Tuesday, June 3, 2014

TOKYO LOVE SEOUL VERSION 1 chap 13




                                                             Chapter 13
                                     
Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                       EXO                                                
                    Lee Jong Suk
                    Kim Woo Bin
                    Yoona (SNSD)
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy


----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Chap 13 datang
Maaf ya lama
Akhir akhir nae sibuk nonton drama .. keke :v

----****----


“Anyyeong Haseo kita bertemu lagi” sapa Jong Suk di depan Yoo Ra dan Kazuto.
Sedangkan Woo Bin hanya membungkukkan badannya di depan Yoo Ra.
“Ah ye, anyyeong” Yoo Ra membalas sapaan mereka dengan kikuk.
“Kajja, na baegopha” Woo Bin mendahului Jong Suk dan mulai memesan, Jong Suk pamit dan mengekor di belakang Woo Bin.

Jong Suk dan Woo Bin duduk di tempat yang tak jauh dari tempat Kazuto dan Yoo Ra
“Mengapa kau cuek sekali pada mereka?” Tanya Jong Suk, ia memakan ramennya dengan penuh semangat
“Karena aku tidak mau bertatap muka dengan orang yang sudah menyebut kita preman” Woo Bin menjawab dengan mulut yang penuh dengan ramen
Jong Suk berhenti makan dan meletakkan kedua sumpitnya diatas meja “Tak bisakah kau lupakan masalah itu? Dia juga sudah kau pukul kan, lupakan sajalah”
“Ne ne arra” Woo Bin mengalah dan meneruskan memakan ramen.


“Jam berapa besok kau berangkat ke bandara?” Tanya Yoo Ra
“Sekitar jam 8. Wae?” Kazuto memakan ramen nya lagi , Yoo Ra hanya menggelengkan kepalanya “Kau sendiri jam berapa besok pergi ke toko boneka?”
“Sekitar jam 10. Wae?” Yoo Ra menirukan gaya Kazuto. Kazuto tersedak lalu menatap calon isrinya dengan sengit
“Kau meniruku?”
“Kau benar benar pergi secepat itu?” Yoo Ra merasa aneh dengan Kazuto. Kazuto menatap Yoo Ra sebentar lalu mengangguk.
“Geunde Wae? Aku dengar pesawatmu berangkat pukul 11”
Untuk kedua kalinya, kazuto tersedak. “Uhukk.. bagaimana kau bisa tahu?”
“kenapa aku harus tidak tahu? Tentu saja aku harus tahu”  Yoo Ra mengangkat bahunya acuh tak acuh dan melanjutkan makannya. Tanpa sengaja, mata nya bertemu dengan mata Lee Jong Suk.

Namja itu juga sedang memperhatikannya. Yoo Ra menjadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya kearah mangkuk ramennya.

“Ada urusan besok yang mengharuskan aku pergi cepat” Suara Kazuto terdengar. Yoo Ra menatap Kazuto. Karena ia sedang salah tingkah, jadi ia hanya bisa mengangguk.

----****----


08.00 AM
“Kau dimana?” suara yeoja yang imut terdengar di seberang sana.
“Eo aku sebentar lagi akan siap. Tunggu aku. Aku tutup dulu eoh” Kazuto mengakhiri sambungannya dan memakai jaketnya dan kacamata hitam nya.
Ia melirik jam tangannya, lalu mematikan semua lampu dan menutup pintu apartemennya lalu menguncinya.
Ia membawa tas yang berisi bajunya lalu masuk kedalam lift. Ia mengambil ponselnya yang ia simpan di balik saku celananya, lalu menelepon seseorang
“Ini aku. Kau dimana?” Kazuto keluar dari lift dan melangkah keluar apartemen “Aku sudah keluar apartemen. Eo kau di restoran itu?..... geureu, tunggu aku”
 Kazuto menyimpan ponselnya di balik saku celananya.

15 menit kemudian—
Kazuto keluar dari taksi tepat di depan restoran yang ia dan seseorang janjikan di telepon tadi.
Ia memasuki restoran itu dan menatap sekeliling, ia mencari seseorang. Setelah memastikan bahwa itu adalah orang yang benar. Ia langsung melangkah kaki kearah meja disamping jendela tembus pandang.

“Menunggu lama?” Kazuto duduk di hadapan yeoja itu sambil memandang keluar jendela menatap jalanan yang masih sepi.
“Oppa.. apa kau benar benar akan ke jepang hari ini?”
“Aku disana hanya 2 hari” Kazuto menatap yeoja itu dengan malas ”Apa yang ingin kau bicarakan, Yoona?”
Kazuto mengaduk aduk cappuccino nya dengan tampang malas.
“Oppa….” Yoona memegang tangan kiri Kazuto. Kazuto kaget dan berusaha melepaskan genggaman itu.
“Sebentar saja oppa” ucap Yoona lirih.

Kazuto menghela nafas dengan berat “Cepat katakan apa yang ingin kau katakan, jangan mengulur waktu” Kazuto mulai risih berada di dekat Yoona
“Kau masih ingat kan apa yang kukatakan saat malam tahum baru?”
“Ne. wae? Kau ingin menagihnya?”
“Ne. oppa belummendapatkan calonnya kan? Jika belum, ayo kita menikah” Yoona berkata dengan keberanian yang ia punya.
“Siapa bilang aku belum mendapatkannya. Aku sudah dapat. Sudah ya, aku pergi dulu” Kazuto melepaskan genggamannya dan bangkit.
“Tunggu! Nugu? Nugu rang?” Yoona panik mendengar jawaban Kazuto.
“Kau sangat ingin tahu?”        Kazuto mengangkat alis kanannya sambil memiringkan kepalanya.
“Oppa jangan bercanda! Jawab aku!” Yoona berteriak keras.
“Jika kau ingin tahu datanglah minggu depan. Alamtnya akan ku-sms” Kazuto melihat Yoona yang tak bergeming “Aku pergi”
Ia baru hendak melangkahkan kakinya, tapi ia kembali menatap Yoona
“Ada yang ingin kusampaikan untukmu”
Yoona masih tak bergerak, tapi ia menjawab  dengan suara pelan “Mwo?”
Walaupun pelan, tetapi Kazuto bisa mendengarnya “Yoona yang kukenal adalah Yoona yang baik bukan Yoona yang genit seperti yang kukenal sekarang”
Setelah mengatakan itu, Kazuto benar benar melangkahkan kakinya, tetapi terhenti lagi karena mendengar suara Yoona.
Yang tadinya tak bergerak sama sekali, setelah mendengar kritikan pedas dari mulut Kazuto, Yoona mengangkat kepalanya.
 “Mworagu? Yak! Aku bukan yeoja genit, aro! Siapa kau seenaknya aja mengataiku yeoja genit. Micheo !!” Yoona bangkit dari duduknya dan menatap sengit Kazuto.
Kazuto malah mendegus melihat ekspresi Yoona “Seperti itulah Yoona yang kukenal” Kazuto tersenyum meremehkan lalu pergi dari restoran.

----****----


Yoo Ra asik berjalan dengan riang ke toko boneka. Ingin memberikan kado pernikahan untuk Soo Hwa dan oppa nya yang baru menikah.
“Ah.. mereka pasti sudah melakukannya. Aigoo” Yoo Ra mengembuskan nafasnya , ia memikirkan yang tidak tidak.
“Aishh.. yadong sekali aku” Yoo Ra memukul kepalanya lalu menoleh ke kiri.
Ke arah restoran.
Ia sangat ingin makan di restoran ini dengan Kazuto. Ia menatap ke sekeliling restoran itu dari luar. Tiba tiba pandangannya terhenti. Ia melihat seorang namja dan yeoja berpegangan tangan sambil membicarakan sesuatu. Ia terus memandangi mereka. Lebih tepatnya, ia menatap kearah namja. Ia benar benar mengenali namja itu. Namja yang selama ini memenuhi pikirannya. Namja yang selalu membuatnya berdebar debar jika berada di dekatnya.

KAZUTO. Namja itu Kazuto. Namja yang sedang ia lihat sekarang adalah Kazuto.
Yoo Ra menghembuskan nafasnya lalu tersenyum lemah “Mereka benar benar serasi”
“Nugu?”
Yoo Ra terkejut mendengar suara itu, ia berbalik. “Ah.. kau rupanya. Mengagetkan saja” Yoo Ra lega setelah tahu bahwa itu Lee Jong Suk.
Lee Jong Suk menggaruk telinganya sambil tersenyum bodoh “Siapa yang serasi?”
Jong Suk juga melihat kearah Kazuto “Eo, bukankah itu namja yang memukuli aku kan?” Jong Suk menatap Kazuto lekat lekat. Memastikan bahwa perkataanya benar.
“Majayo” Yoo Ra mengangguk sambil melangkahkan kakinya.
Jong Suk langsung mengikuti langkah Yoo Ra. “Dia siapamu? Oppa? Samchon? At…”
“Yak! Memangnya dia pantas disebut sebagai paman ku?? Dia bahkan belum berumur 30 tahun! Aishh”
 Yoo Ra memotong perkataan Jong suk dan marah marah karena Jong Suk mengatakan bahwa Kazuto adalah pamannya.
Jong Suk menggaruk telinganya “Aku kan hanya bertanya bukan mengatakan”
Yoo Ra menghembuskan nafasnya “Dia calon suamiku”
“Jinjjayo???” Jong Suk kaget mendengar “Jadi, kau akan segera menikah? Eonje?”
“Minggu depan”
“Wahh…  daebak…”
Jong Suk masih mengikuti langkah Yoo Ra “Kau mau kemana?” tanyanya
“Ke toko boneka” jawab Yoo Ra .

“ Yoo Ra ?” suara yang ia kenal terdengar. Ia menoleh. Dan benar. Kazuto ada di belakangnya.
“apa yang kau lakukan disini?” Kazuto  melihat kearah Jong Suk “Dengan namja ini?”
“Eo, aku mau ke toko boneka dan bertemu Jong Suk di jalan” jawab Yoo Ra ketus.
“Benarkah itu?” Kazuto memiringkan kepalanya kearah Yoo Ra
“Tentu. Kau juga baru saja menghabiskan waktu dengan Yoona kan?” Yoo Ra menatap sengit kearah Kazuto lalu menarik tangan Jong Suk “Kajja”

Jong Suk yang diseret oleh Yoo Ra menggumam “Auh. Kisah percintaan memang rumit”
“Diamlah” Yoo Ra mendorong pintu masuk toko boneka dan menghilang di balik toko.

Sedangkan itu. Kazuto terus menatap kearah toko boneka itu.


TBC—
Auh.. kisah percintaan memang rumit :v

Ditunggu aja ya chap selanjutnya ^^
Gomawooo :*                                           

Tokyo Love Seoul Version 1




                             Chapter 12

Author       : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung Ho / Kazuto / Model SM (OC)
                     Lee Yoo Ra (OC)
                     EXO (Luhan, Kris, Suho, Sehun, Chen,  Kai, D.O, Baekhyun, Chanyeol, Lay, Tao,                                               Xiumin)                                                 
                     Kang Eun Sun ( OC )
                     Lee Jong Suk
                      Kim Woo Bin
Rating       : +17
Genre        : Romance, Family, Comedy

----****----


Cerita ini hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita ini bisa jadi itu PLAGIAT .
 Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !

Anyyeong yeorobunn!!!
Chap 12 datang ^^
Kagak lama kan?? Kan uda nae lagi free, jadi bisa nulis sepuasnya sampe tangan nae patah :O

Di chap ini ada 2 cowok ganteng yang bakal numpang lewat :v
Kalian tau gak? Kan uda nae tulis namanya tuhh :D
Pasti tau sama Kim Woo Bin kn? Yang main the heirs lhoo ;;)
Dan Lee Jong Suk tau gak? Yang main I Hear Your Voice lhoo ;;)
Dan mereka pernah main bersama di drama School 2013 J

Mau tau gak Jong Suk sama Woo Bin jadi apa di cerita ini?
Kalau begitu, silakan di baca chap 12 ^_^


----****----


“Eo.. Yoo Raa ..” Kazuto panik karena tiba tiba Yoo Ra datang sambil membanting pintu, Kazuto melirik kearah Eun Sun yang masih pingsan di tempat tidurnya, lalu menatap Yoo Ra lagi “Apa yang kau lakukan disini?”

Belum sempat Kazuto mendengar jawaban dari mulut Yoo Ra, Yoo Ra sudah berbalik dan berlari meninggalkan apartemen Kazuto.

“YOO RA!!” Kazuto spontan berteriak dan melirik Kai
Kai mengangguk “Kejarlah hyung, dan jelaskan semua”
Mendengar itu, Kazuto langsung berlari, tapi baru beberapa langkah tiba tiba….

“Hyung?”
Kazuto dengan berat hati berbalik “Mwo?”
“Mianhae” Ucap Kai sambil menundukkan kepalanya
“Aishh.. nanti saja kita bicarakan, khanda” Kazuto melanjutkan berlari keluar apartemennya dan mulai mencari Yoo Ra

Kazuto sudah berusaha mencari Yoo Ra , tapi tetap tidak ketemu. “Cepat sekali larinya”

 Kazuto kembali berlari hingga akhirnya ia hampir mencapai halte , Kazuto memegang kedua lututnya sambil terengah engah “Auhh.. ini sudah menguras tenaga ku terlalu banyak, aku akan istirahat sebentar di halte.. aigoo”

Kazuto melangkahkan kakinya kearah halte, tapi langkahnya langsung terhenti ketika ia melihat ada yeoja yang sedang menangis di sana. Tapi, yeoja itu dikelilingi 2 namja, Kazuto makin panik , ia langsung berlari kearah yeoja itu.


----****----


YOO RA POV—

Aku langsung berlari ketika melihat ada Eun Sun di kamar Kazuto, pikiranku langsung kacau. Aku langsung memikirkan yang tidak tidak. Aku terlalu takut apalagi setelah aku tahu bahwa Eun Sun menyukai Kazuto. Ia pasti akan melakukan apa saja demi mendapatkan Kazuto, termasuk hal itu.

Aku terlalu lelah ketika aku sampai di halte, aku langsung melangkah menuju tempat duduk dan langsung meletakkan pantat ku dengan keras.

Aku terus memikirkannya , pikiran itu tak hilang, aku terus memikirkannya sampai aku mengeluarkan air mata. Semakin aku memikirkannya semakin deras air mata aku. Tapi, aku benar benar tidak bisa melepaskan itu dari pikiranku. Aku benar benar kecewa pada Kazuto.

YOO RA POV END—

----****----


“Hiksss… hikss…”

2 namja yang sedang berjalan di dekat halte mendengar sura tangisan seseorang. Ah maksudnya, hanya satu namja dari 2 namja ini yang mendengarnya -_-

“Yak  Woo Bin , Kau mendengar suara tangisan?” Tanya Jong Suk kepada sahabatnya itu
Woo Bin diam dan mencoba mendengarkan suara tangisan.

“Hikss… hikss…”

“Aku mendengarnya, wae?”
Jong Suk menggaruk telinganya yang tak gatal “Aissshhh..” Ia merasa kesal dengan kepolosan dan sikap dingin dari Woo Bin, ia mulai mencari asal suara itu.

Tiba tiba,  matanya menangkap sosok yeoja yang sedang duduk di halte sambil menundukkan kepalanya, terlihat jelas bahwa yeoja itu sedang menangis.

Jong Suk memukul punggung Woo Bin dan berjalan kearah yeoja itu. Woo Bin melihat kearah yeoja itu juga dan mengikuti langkah Jong Suk.

Bahkan saat mereka sudah berada tepat didepan yeoja itu, yeoja itu masih menangis. Yeoja itu akhirnya mengangkat kepalanya, mungkin karena sudah melihat sepatu mereka.

Yeoja itu menatap mereka dengan mata yang masih berkaca kaca. “Mwo?” Tanya yeoja itu
“Kau pasti sedang patah hati,kan?” Woo Bin melangkah ke tempat duduk  dan duduk di samping kanan yeoja itu.
Jong Suk juga duduk di samping kiri yeoja itu “Kau kenapa?” Tanya Jong Suk hati hati
“Bukan urusanmu. Kalian siapa? Mau apa kalian?” Yeoja itu kelihatan panik.
 Woo Bin bangkit dari tempat duduknya dan menarik Jong Suk yang masih duduk “Kajja”
Jong Suk melepaskan cengkraman tangan Woo Bin “Chankamman” Jong Suk kembali duduk di samping yeoja itu.
Woo Bin menatap sengit kearah Jong Suk “Dasar tukang ikut campur” Ia melangkah ke sudut halte. Dan berdiri menunggu Jong Suk disana.

Jong Suk mendengarkan baik baik apa kata yeoja itu, akhirnya yeoja itu mau menceritakan apa yang terjadi kepada Jong Suk.

Tiba tiba….
Woo Bin melihat orang yang berlari kearah halte, Woo Bin mulai merasakan hal yang tidak enak
“Yak Jong Suk, kajja. Ppalli!” Woo Bin masih serius melihat seseorang itu
“Sebentar lagi” itulah jawaban Jong Suk, tak lama setelah itu punggung Jong Suk dipukul oleh orang yang Woo Bin lihat.

Woo Bin menggaruk tekuknya “Aish benarkan dugaanku. Mengapa dia bandel sekali auhh.” Woo Bin memperhatikan perkelahian diantara 2 namja itu. Jong Suk hanya memukul namja itu sekali, selebihnya ia hanya membiarkan badannya dipukul.

Woo Bin mendengar teriakan seorang yeoja, Woo Bin melirik yeoja tadi dan menarik yeoja itu ketempat nya “Kau tunggu disini, jika tak ingin melihat maka tak usah melihat. Jangan berteriak. Suaramu membuatku sakit kepala” Woo Bin mengacak rambut yeoja itu.

“YAKK SAEKKIA!!” Woo Bin berteriak kearah namja yang memukul Jong Suk, namja itu berhenti memukul dan melihat kearah Woo Bin yang mendatanginya.

“Mwo?” Namja itu bertanya santai “Auh tampang kalian benar benar seperti preman ya”

BUKK!!
“KAZUTOO!!” yeoja itu berteriak ketika melihat Kazuto dipukul.

“Woo Bin-a, keumanhe” Jong Suk mencoba menghalangi Woo Bin.
“Pikyeo, saekkia” Woo Bin mendorong badan Jong Suk.
“Kau bilang kami preman? Aigooo, kau lucu sekali. Yak!! Kami melihatnya menangis disini, dan dia mencoba membantu yeoja itu. Dan kau bilang kami preman dan memukul dia yang tak bersalah?” Woo Bin menunjuk Jong Suk.

Woo Bin membantu Jong Suk bangkit dan pergi duluan “Ppali” Jong Suk menghela nafasnya dan mengikuti Woo Bin .

“Jong Suk-a?”
Jong Suk berbalik kearah yeoja itu.
“Gomawo” yeoja itu tersenyum hangat kearah Jong Suk. Jong suk hanya menganggukan kepalanya dan melangkah lagi.

Setelah berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Woo Bin, Jong Suk bertanya “Mengapa kau memukulnya?”
“Aku tak suka dibilang preman”
Jong Suk menunduk ketika mendengar jawaban Woo Bin “Arraseo. Tapi, setidaknya kau tahan emosimu”
“Mwo? Aku sudah cukup sabar melihat kau dipukuli, dan kau menyuruhku untuk sabar lagi ketika dia menyebut kita preman??” Woo Bin melanjutkan melangkah, sedangkan Jong Suk terpaku mendengar kata kata Woo Bin.

“Woo Bin-a”
Woo Bin menghentikan langkahnya tetapi tidak berbalik.
“Gomawo”
Woo Bin melanjutkan langkahnya setelah mendengar perkataan Jong Suk.


----****----


“Apa mereka benar benar membantumu?” Kazuto memegang sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan Woo Bin
Yoo Ra mengangguk dan pergi meninggalkan Kazuto.
“Yak mau kemana? Tunggu aku” Kazuto berlari mengejar Yoo Ra “Mengapa tadi kau berlari?”
“Untuk apa aku disana”
“Aigoo.. kau pasti memikirkan yang tidak tidak kan? Tenang saja, aku hanya melakukannya denganmu”

“Hyung” Suara yang tak asing bagi Kazuto. Dan benar, yang memanggilnya adalah Luhan
“Eo,  Luhan Kris” Kazuto melihat kearah Kris yang hanya diam saja “Kalian dari mana?”
“Supermarket hyung” jawab Luhan
“Ah, kalian mau pesta ramen ne?” tebak Kazuto
“Muka hyung kenapa?” Tanya Kris. Tapi masih dengan sikap dinginnya
“Ah hanya kecelakaan kecil. Tidak apa apa. Kami duluan ne” Kazuto menarik tangan Yoo Ra
“Hati hati hyung” teriak Luhan “Kajja kris”


----****----


SEMINGGU KEMUDIAN—
DI SEBUAH RUMAH MAKAN KECIL

“Ah aku lelah sekali” Yoo Ra merenggangkan otot ototnya
“Minggu depan giliran kita kan?” Tanya Kazuto
“Ah nee.. aigoo, minggu depan kita akan menikah. Aigoo, keunde, aku belum membeli kado untuk pengantin  baru kita”
“Nugu? Young hwa hyung dan So hwa noona?”
“Nee, besok aku akan membelinya”
“Besok? Besok aku akan pergi ke Jepang”
“Jinjjayo? Aigoo, ada kerjaan disana?”
“Aniya, aku ingin menjemput ibu ku. Mianhae besok tidak bisa menemanimu”
“Gwenchana, aku bisa pergi sendiri” Yoo Ra tersenyum manis dan mulai memakan ramennya.

KRIING—
Bunyi bel pintu tanda ada seseorang yang membuka pintu berbunyi.
Yoo Ra melihat kearah pintu dan tersedak begitu melihat 2 namja.
“Waeyo Yoo Ra-ya?” Kazuto berbalik dan melihat apa yang dilihat Yoo Ra “Aigoo, mengapa bisa aku bertemu mereka lagi?”

2 namja itu berjalan kearah meja dimana tempat Yoo Ra dan Kazuto berada, tapi menghentikan langkahnya begitu mereka di samping meja itu

“Anyyeong haseo, kita bertemu lagi”


TBC--