Wednesday, July 9, 2014

Tokyo Love Seoul Version 1 - Last Chapter




                               Chapter 15 – Last Chapter
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin 
 Rating       :+18
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Annyeong ;)
Author balik :D
Udah sampe di chap terakhir ni.. tapi tenang aja, setelah chap 15, author bakal ngasi bonus ff.. tapi setiap ff hanya one chapter oke?
Jadi ditunggu ya bonus ff nya readers ;;)
 Yuk baca chap 15
Di chap 15 ini keseluruhan nya tentang kehidupan Kazuto dan Yoo Ra setelah menikah ;;) 


-----****-----

2 bulan sudah berlalu semenjak Yoo Ra dan Kazuto dan Yoo Ra menikah. Keadaan semakin membaik. Suho sudah tidak menyalahkan dirinya lagi karena keluarnya Kris. Dan hubungan Suho dan Soo Mi juga semakin mesra. Kai dan Eun Sun juga sudah memulai hubungan. Mereka mulai berpacaran dua minggu yang lalu. Tetapi, mereka setiap hari selalu bertengkar. Dan bagaimana Kris? Kris sekarang masih sibuk syuting. Luhan juga sama, ia juga masih sibuk syuting. Dan kabarnya, Luhan memiliki seseorang yang ia sukai. Setelah patah hati mendengar kabar Yoona berpacaran dengan Lee Seung Gi, ia mulai melupakan Yoona. Memang terlalu cepat kabar Yoona berpacaran itu, Luhan sampai tak menyangka. Dan di lokasi syuting Luhan, piñata riasnya sangat cantik dan baik. Dia keturunan Cina-Korea. Ayahnya orang Korea. Ibunya orang Cina. Hampir hampir mirip dengan Kazuto. Tetapi ibu Kazuto orang Jepang.

Kabarnya Luhan dekat dengan piñata riasnya, dan memiliki perasaan untuk yeoja itu. Ia sudah pernah menceritakan ke member EXO lainnya dan ke pengantin baru itu tentang yeoja yang dia sukai. Tetapi ia tidak memberi tahu nama yeoja itu, ia hanya member tahu pekerjaan yeoja itu dan keturunan yeoja itu. Hanya itu saja. Bahkan Sehun yang dekat dengannya juga tidak diberitahu.

Tetapi Sehun pernah memeriksa ponsel Luhan, dan banyak sekali foto yeoja di ponsel Luhan. Di bawah foto yeoja itu selalu ada tulisan ‘Song’ . Sehun yang polos tidak mengerti maksud kata ‘Song’, ia bertanya kepada Chanyeol, dan Chanyeol bilang mungkin saja itu maega yeoja itu.

Dan Sebulan yang lalu Kazuto dan Yoo Ra pindah ke apartemen tempat  Exo tinggal.

Semuanya makin baik baik saja. Tetapi tidak untuk Kazuto dan Yoo Ra. Semenjak menikah, Yoo Ra jadi semakin dekat dengan Lee Jong Suk. Kazuto sering marah karena Yoo Ra selalu menemui Lee Jong Suk.
Dan hari ini mereka bertengkar lagi. Tetapi bukan maslah Yoo Ra, sekarang masalah Kazuto.

“Apa kau bersama yeoja itu lagi tadi?” Yoo Ra berkacak pinggang dihadapan Kazuto

Akhir akhir ini Kazuto sering foto bersama model bernama Im Ha Neul. Dan sering dipasangkan dengan yeoja itu. Hubungan Kazuto dengan Ha Neul menjadi lebih dekat. Yoo Ra curiga dengan kedekatan suaminya dengan Ha Neul.

“Aniyaa.. jinjja aniya” Kazuto mulai frustasi karena istrinya tidak percaya padanya.
“Mengapa aku mencium parfum wanita?” Yoo Ra mengendus ngendus “OMO.. apa kau berpelukan dengan dia?”
Kazuto menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal ”Ah ne.. tapi itu hanya untuk pemotretan saja”
“Aish neo jinjja… apa kau sudah lupa bahwa kau sudah mempunyai istri eoh??”
“Tentu saja tidak. Aku dan Ha Neul hanya rekan kerja”
“Aku tak percaya” Yoo Ra membuang muka
Kazuto makin frustasi melihat  tingkah istrinya “Lalu bagaimana hubunganmu dengan Jong Suk?” Kini Kazuto yang berkacak pinggang
“Mengapa kau malah membahas masalahku?”
“Dwesseo.. aku pergi dulu” Kazuto memakai sepatunya dan keluar dari kamarnya
Yoo Ra yang kebingungan melihat tingkah suaminya mulai berpikiran yang aneh aneh “Bagaimana jika dia menemui yeoja itu? Andwae.. aku harus mengikutinya” Yoo Ra memakai topi, kacamata hitam untuk penyamarannya.

Setelah siap dengan penyamarannya. Yoo Ra langsung keluar dari kamar dan pergi menuju basement. Ia masuk ke mobilnya dan bersiap melajukan mobilnya. Tetapi tiba tiba mobil Kazuto lewat di depan mobil Yoo Ra.
“Eoh itu dia. Kebetulan sekali” Yoo Ra mulai mengikuti mobil Kazuto “Tapi mengapa ia lama sekali keluar dari basement?”

Selang beberapa menit..
Mobil Kazuto menuju basement mall dan mulai memarkirkan mobilnya. Yoo Ra buru buru mencari tempat parkir yang tak jauh Dari mobil Kazuto.
Yoo Ra beruntung. Ia mendapatkan tempat parkir yang tak jauh dari mobil suaminya. Ia langsung keluar dan mengunci mobilnya. Ia masuk ke dalam mall dan mencari cari Kazuto.

Ketemu! Kazuto sedang berjalan santai kearah eskalator. Yoo Ra menutupi wajahnya dari samping dan mengikuti langkah Kazuto.

Kazuto berjalan santai kearah supermarket yang ada di mall itu.
Yoo Ra mengerutkan keningnya “Untuk apa dia ke sini?” Yoo Ra buru buru mengikuti Kazuto lagi sebelum ia kehilangan jejaknya.
Agar tidak ketahuan bahwa dia adalah mata mata Kazuto, Yoo Ra juga mengambil keranjang. Ia kembali mengikuti Kazuto dan mengmbil barang apa saja ketika Kazuto berhenti membeli sesuatu.
Tak lama kemudian, Kazuto pergi kearah kasir dengan keranjangnya. Yoo Ra juga pergi ke kasir. Kasir yang dekat dengan kasir Kazuto. Ia terus memperhatikan Kazuto
“Untuk apa dia membeli itu semua?” Yoo Ra setengah berbisik sambil melihat kearah keranjang Kazuto.

Kazuto masih menunggu antrian,sedangkan Yoo Ra sudah siap membayar. Ia hendak menunggu Kazuto. Tetapi tiba tiba ponselnya berbunyi. Ia langsung melihat kearah Kazuto. Kazuto sangat hapal nada dering ponselnya. Sebelum ketahuan, Yoo Ra langsung berlari sambil membawa belanjaanya.

Karena capek, Yoo Ra berhenti berlari dan duduk disebuah bangku. Ia mengambil ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab. Tertera nama Jong Suk di situ. Ia menghubungi Jong Suk kembali.
Langsung diangkat oleh Jong Suk.
“Wae?” Yoo Ra bertanya datar
“Kau dimana?” Suara Jong Suk terdengar
“Aku di mall. Ada apa?”
“Aku sungguh stress melihat Woo Bin”
“Wae? Kenapa dia?”
“Dia baru diputusin oleh pacarnya. Aku pernah bercerita padamu kan tentang pacarnya?”
“Em.. yeoja bermarga Song, penata rias kan?”
“Ne majayo. Katanya, yeoja nya sedang dekat dengan cowok di lokasi syuting.”
“Jinjja?” Yoo Ra melihat ke kanan. Kazuto keluar dari supermarket. Ia berjalan santai lagi. Mata Yoo Ra membulat.
“Aku tutup ya” Yoo Ra langsung mengakhiri sambungan dan menyimpan ponselnya di plastik belanjaanya lalu langsung berlari kearah basement. Ia langsung masuk kemobil dan mencampakan belanjaanya ke kursi belakang.
Ia langsung melajukan mobilnya . ia harus segera pulang sebelum Kazuto sampai di apartemen terlebih dahulu.


-----****-----


Yoo Ra akhirnya tiba di rumah. Ia menaruh belanjaanya di meja dapur dan masuk ke kamar tidur. Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur.
“Ahh… aku lelah” Yoo Ra memejamkan matanya. Namun tiba tiba ia membuka matanya dan terduduk di atas ranjang.
“Bermarga Song?.... penata rias?.... lokasi syuting…. Namja?....” Yoo Ra berusaha mengingat tentang mantan pacar Woo Bin. Ia seperti pernah mendengar.
Yoo Ra menggeleng geleng kan kepalanya “Aniyaa.. maldu andwae.. maldu andwae…”

“Aku pulang” suara Kazuto terdengar .
Yoo Ra buru buru menghapus pikiran buruk nya dan keluar kamar
“Wasseo?” Yoo Ra menyambut suaminya.
Kazuto hanya mengangguk.
“Aku ambilkan air dulu ya” Yoo Ra pergi ke dapur.
Tanpa sengaja, kazuto melihat plastic belanjaan di meja dapur. Kazuto tersenyum. Ia sudah menduganya.
“Kau darimana saja?” Yoo Ra kembali dari dapur dan memberikan air ke Kazuto. Kazuto langsung meminumnya
“Dari mall. Kapan kau pergi  berbelanja?” Kazuto pura pura tidak tahu.
“Ne?” Yoo Ra mengerutkan kening
Kazuto melihat kearah meja dapur. Yoo Ra mengikuti arah pandang Kazuto. Ia melihat belanjaan nya terletak disitu.
Yoo Ra mengutuk dalam hati, namun ia tersenyum kearah Kazuto “Tadi saat kau pergi. Aku berbelanja di supermarket seberang sana”
Kazuto tertawa kecil mendengar jawaban yang di karang oleh istrinya.  “Aku mandi dulu” Kazuto meletakkan gelas di meja dapur . tepat disebelah plastic belanjaan istrinya.
Ia masuk ke kamar tidur.
Yoo Ra memukul mukul kepala nya”Pabo pabo” Yoo Ra benar benar merasa bodoh saat ini

Kazuto yang mendengar dari dalam kamar, hanya bisa tertawa 


----****----


“Aku pergi dulu” Kazuto sudah bersiap siap  mau pergi kerja.
“em.. hati hati”
Kazuto mencium bibir Yoo Ra dengan cepat lalu keluar dari rumah.
Lagi lagi  Yoo Ra merasa kesepian. Setiap hari ia selalu merasa kesepian. Di apartemen EXO juga pasti kosong. Pasti jadwal mereka sangat padat.
Yoo Ra melihat keranjang baju. Keranjang itu hampir penuh. Ia menghela nafas. Lalu segera menyuci baju.

Setelah siap menyuci, ia menjemur pakaian lewat pintu belakang.
“Auh.. mengapa panas sekali” Yoo Ra buru buru menjemur . memang tempat untuk menjemur sempit, tapi dari situ bisa melihat pemandangan yang indah dari atas.
Akhirnya Yoo Ra selesai menjemur pakaian. Ia melihat jam dinding . pukul 12.30.

Kazuto masih lama lagi pulang. Ia juga tidak selera makan, jadi ia memutuskan untuk tidak memasak

Yoo Ra memilih untuk mengepel. Sudah lama ia tidak membersihkan rumah. Ia menyapu lalu mengepel.
Walaupun sudah lelah, tapi ia memaksakan diri. Ia harusm membersihkan rumahnya.
Karena sudah lelah, berjalan saja sudah tak karuan.
Karena lantai masih licin, ia terpleset dan lututnya terseret lantai.
“AHHH” Yoo Ra menjerit keras. Ia melihat lututnya.
Lututnya luka, memang tidak mengeluarkan darah, tapi sangat pedih. Kakinya tak bisa diluruskan. Terpaksa ia berjalan pincang ke kamarnya.
“Ah neomu appo” Yoo Ra duduk di atas tempat tidur.
“Kazuto..” ia memanggil nama suaminya “Kazuto, appo” Yoo Ra menangis karena terlalu perih.

“Aku pulang” tiba tiba suara Kazuto terdengar.
“Kazuto” Yoo Ra memanggil kazuto dengan keras ketika ia mendengar suara suaminya.

Mendengar suara Yoo Ra yang tak seperti biasanya, Kazuto langsung masuk ke kamar. Ia melihat istrinya nangis. Kazuto langsung panik.
“Yoo Ra-ya, waeyo? Mengapa kau menangis?” Kazuto mengusap air matab Yoo Ra.
“Appo.” Yoo Ra menjawab dengan suara lirih
“Appo?” Kazuto melihat kearah lutut Yoo Ra “Omo mengapa seperti ini?”
“Terpleset” Yoo Ra menjawab dengan suara lirih lagi
“Tidurlah dulu. Akan aku obati nanti” Kazuto mengusap air mata Yoo Ra lagi dan merebahkan Yoo Ra


-----****-----


Yoo Ra terbangun. Ia tidak melihat Kazuto. Ia bangun dan berusaha duduk karena lututnya masih terasa perih. Ia melihat lututnya. Lututnya sudah diberi plester. Yoo Ra tersenyum. Kazuto memang suami yang baik.
Ia turun dari ranjang dan keluar kamar walaupun masih pincang. Kazuto sedang memask.
“Kau masak apa?”
Kazuto menoleh “Mengapa kau bangun? Kau tidur saja. Akan aku antar nanti ini ke kamar”
Yoo Ra mendengus “hanya lututku yang terluka. Itu tidak parah”
“Tapi aku mengkhawatirkan mu. Ibu juga”
“Kau bilang ke ibumu?”
“Ne. wae? Aku juga bilang ke ibumu”
“Aih dasar..” Yoo Ra berniat ke dapur membantu Kazuto, tapi tiba tiba ia merasa mual.
Kazuto melihat kearah YooRa “Wae?” Kazuto langsung menghamipiri Yoo Ra
“Aku merasa mual”
“Kau hamil??” Kazuto tampak begitu senang
“Ne?” Yoo Ra menoleh kearah Kazuto


-END-

Akhirnya selesai juga..
Maaf ya kalau chap 14 dan 15 rada rada gaje..

Oke dahh ditunggu aja ya bonus ff nya
Jangan khaswatir, nnti ada lanjutan dari cerita Kazuto dan Yoo Ra kok.. ;;)

Tokyo Love Seoul Version 1-Chap 14








                               Chapter 14
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin
                    Yoona (SNSD)
Rating       : +18
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----

Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Chap 14 datang
Terlambat lagi dah :3
----****----

Tokyo,Jepang….

“Bagaimana perjalananmu?” Seorang wanita paruh baya melepas kaca mata hitamnya ketika ia sudah berada di dalam mobilnya.
“Lancar” Terdengar suara datar lelaki. Siapa lagi kalau bukan anak dari wanita paruh baya itu.
Lelaki itu memasang sitbel dan mulai menyalankan mesin mobil.
“Ibu akan ikut ke Korea nanti” wanita paruh baya itu berkata sambil menatap lurus ke jalanan
Lelaki yang duduk di balik kemudi itu mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya “Baiklah. Mau bertemu dengan Yoo Ra?”
“Ah iya. Ibu hampir lupa namanya” Ia mulai memasang sitbel “Kazuto, bagaimana gadis itu?”
“Ibu akan menilai sendiri saat bertemu dengannya” Kazuto menghentikan mobilnya saat lampu jalan berubah warna menjadi merah
Ibunya menatap kearah anaknya lalu memukul pundak anaknya “Auh.. mengapa kau jadi cuek begini sama ibu?”
Kazuto yang kaget akan pukulan tiba tiba itu hanya bisa menoleh kearah ibunya lalu mendengus “Dari dulu aku sudah begini”
“Apa kau tak kangen pada ibu?” Ibunya menatap anaknya dengan memasang wajah sedih
Kazuto yang melihat ekspresi konyol ibunya, dengan datar ia berkata “Tidak”
“KAZUTO” Ibunya kaget mendengar jawaban anaknya
Kazuto tertawa sambil menjalankan mobilnya lagi ketika lampu jalan sudah berwarna hijau. “Tentu saja kangen. Aku hanya bercanda tadi”

“Ibu kira kau sudah tidak sayang lagi sama ibu” Ibunya mengerucutkan bibirnya.
Kazuto tersenyum simpul “Jangan berpikiran macam macam. Ibu adalah orang yang paling aku sayang”
Ibunya tersenyum lebar, lalu bertanya dengan iseng “Lalu, Yoo Ra kau taruh dimana?”
“Em.. dia diurutan nomor 2”
“Ibu diurutan nomor 1?”
Kazuto mengangguk “Tentu saja”
“Ah.. anakku .. kau sungguh perhatian” Ibunya menatap Kazuto seolah seolah jatuh cinta pada anaknya -_-
“Tentu saja. Siapa dulu yang melahirkan aku …” Kazuto sedikit bercanda
Candaan Kazuto langsung dibalas oleh ibunya “Tentu saja aku!!” Ibunya menepuk nepuk  dadanya bangga telah melahirkan anak seperti Kazuto.
Kazuto terkekeh melihat ibunya. Ibunya dari dulu rak pernah berubah. Sifat dan sikapnya selalu begitu.
Itulah yang membuat Kazuto bersyukur bisa mempunyai ibu seunik ibunya.

30 menit kemudian—
“Ini rumah baru ibu?” Kazuto melihat rumah sederhana itu dengan serius “Mengapa ibu membeli rumah yang kecil? Apa ibu sudah bosan tinggal di rumah besar kita dulu?”
“Tentu saja. Rumah itu terlalu besar untuk ibu tinggali sendiri. Ayahmu sudah meninggal, kau tinggal di Seoul. Ibu sendirian tinggal di rumah besar itu. Makanya ibu membeli rumah yang kecil saja”
“Apa ibu tak ada pembantu?”
“Tak ada” Ibunya mendengar anaknya mendesah “Sudahlah. Ayo kita masuk”

----****----

Yoo Ra bolak balik melihat layar ponselnya. Karena tak kunjung ada panggilan dari Kazuto. Yoo Ra melempar ponselnya ke ranjangnya lalu keluar dari kamar.
“EOMMA!” Yoo Ra berteriak memanggil eommanya
Karena tak ada jawaban, Yoo Ra berteriak lagi “Eomma!”
“Wae?” Suara itu berasal dari belakang Yoo Ra
Yoo Ra terlonjak dan menoleh ke belakang “Eomma mengagetkanku”
Yoo Ra melihat eommanya menggenggam ponsel. Yoo Ra mengerutkan kening lalu bertanya “Apa tadi ada yang menelepon?”
Eommanya mengangguk sambil tersenyum senyum.
Yoo Ra semakin mengerutkan kening “Appa?” Tanya Yoo Ra lagi. Tetapi eommanya malah menggeleng
Yoo Ra semakin bingung “Lalu siapa?”
“Calon menantuku, Kazuto” Eommanya tersenyum lebar. Tapi senyumannya langsung pudar ketika melihat ekspresi Yoo Ra yang kaget dan bingung
“Waeyo?” Tanya eommanya penasaran.
“Kazuto menelepon eomma?”
Eommanya mengangguk “Wae?” tanyanya sekali lagi
“Ah. Aniya. Bukan apa apa” Yoo Ra kembali ke kamarnya.
Ia membanting tubuhnya ke atas ranjang “Aish.. nappeun namja”
Tiba tiba Yoo Ra teringat sesuatu “Ah iya. Tadi pagi aku kan bertengkar dengannya. Auh.. pabo.. bagaimana bisa aku lupa itu” Yoo Ra memukul mukul kepalanya.

----****----

Sama dengan Yoo Ra tadi, Kazuto juga bolak balik melihat layar ponselnya. Dengan posisi telentang, ia mengangkat ponselnya. Menunggu telepon dari Yoo Ra atau sedang bimbang.
Berbeda dari Yoo Ra, ia masih ingat dengan jelas bagaimana mereka bertengkar tadi. Yoo Ra salah paham tentang pertemuannya dengan Yoona tadi pagi. Ia bingung harus menelepon nya atau tidak.
Tiba tiba ponselnya bergetar di dalam genggamannya. Ia langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya, berharap itu dari YooRa. Tapi ternyata tidak. Dengan raut kecewa, ia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
“Oh ada apa Kris?”
“Kau sudah sampai hyung?” Suara bass milik Kris terdengar di seberang sana.
“Sudah. Tumben sekali kau menelepon. Ada apa?”
“Ini bukan keinginanku. Ini keinginan Sehun”
“Sehun?Dimana dia?”
“Di sebelahku” Kris menjawab datar, lalu terdengar suara Kris yang tampaknya berbicara kepada Sehun “Bicaralah dengan hyung”
Tiba tiba…….
“KAZUTO HYUNG!!”
Suara imut Sehun yang keras membuat Kazuto terlonjak dan spontan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“Sehun-ah, bicaranya pelan pelan saja”
“Keke.. Mian hyung. hyung sudah sampai?” Sehun menanyakan pertanyaan yang sama dengan Kris tadi -_-
“Sudah” dan Kazuto menjawab pertanyaan itu yang kedua kali
“Minggu depan hyung menikah dengan noona kan?”
“Mm.. Wae? Kau datang kan?”
“Kami semua akan datang hyung. tenang saja”
“Baiklah. Suho dimana?”
“Suho hyung sudah tidur”
“Jeongmal?Cepat sekali”
“Suho hyung kelelahan. Kasihan dia, jadi aku suruh tidur duluan hyung. keke..”
“Em… sehun-ah, diantara kalian ber-12, apakah ada yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra?”
“Noona? Em.. sepertinya Baekhyun hyung”
“Jinjja? Mereka dekat?”
“Ne. semenjak pesta malam tahun baru itu, mereka jadi dekat”
Mendengar jawaban Sehun, Kazuto langsung ingin menelepon Yoo Ra. Takut kalau Yoo Ra sedang asyik berbicara dengan Baekhyun lewat telepon.
“Sehun-ah, hyung tutup ya” Kazuto langsung mengakhiri pembicaraan.

“Waeyo? Mengapa tiba tiba ditutup?”
Sehun berbicara sendiri sambil melihat layar ponselnya.
“Wae? Mengapa menyebut namaku?” Baekhyun yang mendengar Sehun menyebut namanya, langsung bertanya
“Ani. Hyung, apa hyung memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona?” Tanya Sehun
“Ada . wae?”
“Aniya. Tadi Kazuto hyung menanyakan itu”
Baekhyun mengangguk ngangguk, namun tiba tiba ia menghentikan anggukannya lalu menatap Sehun dengan tampang cemas
“Jinjja?? Lalu apa kata Kazuto hyung?”
“Setelah Kazuto hyung mengetahui bahwa hyung yang memiliki nomor ponsel Yoo Ra noona, ia langsung mengakhiri pembicaraan.
“Jinjja?? Ah.. Kazuto hyung pasti marah. Pasti Kazuto Hyung mengira kalau aku menggoda YooRa noona”
Sehun mengangkat bahu “Memang seperti itu kenyataannya” Sehun berjalan santai meninggalkan Baekhyun.
“Yak Sehun!! Aku tidak pernah menggoda Yoo Ra noona!!”
Sehun yang mendengar itu hanya mengangkat bahu dengan senyum jail.

----****----

Kazuto memakai mantel cokelatnya lalu keluar kamar
“Ibu, aku pergi dulu”
“Mau kemana?” suara ibunya terdengar dari arah dapur
“Teman temanku mengajak bertemu” Kazuto melirik jam tangannya “Aku pergi dulu”
“Hati hat..” belum selesai ibunya berbicara, suara pintu ditutup sudah terdengar.
Ibunya menggeleng gelengkan kepala lalu melanjutkan mengupas buah.

Kazuto membuka pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya. Ia mempercepat laju mobilnya. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di lokasi.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya Kazuto sampai di lokasi. Ia menuju ke basement dan memarkirkan mobilnya.
Sesuai apa yang dibilang temannya. Ia menuju ke lantai 5. Tempat ini bisa dibilang hotel. Tetapi da restoran besar di lantai 5

TING!
Bunyi lift terdengar. Kazuto keluar dari lift.
Tempat ini benar benar menakjubkan. Tepat didepan lift, pintu masuk restoran itu terbuka lebar.
Kazuto merasa disambut oleh restoran itu. Restoran itu benar benar besar. Selama 23 tahun Kazuto tinggal di Jepang, ia belum pernah kesini.
“Sudah 4 tahun aku meninggalkan Jepang dan tinggal di Korea. Jepang benar benar sudah berubah” pikir Kazuto
Kazuto melangkahkan kaki ke dalam restoran dan mulai mencari teman temannya. Ia masih ingat jelas wajah temannya.

----****----

SEOUL, KOREA SELATAN

Pria bermasker hitam dan berkacamata hitam keluar dari sebuah supermarket. Lalu ia melangkah menuju apartemen. Sepertinya, ia tinggal di apartemen itu.
Setelah masuk ke lobi apartemennya, ia membuka masker dan kacamatanya. Ia menekan tombol lift, tetapi liftnya tak kunjung terbuka. Tak mau menunggu, akhirnya ia memutuskan untuk naik lewat tangga saja.
Ia berhenti sejenak karena kelelahan. Sekarang ia sudah berada di lantai 5. Ia baru mau melanjutkan perjalanannya lagi ketika suara yang dikenalnya terdengar.
“Arra. Arraseo, aku akan datang pagi pagi besok”
Seseorang itu muncul dihadapan Kai. Yeoja itu sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Karena terlalu asik menelepon, ia sama sekali tak melihat Kai yang ada disana dan melewatinya begitu saja. Kini jarak yeoja itu dengan Kai hanya 3 anak tangga saja.
Yeoja itu terlalu asik menelepon sehingga saat naik tangga ia terjatuh dan badannya oleng kebelakang.
Tetapi yeoja itu tak merasa benturan yang kuat. Ia malah merasa seperti ada yang menahannya. Ia menoleh ke kiri lalu langsung terlonjak,.
“Kauuu?? Apa yang kau lakukan?” Eun Sun berusaha keras menahan agar wajahnya tidak merah karena malu
“Hanya menolongmu” jawab Kai acuh tak acuh “Lain kali hati hati” Kai melewati Eun Sun dan melanjutkan perjalanannya lagi.

Eun Sun berdiri terpaku melihat Kai dengan ekspresi bodohnya. Lalu melangkahkan kaki untuk naik ke lantai 6 sama dengan Kai.
Sesampai di lantai 6, ia langsung menuju kamar nomor 114. Sedangkan Kai masuk ke kamar nomor 113, tepat di sebelah kamar Eun Sun.

Eun Sun duduk di sofa empuknya sambil memikirkan Kai. Saat menolongnya tadi Kai tampak seperti malaikatbukan seperti setan yang biasanya ia pikirkan.
Tersadar dari lamunannya, Eun Sun menepuk nepuk pipinya “Auhh.. mengapa aku jadi memikirkan dia”

----****----

“Aku pulang” Kazuto membuka pintu rumah dan langsung tiduran di sofa panjang milik ibunya “Ahh..” desahnya
“Oh kau sudah pulang” ibunya keluar dari kamar sambil mengikat rambutnya “Bagaimana? Seru tidak?”
“Emm” kazuto hanya menggumam sambil mengangguk “Aku ke kamar dulu” Kazuto bangkit lalu masuk ke kamarnya.

Saat masuk ke kamarnya, ia melihat laptopnya di atas meja. Sudah lama ia tak memakai laptopnya, ia memutuskan untuk membuka google sebelum tidur. Ia melepas mantelnya dan duduk di depan meja lalu membuka laptopnya.

Ia mulai sibuk mencari kabar kabar terbaru dari artis kpop. Tiba tiba ada satu berita yang membuatnya penasaran. Ia membaca artikel itu dengan serius.
Dengan tergesa gesa, ia keluar kamar dan mencari ibunya “Ibu, kita pulang ke korea besok” setelah mengatakan itu Kazuto langsung masuk kamar dan mengemas barang barangnya.

-----****-----

Kazuto dan ibunya keluar dari bandara. Mereka sama sama memakai kacamata hitam. Karena kepulangannya yang mendadak, tidak ada yang tahu bahwa dia akan pulang hari ini, jadi tidak ada yang menjemput nya di bandara.

Kazuto menyetop taksi yang lewat dan menaruh tas nya dan koper ibunya di bagasi. Ia masuk ke taksi dan duduk di sebelah ibunya.
Ibunya menatap anaknya bingung. Ia masih bingung mengapa pulang tiba tiba seperti ini
“Mengapa tiba tiba nak?” Tanya ibunya dengan lembut
Kazuto menoleh “Ada urusan, bu” 
“Sekarang jam berapa? Jam tangan ibu ketinggalan di rumah” 
Kazuto melirik jam tangannya “Jam 12 siang” Kazuto mengambil ponselnya “Ah nanti malam aku ada urusan. Ibu di apartemenku baik baik ya. Jangan bongkar bongkar lemariku”
Ibunya mendengus “Baiklah baiklah”

-----****-----

Sesuai perkataannya tadi siang, mala mini ia benar benar pergi. Meninggalkan ibunya sendirian di apartemen. Ia menuju basement dan mulai mencari mobilnya. Ia lupa memarkirkannya dimana sebelum ia ke Jepang kemarin. 

Setelah menemukan mobilnya, ia langsung masuk mobil dan menuju ke sebuah apartemen yang tak jauh dari apartemennya.

Ia menuju ke basement apartemen itu, dan langsung berlari ke kearah lobi. Kebetulan sekali saat itu liftnya baru terbuka, ia berlari makin kencang kearah lift sebelum liftnya tertutup. Ia tepat waktu, ia sudah berada di lift sebelum lift nya tertutup.

TING!
Bunyi lift terdengar. Ia keluar dari lift setelah tahu bahwa ia sekarang sudah berada di lantai 6. Ia menuju kamar nomor 113. Yap! Ia sekarang lagi menuju ke kamar tempat EXO berada.

Ia membuka pintu kamar EXO. Tidak dikunci. Ia langsung masuk. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ada Yoo Ra di sana. Ia tampak sedang menenangkan Tao yang menangis.
“Yeudera” ucap Kazuto sambil mendekati kearah EXO. Semua menoleh, mereka terkejut melihat keberadaan Kazuto
“hyung..” ucap D.O tak percaya
“Kazuto..” Yoo Ra juga tak percaya melihat Kazuto disini.
“Apa maksudnya itu? Apa maksudnya Kris keluar dari EXO??” Kazuto mulai menanyakan tujuan ia kembali ke korea.
“Suho-ya, apa kau membela SM? Dan membiarkan Kris pergi begitu saja?” Kazuto kini beralih pada Suho
“Apa boleh buat hyung” Suho menjawab dengan suara pelan
“Mwo? Suho-ya, kau lihat Tao. Ia menangis karena tak rela Kris pergi. Semuanya juga menangis. Kenapa kau terlihat biasa saja?”
“hyungg…” baru saja Suho baru menjawab tiba tiba terdengar..
“PIKYEO!” seorang yeoja manis berdiri di hadapan Suho sambil berkacak pinggang “Mana Kris? Apa dia sudah pergi?”
Melihat kedatangan yeoja itu, suho langsung menunduk sambil mengangguk “Aku tak kenal EXO yang membernya 11. Aku hanya mengenal EXO dengan 12 member. Aroo?!” yeoja itu juga tampak sangat marah atas keluar nya Kris .

“Neo nappeun! Mengapa kau tak mencegah dia eoh?? Mengapa kau membiarkan dia pergi begitu saja?? Dia bahkan tidak pamit denganku.. neo nappeun suho-ya” yeoja itu memukul mukul dada Suho.

Suho menangkap tangan yeoja itu yang hendak memukulnya “Mian.” Suho menatap ke semuanya “MIanhae yeudera”
Suho berbalik dan menuju ke kamarnya.

“Hyung, walaupun suho hyung terlihat biasa saja, tapi ia juga merasa terpukul akan kepergian Kris. Ia juga sangat dekat dengan Kris. Ini bukan kesalahan Suho. Suho hyung juga tak ingin Kris hyung pergi, tapi dia bisa apa. Satu satunya cara adalah merelakannya. Itu yang dipikirkan Suho hyung. walaupun kami semua merasa Kris hyung egois dan tak mau kehilangan dia, tapi kami menghormati keputusannya hyung. Jika nanti, Kris hyung ingin kembali bersama kami. Kami tak akan ragu ragu untuk memberinya pintu masuk. Pintu masuk ini selalu terbuka untuknya hyung. disini tak ada yang salah hyung. jangan salahkan suho hyung lagi” Chen angkat bicara.

Chen jadi merasa sedih melihat sikap Suho tadi, jadi ia memutuskan untuk angkat bicara.
“Soo Mi-ah.. Han Soo Mi” D.O menyebut nama yeoja tadi. Yeoja tadi menoleh “Kau tenangkanlah suho hyung. bagaimanapun dia adalah pacarmu, kau harus menenangkannya”
Soo Mi mengangguk “Arraseo”

----****----

Kazuto berdiri dengan jas hitam yang rapi. Ia menunggu mempelai wanita memasuki ruangan.
Pintu gereja terbuka, Yoo Ra masuk dengan ayahnya sambil menggandeng lengan ayahnya. Yoo Ra tampak cantik dengan gaun putih.

Kazuto mengulurkan tangan setelah Yoo Ra sampai di hadapannya. Lalu mereka berdiri berdampingan di hadapan pendeta.

“Kang Seung Ho . bersediakah engkau mengasihi Lee Yoo Ra seumur hidup, dalam keadaan susah maupun senang?”
“Aku bersedia” jawab Kazuto
“Aku juga bersedia” Yoo Ra juga menjawab

Seketika, ruangan penuh dengan suara tepuk tangan. EXO yang kemarin lagi dilanda masalah, hari ini mereka terlihat bahagia. Yoona juga hadir dengan pacar barunya,Lee Seung Gi . Yoona juga tampak bahagia. Walaupun dia juga merasa sakit hati, tapi karena ia sudah memiliki Lee Seung Gi ia juga ikut bahagia.
Han Soo Mi juga hadir. Ia duduk tepat di sebelah Suho sambil menggandeng lengannya. Suho tersenyum melihat wajah Soo Mi yang bahagia.

Kang Eun Sun juga hadir. Ia duduk di tepat di sebelah Kai. Kai terlihat risih. Sedangkan Eun Sun dari tadi curi curi pandang kearah Kai.

Eomma Yoo Ra dan ibu Kazuto tersenyum bahagia melihat anak mereka menikah. Mereka duduk sebelah sebelahan.
“Terima kasih sudah mempercayai anakku untuk menjadi menantumu” ucap ibu Kazuto senang
“Terima kasih juga sudah melahirkan anak seperti Kazuto untuk Yoo Ra” mendengar perkataan eomma Yoora, mereka berdua tertawa.

----****----

Kini pengantin baru itu sudah berada di apartemen Kazuto. Yoo Ra keluar kamar dan sudah mengganti bajunya. Sekarang ia memakai piyama berwarna pink.

“Kazuto” ia duduk di sofa. Di sebelah suaminya “Ada yang ingin kutanyakan”
Kazuto menoleh menatao istrinya “Tanyakan saja”
“Mengapa saat nikah tadi, pendeta menyebut nama korea mu, bukannya harusnya menyebut nama jepangmu?”
“Kemarin ibuku bilang bahwa ayah aku adalah orang korea asli. Nama nya Kang In Ho.  Ia pindah ke Jepang karena harus mengelola perusahaannya. Dan tak lama kemudian, ayah ku bertemu dengan ibu ku. Ibu ku orang Jepang asli. Lalu mereka menikah. Awalnya, ayah ku ingin memberiku nama Korea. Tapi, karena ayah aku berpikir aku akan tinggal di Jepang selamanya. Jadi ia member ku nama Jepang. Namaku sebenarnya adalah Kang Seung Ho. Ayah ku meninggal saat aku berumur 1 tahun. Makanya itu, aku tidak tahu identitas ayahku. Sekarang kau sudah mengerti?”
Yoo Ra mengangguk ngangguk “Mengerti. Jadi margamu adalah Kang?’
Kazuto mengangguk “Sudahlah ayo kita tidur”

TBC—


Tuesday, June 3, 2014

TOKYO LOVE SEOUL VERSION 1 chap 13




                                                             Chapter 13
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin
                    Yoona (SNSD)
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy


----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Chap 13 datang
Maaf ya lama
Akhir akhir nae sibuk nonton drama .. keke :v

----****----


“Anyyeong Haseo kita bertemu lagi” sapa Jong Suk di depan Yoo Ra dan Kazuto.
Sedangkan Woo Bin hanya membungkukkan badannya di depan Yoo Ra.
“Ah ye, anyyeong” Yoo Ra membalas sapaan mereka dengan kikuk.
“Kajja, na baegopha” Woo Bin mendahului Jong Suk dan mulai memesan, Jong Suk pamit dan mengekor di belakang Woo Bin.

Jong Suk dan Woo Bin duduk di tempat yang tak jauh dari tempat Kazuto dan Yoo Ra
“Mengapa kau cuek sekali pada mereka?” Tanya Jong Suk, ia memakan ramennya dengan penuh semangat
“Karena aku tidak mau bertatap muka dengan orang yang sudah menyebut kita preman” Woo Bin menjawab dengan mulut yang penuh dengan ramen
Jong Suk berhenti makan dan meletakkan kedua sumpitnya diatas meja “Tak bisakah kau lupakan masalah itu? Dia juga sudah kau pukul kan, lupakan sajalah”
“Ne ne arra” Woo Bin mengalah dan meneruskan memakan ramen.


“Jam berapa besok kau berangkat ke bandara?” Tanya Yoo Ra
“Sekitar jam 8. Wae?” Kazuto memakan ramen nya lagi , Yoo Ra hanya menggelengkan kepalanya “Kau sendiri jam berapa besok pergi ke toko boneka?”
“Sekitar jam 10. Wae?” Yoo Ra menirukan gaya Kazuto. Kazuto tersedak lalu menatap calon isrinya dengan sengit
“Kau meniruku?”
“Kau benar benar pergi secepat itu?” Yoo Ra merasa aneh dengan Kazuto. Kazuto menatap Yoo Ra sebentar lalu mengangguk.
“Geunde Wae? Aku dengar pesawatmu berangkat pukul 11”
Untuk kedua kalinya, kazuto tersedak. “Uhukk.. bagaimana kau bisa tahu?”
“kenapa aku harus tidak tahu? Tentu saja aku harus tahu”  Yoo Ra mengangkat bahunya acuh tak acuh dan melanjutkan makannya. Tanpa sengaja, mata nya bertemu dengan mata Lee Jong Suk.

Namja itu juga sedang memperhatikannya. Yoo Ra menjadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya kearah mangkuk ramennya.

“Ada urusan besok yang mengharuskan aku pergi cepat” Suara Kazuto terdengar. Yoo Ra menatap Kazuto. Karena ia sedang salah tingkah, jadi ia hanya bisa mengangguk.

----****----


08.00 AM
“Kau dimana?” suara yeoja yang imut terdengar di seberang sana.
“Eo aku sebentar lagi akan siap. Tunggu aku. Aku tutup dulu eoh” Kazuto mengakhiri sambungannya dan memakai jaketnya dan kacamata hitam nya.
Ia melirik jam tangannya, lalu mematikan semua lampu dan menutup pintu apartemennya lalu menguncinya.
Ia membawa tas yang berisi bajunya lalu masuk kedalam lift. Ia mengambil ponselnya yang ia simpan di balik saku celananya, lalu menelepon seseorang
“Ini aku. Kau dimana?” Kazuto keluar dari lift dan melangkah keluar apartemen “Aku sudah keluar apartemen. Eo kau di restoran itu?..... geureu, tunggu aku”
 Kazuto menyimpan ponselnya di balik saku celananya.

15 menit kemudian—
Kazuto keluar dari taksi tepat di depan restoran yang ia dan seseorang janjikan di telepon tadi.
Ia memasuki restoran itu dan menatap sekeliling, ia mencari seseorang. Setelah memastikan bahwa itu adalah orang yang benar. Ia langsung melangkah kaki kearah meja disamping jendela tembus pandang.

“Menunggu lama?” Kazuto duduk di hadapan yeoja itu sambil memandang keluar jendela menatap jalanan yang masih sepi.
“Oppa.. apa kau benar benar akan ke jepang hari ini?”
“Aku disana hanya 2 hari” Kazuto menatap yeoja itu dengan malas ”Apa yang ingin kau bicarakan, Yoona?”
Kazuto mengaduk aduk cappuccino nya dengan tampang malas.
“Oppa….” Yoona memegang tangan kiri Kazuto. Kazuto kaget dan berusaha melepaskan genggaman itu.
“Sebentar saja oppa” ucap Yoona lirih.

Kazuto menghela nafas dengan berat “Cepat katakan apa yang ingin kau katakan, jangan mengulur waktu” Kazuto mulai risih berada di dekat Yoona
“Kau masih ingat kan apa yang kukatakan saat malam tahum baru?”
“Ne. wae? Kau ingin menagihnya?”
“Ne. oppa belummendapatkan calonnya kan? Jika belum, ayo kita menikah” Yoona berkata dengan keberanian yang ia punya.
“Siapa bilang aku belum mendapatkannya. Aku sudah dapat. Sudah ya, aku pergi dulu” Kazuto melepaskan genggamannya dan bangkit.
“Tunggu! Nugu? Nugu rang?” Yoona panik mendengar jawaban Kazuto.
“Kau sangat ingin tahu?”        Kazuto mengangkat alis kanannya sambil memiringkan kepalanya.
“Oppa jangan bercanda! Jawab aku!” Yoona berteriak keras.
“Jika kau ingin tahu datanglah minggu depan. Alamtnya akan ku-sms” Kazuto melihat Yoona yang tak bergeming “Aku pergi”
Ia baru hendak melangkahkan kakinya, tapi ia kembali menatap Yoona
“Ada yang ingin kusampaikan untukmu”
Yoona masih tak bergerak, tapi ia menjawab  dengan suara pelan “Mwo?”
Walaupun pelan, tetapi Kazuto bisa mendengarnya “Yoona yang kukenal adalah Yoona yang baik bukan Yoona yang genit seperti yang kukenal sekarang”
Setelah mengatakan itu, Kazuto benar benar melangkahkan kakinya, tetapi terhenti lagi karena mendengar suara Yoona.
Yang tadinya tak bergerak sama sekali, setelah mendengar kritikan pedas dari mulut Kazuto, Yoona mengangkat kepalanya.
 “Mworagu? Yak! Aku bukan yeoja genit, aro! Siapa kau seenaknya aja mengataiku yeoja genit. Micheo !!” Yoona bangkit dari duduknya dan menatap sengit Kazuto.
Kazuto malah mendegus melihat ekspresi Yoona “Seperti itulah Yoona yang kukenal” Kazuto tersenyum meremehkan lalu pergi dari restoran.

----****----


Yoo Ra asik berjalan dengan riang ke toko boneka. Ingin memberikan kado pernikahan untuk Soo Hwa dan oppa nya yang baru menikah.
“Ah.. mereka pasti sudah melakukannya. Aigoo” Yoo Ra mengembuskan nafasnya , ia memikirkan yang tidak tidak.
“Aishh.. yadong sekali aku” Yoo Ra memukul kepalanya lalu menoleh ke kiri.
Ke arah restoran.
Ia sangat ingin makan di restoran ini dengan Kazuto. Ia menatap ke sekeliling restoran itu dari luar. Tiba tiba pandangannya terhenti. Ia melihat seorang namja dan yeoja berpegangan tangan sambil membicarakan sesuatu. Ia terus memandangi mereka. Lebih tepatnya, ia menatap kearah namja. Ia benar benar mengenali namja itu. Namja yang selama ini memenuhi pikirannya. Namja yang selalu membuatnya berdebar debar jika berada di dekatnya.

KAZUTO. Namja itu Kazuto. Namja yang sedang ia lihat sekarang adalah Kazuto.
Yoo Ra menghembuskan nafasnya lalu tersenyum lemah “Mereka benar benar serasi”
“Nugu?”
Yoo Ra terkejut mendengar suara itu, ia berbalik. “Ah.. kau rupanya. Mengagetkan saja” Yoo Ra lega setelah tahu bahwa itu Lee Jong Suk.
Lee Jong Suk menggaruk telinganya sambil tersenyum bodoh “Siapa yang serasi?”
Jong Suk juga melihat kearah Kazuto “Eo, bukankah itu namja yang memukuli aku kan?” Jong Suk menatap Kazuto lekat lekat. Memastikan bahwa perkataanya benar.
“Majayo” Yoo Ra mengangguk sambil melangkahkan kakinya.
Jong Suk langsung mengikuti langkah Yoo Ra. “Dia siapamu? Oppa? Samchon? At…”
“Yak! Memangnya dia pantas disebut sebagai paman ku?? Dia bahkan belum berumur 30 tahun! Aishh”
 Yoo Ra memotong perkataan Jong suk dan marah marah karena Jong Suk mengatakan bahwa Kazuto adalah pamannya.
Jong Suk menggaruk telinganya “Aku kan hanya bertanya bukan mengatakan”
Yoo Ra menghembuskan nafasnya “Dia calon suamiku”
“Jinjjayo???” Jong Suk kaget mendengar “Jadi, kau akan segera menikah? Eonje?”
“Minggu depan”
“Wahh…  daebak…”
Jong Suk masih mengikuti langkah Yoo Ra “Kau mau kemana?” tanyanya
“Ke toko boneka” jawab Yoo Ra .

“ Yoo Ra ?” suara yang ia kenal terdengar. Ia menoleh. Dan benar. Kazuto ada di belakangnya.
“apa yang kau lakukan disini?” Kazuto  melihat kearah Jong Suk “Dengan namja ini?”
“Eo, aku mau ke toko boneka dan bertemu Jong Suk di jalan” jawab Yoo Ra ketus.
“Benarkah itu?” Kazuto memiringkan kepalanya kearah Yoo Ra
“Tentu. Kau juga baru saja menghabiskan waktu dengan Yoona kan?” Yoo Ra menatap sengit kearah Kazuto lalu menarik tangan Jong Suk “Kajja”

Jong Suk yang diseret oleh Yoo Ra menggumam “Auh. Kisah percintaan memang rumit”
“Diamlah” Yoo Ra mendorong pintu masuk toko boneka dan menghilang di balik toko.

Sedangkan itu. Kazuto terus menatap kearah toko boneka itu.


TBC—
Auh.. kisah percintaan memang rumit :v

Ditunggu aja ya chap selanjutnya ^^
Gomawooo :*