Chapter 12
Author : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung
Ho / Kazuto / Model SM (OC)
Lee Yoo Ra (OC)
EXO (Luhan, Kris, Suho, Sehun, Chen, Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol, Lay, Tao, Xiumin)
Kang Eun Sun ( OC )
Lee Jong Suk
Kim Woo Bin
Rating : +17
Genre : Romance, Family, Comedy
----****----
Cerita ini
hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita
ini bisa jadi itu PLAGIAT .
Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata
kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah
kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !
Anyyeong
yeorobunn!!!
Chap 12
datang ^^
Kagak lama
kan?? Kan uda nae lagi free, jadi bisa nulis sepuasnya sampe tangan nae patah
:O
Di chap ini
ada 2 cowok ganteng yang bakal numpang lewat :v
Kalian tau
gak? Kan uda nae tulis namanya tuhh :D
Pasti tau
sama Kim Woo Bin kn? Yang main the heirs lhoo ;;)
Dan Lee Jong
Suk tau gak? Yang main I Hear Your Voice lhoo ;;)
Dan mereka
pernah main bersama di drama School 2013 J
Mau tau gak
Jong Suk sama Woo Bin jadi apa di cerita ini?
Kalau
begitu, silakan di baca chap 12 ^_^
----****----
“Eo.. Yoo
Raa ..” Kazuto panik karena tiba tiba Yoo Ra datang sambil membanting pintu,
Kazuto melirik kearah Eun Sun yang masih pingsan di tempat tidurnya, lalu
menatap Yoo Ra lagi “Apa yang kau lakukan disini?”
Belum sempat
Kazuto mendengar jawaban dari mulut Yoo Ra, Yoo Ra sudah berbalik dan berlari
meninggalkan apartemen Kazuto.
“YOO RA!!”
Kazuto spontan berteriak dan melirik Kai
Kai
mengangguk “Kejarlah hyung, dan jelaskan semua”
Mendengar
itu, Kazuto langsung berlari, tapi baru beberapa langkah tiba tiba….
“Hyung?”
Kazuto
dengan berat hati berbalik “Mwo?”
“Mianhae”
Ucap Kai sambil menundukkan kepalanya
“Aishh..
nanti saja kita bicarakan, khanda” Kazuto melanjutkan berlari keluar
apartemennya dan mulai mencari Yoo Ra
Kazuto sudah
berusaha mencari Yoo Ra , tapi tetap tidak ketemu. “Cepat sekali larinya”
Kazuto kembali berlari hingga akhirnya ia
hampir mencapai halte , Kazuto memegang kedua lututnya sambil terengah engah
“Auhh.. ini sudah menguras tenaga ku terlalu banyak, aku akan istirahat
sebentar di halte.. aigoo”
Kazuto
melangkahkan kakinya kearah halte, tapi langkahnya langsung terhenti ketika ia
melihat ada yeoja yang sedang menangis di sana. Tapi, yeoja itu dikelilingi 2
namja, Kazuto makin panik , ia langsung berlari kearah yeoja itu.
----****----
YOO RA POV—
Aku langsung berlari ketika melihat ada Eun Sun di kamar
Kazuto, pikiranku langsung kacau. Aku langsung memikirkan yang tidak tidak. Aku
terlalu takut apalagi setelah aku tahu bahwa Eun Sun menyukai Kazuto. Ia pasti
akan melakukan apa saja demi mendapatkan Kazuto, termasuk hal itu.
Aku terlalu lelah ketika aku sampai di halte, aku langsung
melangkah menuju tempat duduk dan langsung meletakkan pantat ku dengan keras.
Aku terus memikirkannya , pikiran itu tak hilang, aku terus
memikirkannya sampai aku mengeluarkan air mata. Semakin aku memikirkannya
semakin deras air mata aku. Tapi, aku benar benar tidak bisa melepaskan itu
dari pikiranku. Aku benar benar kecewa pada Kazuto.
YOO RA POV END—
----****----
“Hiksss…
hikss…”
2 namja yang
sedang berjalan di dekat halte mendengar sura tangisan seseorang. Ah maksudnya,
hanya satu namja dari 2 namja ini yang mendengarnya -_-
“Yak Woo Bin , Kau mendengar suara tangisan?”
Tanya Jong Suk kepada sahabatnya itu
Woo Bin diam
dan mencoba mendengarkan suara tangisan.
“Hikss… hikss…”
“Aku
mendengarnya, wae?”
Jong Suk
menggaruk telinganya yang tak gatal “Aissshhh..” Ia merasa kesal dengan
kepolosan dan sikap dingin dari Woo Bin, ia mulai mencari asal suara itu.
Tiba
tiba, matanya menangkap sosok yeoja yang
sedang duduk di halte sambil menundukkan kepalanya, terlihat jelas bahwa yeoja
itu sedang menangis.
Jong Suk
memukul punggung Woo Bin dan berjalan kearah yeoja itu. Woo Bin melihat kearah
yeoja itu juga dan mengikuti langkah Jong Suk.
Bahkan saat
mereka sudah berada tepat didepan yeoja itu, yeoja itu masih menangis. Yeoja
itu akhirnya mengangkat kepalanya, mungkin karena sudah melihat sepatu mereka.
Yeoja itu
menatap mereka dengan mata yang masih berkaca kaca. “Mwo?” Tanya yeoja itu
“Kau pasti
sedang patah hati,kan?” Woo Bin melangkah ke tempat duduk dan duduk di samping kanan yeoja itu.
Jong Suk
juga duduk di samping kiri yeoja itu “Kau kenapa?” Tanya Jong Suk hati hati
“Bukan
urusanmu. Kalian siapa? Mau apa kalian?” Yeoja itu kelihatan panik.
Woo Bin bangkit dari tempat duduknya dan
menarik Jong Suk yang masih duduk “Kajja”
Jong Suk
melepaskan cengkraman tangan Woo Bin “Chankamman” Jong Suk kembali duduk di
samping yeoja itu.
Woo Bin
menatap sengit kearah Jong Suk “Dasar tukang ikut campur” Ia melangkah ke sudut
halte. Dan berdiri menunggu Jong Suk disana.
Jong Suk
mendengarkan baik baik apa kata yeoja itu, akhirnya yeoja itu mau menceritakan
apa yang terjadi kepada Jong Suk.
Tiba tiba….
Woo Bin
melihat orang yang berlari kearah halte, Woo Bin mulai merasakan hal yang tidak
enak
“Yak Jong
Suk, kajja. Ppalli!” Woo Bin masih serius melihat seseorang itu
“Sebentar
lagi” itulah jawaban Jong Suk, tak lama setelah itu punggung Jong Suk dipukul
oleh orang yang Woo Bin lihat.
Woo Bin
menggaruk tekuknya “Aish benarkan dugaanku. Mengapa dia bandel sekali auhh.”
Woo Bin memperhatikan perkelahian diantara 2 namja itu. Jong Suk hanya memukul
namja itu sekali, selebihnya ia hanya membiarkan badannya dipukul.
Woo Bin
mendengar teriakan seorang yeoja, Woo Bin melirik yeoja tadi dan menarik yeoja
itu ketempat nya “Kau tunggu disini, jika tak ingin melihat maka tak usah
melihat. Jangan berteriak. Suaramu membuatku sakit kepala” Woo Bin mengacak
rambut yeoja itu.
“YAKK
SAEKKIA!!” Woo Bin berteriak kearah namja yang memukul Jong Suk, namja itu
berhenti memukul dan melihat kearah Woo Bin yang mendatanginya.
“Mwo?” Namja
itu bertanya santai “Auh tampang kalian benar benar seperti preman ya”
BUKK!!
BUKK!!
“KAZUTOO!!”
yeoja itu berteriak ketika melihat Kazuto dipukul.
“Woo Bin-a,
keumanhe” Jong Suk mencoba menghalangi Woo Bin.
“Pikyeo,
saekkia” Woo Bin mendorong badan Jong Suk.
“Kau bilang
kami preman? Aigooo, kau lucu sekali. Yak!! Kami melihatnya menangis disini,
dan dia mencoba membantu yeoja itu. Dan kau bilang kami preman dan memukul dia
yang tak bersalah?” Woo Bin menunjuk Jong Suk.
Woo Bin
membantu Jong Suk bangkit dan pergi duluan “Ppali” Jong Suk menghela nafasnya
dan mengikuti Woo Bin .
“Jong
Suk-a?”
Jong Suk
berbalik kearah yeoja itu.
“Gomawo”
yeoja itu tersenyum hangat kearah Jong Suk. Jong suk hanya menganggukan
kepalanya dan melangkah lagi.
Setelah
berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Woo Bin, Jong Suk bertanya “Mengapa
kau memukulnya?”
“Aku tak
suka dibilang preman”
Jong Suk
menunduk ketika mendengar jawaban Woo Bin “Arraseo. Tapi, setidaknya kau tahan
emosimu”
“Mwo? Aku
sudah cukup sabar melihat kau dipukuli, dan kau menyuruhku untuk sabar lagi
ketika dia menyebut kita preman??” Woo Bin melanjutkan melangkah, sedangkan
Jong Suk terpaku mendengar kata kata Woo Bin.
“Woo Bin-a”
Woo Bin
menghentikan langkahnya tetapi tidak berbalik.
“Gomawo”
Woo Bin
melanjutkan langkahnya setelah mendengar perkataan Jong Suk.
----****----
“Apa mereka
benar benar membantumu?” Kazuto memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat
pukulan Woo Bin
Yoo Ra
mengangguk dan pergi meninggalkan Kazuto.
“Yak mau
kemana? Tunggu aku” Kazuto berlari mengejar Yoo Ra “Mengapa tadi kau berlari?”
“Untuk apa
aku disana”
“Aigoo.. kau
pasti memikirkan yang tidak tidak kan? Tenang saja, aku hanya melakukannya
denganmu”
“Hyung”
Suara yang tak asing bagi Kazuto. Dan benar, yang memanggilnya adalah Luhan
“Eo, Luhan Kris” Kazuto melihat kearah Kris yang
hanya diam saja “Kalian dari mana?”
“Supermarket
hyung” jawab Luhan
“Ah, kalian
mau pesta ramen ne?” tebak Kazuto
“Muka hyung
kenapa?” Tanya Kris. Tapi masih dengan sikap dinginnya
“Ah hanya
kecelakaan kecil. Tidak apa apa. Kami duluan ne” Kazuto menarik tangan Yoo Ra
“Hati hati
hyung” teriak Luhan “Kajja kris”
----****----
SEMINGGU
KEMUDIAN—
DI SEBUAH
RUMAH MAKAN KECIL
“Ah aku
lelah sekali” Yoo Ra merenggangkan otot ototnya
“Minggu
depan giliran kita kan?” Tanya Kazuto
“Ah nee..
aigoo, minggu depan kita akan menikah. Aigoo, keunde, aku belum membeli kado untuk
pengantin baru kita”
“Nugu? Young
hwa hyung dan So hwa noona?”
“Nee, besok
aku akan membelinya”
“Besok?
Besok aku akan pergi ke Jepang”
“Jinjjayo?
Aigoo, ada kerjaan disana?”
“Aniya, aku
ingin menjemput ibu ku. Mianhae besok tidak bisa menemanimu”
“Gwenchana,
aku bisa pergi sendiri” Yoo Ra tersenyum manis dan mulai memakan ramennya.
KRIING—
Bunyi bel
pintu tanda ada seseorang yang membuka pintu berbunyi.
Yoo Ra
melihat kearah pintu dan tersedak begitu melihat 2 namja.
“Waeyo Yoo
Ra-ya?” Kazuto berbalik dan melihat apa yang dilihat Yoo Ra “Aigoo, mengapa
bisa aku bertemu mereka lagi?”
2 namja itu
berjalan kearah meja dimana tempat Yoo Ra dan Kazuto berada, tapi menghentikan
langkahnya begitu mereka di samping meja itu
“Anyyeong
haseo, kita bertemu lagi”
TBC--




