Ia harusm
membersihkan rumahnya.
Karena sudah lelah, berjalan saja sudah tak karuan.
Karena lantai masih licin, ia terpleset dan lututnya terseret
lantai.
“AHHH” Yoo Ra menjerit keras. Ia melihat lututnya.
Lututnya luka, memang tidak mengeluarkan darah, tapi sangat
pedih. Kakinya tak bisa diluruskan. Terpaksa ia berjalan pincang ke kamarnya.
“Ah neomu appo” Yoo Ra duduk di atas tempat tidur.
“Kazuto..” ia memanggil nama suaminya “Kazuto, appo” Yoo Ra
menangis karena terlalu perih.
“Aku pulang” tiba tiba suara Kazuto terdengar.
“Kazuto” Yoo Ra memanggil kazuto dengan keras ketika ia
mendengar suara suaminya.
Mendengar suara Yoo Ra yang tak seperti biasanya, Kazuto
langsung masuk ke kamar. Ia melihat istrinya nangis. Kazuto langsung panik.
“Yoo Ra-ya, waeyo? Mengapa kau menangis?” Kazuto mengusap air
matab Yoo Ra.
“Appo.” Yoo Ra menjawab dengan suara lirih
“Appo?” Kazuto melihat kearah lutut Yoo Ra “Omo mengapa
seperti ini?”
“Terpleset” Yoo Ra menjawab dengan suara lirih lagi
“Tidurlah dulu. Akan aku obati nanti” Kazuto mengusap air
mata Yoo Ra lagi dan merebahkan Yoo Ra
-----****-----
Yoo Ra
terbangun. Ia tidak melihat Kazuto. Ia bangun dan berusaha duduk karena
lututnya masih terasa perih. Ia melihat lututnya. Lututnya sudah diberi plester.
Yoo Ra tersenyum. Kazuto memang suami yang baik.
Ia turun
dari ranjang dan keluar kamar walaupun masih pincang. Kazuto sedang memask.
“Kau masak
apa?”
Kazuto menoleh “Mengapa kau bangun? Kau tidur saja. Akan aku antar nanti ini ke kamar”
Kazuto menoleh “Mengapa kau bangun? Kau tidur saja. Akan aku antar nanti ini ke kamar”
Yoo Ra
mendengus “hanya lututku yang terluka. Itu tidak parah”
“Tapi aku
mengkhawatirkan mu. Ibu juga”
“Kau bilang
ke ibumu?”
“Ne. wae? Aku
juga bilang ke ibumu”
“Aih dasar..”
Yoo Ra berniat ke dapur membantu Kazuto, tapi tiba tiba ia merasa mual.
Kazuto
melihat kearah YooRa “Wae?” Kazuto langsung menghamipiri Yoo Ra
“Aku merasa
mual”
“Kau hamil??”
Kazuto tampak begitu senang
“Ne?” Yoo Ra
menoleh kearah Kazuto
-END-
Akhirnya selesai juga..
Maaf ya kalau chap 14 dan 15 rada rada gaje..
Oke dahh ditunggu aja ya bonus ff nya
Jangan khaswatir, nnti ada lanjutan dari cerita Kazuto dan Yoo
Ra kok.. ;;)
