Chapter 13
Author : Kim Ni Na a.k.a Sherina Luthfiya Zahra
Main Cast : Kang Seung
Ho / Kazuto / Model SM (OC)
Lee Yoo Ra (OC)
EXO
Lee Jong Suk
Kim Woo Bin
Yoona (SNSD)
Rating : +17
Genre : Romance, Family, Comedy
----****----
Cerita ini
hanya karangan otak saya saja, cerita ini murni dari otak saya, di luar cerita
ini bisa jadi itu PLAGIAT .
Tokoh dalam cerita ini hanya karangan semata
kecuali EXO . . jika ada kesamaan nama tokoh di ff lain, itu hanya sebuah
kebetulan atau ketidaksengajaan. PLAGIAT dilarang baca. !
Chap 13
datang
Maaf ya lama
Akhir akhir
nae sibuk nonton drama .. keke :v
----****----
“Anyyeong
Haseo kita bertemu lagi” sapa Jong Suk di depan Yoo Ra dan Kazuto.
Sedangkan
Woo Bin hanya membungkukkan badannya di depan Yoo Ra.
“Ah ye,
anyyeong” Yoo Ra membalas sapaan mereka dengan kikuk.
“Kajja, na
baegopha” Woo Bin mendahului Jong Suk dan mulai memesan, Jong Suk pamit dan
mengekor di belakang Woo Bin.
Jong Suk dan
Woo Bin duduk di tempat yang tak jauh dari tempat Kazuto dan Yoo Ra
“Mengapa kau
cuek sekali pada mereka?” Tanya Jong Suk, ia memakan ramennya dengan penuh
semangat
“Karena aku
tidak mau bertatap muka dengan orang yang sudah menyebut kita preman” Woo Bin
menjawab dengan mulut yang penuh dengan ramen
Jong Suk
berhenti makan dan meletakkan kedua sumpitnya diatas meja “Tak bisakah kau
lupakan masalah itu? Dia juga sudah kau pukul kan, lupakan sajalah”
“Ne ne arra”
Woo Bin mengalah dan meneruskan memakan ramen.
“Jam berapa
besok kau berangkat ke bandara?” Tanya Yoo Ra
“Sekitar jam
8. Wae?” Kazuto memakan ramen nya lagi , Yoo Ra hanya menggelengkan kepalanya
“Kau sendiri jam berapa besok pergi ke toko boneka?”
“Sekitar jam
10. Wae?” Yoo Ra menirukan gaya Kazuto. Kazuto tersedak lalu menatap calon
isrinya dengan sengit
“Kau
meniruku?”
“Kau benar
benar pergi secepat itu?” Yoo Ra merasa aneh dengan Kazuto. Kazuto menatap Yoo
Ra sebentar lalu mengangguk.
“Geunde Wae?
Aku dengar pesawatmu berangkat pukul 11”
Untuk kedua
kalinya, kazuto tersedak. “Uhukk.. bagaimana kau bisa tahu?”
“kenapa aku
harus tidak tahu? Tentu saja aku harus tahu”
Yoo Ra mengangkat bahunya acuh tak acuh dan melanjutkan makannya. Tanpa
sengaja, mata nya bertemu dengan mata Lee Jong Suk.
Namja itu
juga sedang memperhatikannya. Yoo Ra menjadi salah tingkah dan mengalihkan
pandangannya kearah mangkuk ramennya.
“Ada urusan
besok yang mengharuskan aku pergi cepat” Suara Kazuto terdengar. Yoo Ra menatap
Kazuto. Karena ia sedang salah tingkah, jadi ia hanya bisa mengangguk.
----****----
08.00 AM
“Kau
dimana?” suara yeoja yang imut terdengar di seberang sana.
“Eo aku
sebentar lagi akan siap. Tunggu aku. Aku tutup dulu eoh” Kazuto mengakhiri
sambungannya dan memakai jaketnya dan kacamata hitam nya.
Ia melirik
jam tangannya, lalu mematikan semua lampu dan menutup pintu apartemennya lalu
menguncinya.
Ia membawa
tas yang berisi bajunya lalu masuk kedalam lift. Ia mengambil ponselnya yang ia
simpan di balik saku celananya, lalu menelepon seseorang
“Ini aku.
Kau dimana?” Kazuto keluar dari lift dan melangkah keluar apartemen “Aku sudah
keluar apartemen. Eo kau di restoran itu?..... geureu, tunggu aku”
Kazuto menyimpan ponselnya di balik saku
celananya.
15 menit
kemudian—
Kazuto
keluar dari taksi tepat di depan restoran yang ia dan seseorang janjikan di
telepon tadi.
Ia memasuki
restoran itu dan menatap sekeliling, ia mencari seseorang. Setelah memastikan
bahwa itu adalah orang yang benar. Ia langsung melangkah kaki kearah meja
disamping jendela tembus pandang.
“Menunggu
lama?” Kazuto duduk di hadapan yeoja itu sambil memandang keluar jendela
menatap jalanan yang masih sepi.
“Oppa.. apa
kau benar benar akan ke jepang hari ini?”
“Aku disana
hanya 2 hari” Kazuto menatap yeoja itu dengan malas ”Apa yang ingin kau
bicarakan, Yoona?”
Kazuto
mengaduk aduk cappuccino nya dengan tampang malas.
“Oppa….”
Yoona memegang tangan kiri Kazuto. Kazuto kaget dan berusaha melepaskan
genggaman itu.
“Sebentar
saja oppa” ucap Yoona lirih.
Kazuto
menghela nafas dengan berat “Cepat katakan apa yang ingin kau katakan, jangan
mengulur waktu” Kazuto mulai risih berada di dekat Yoona
“Kau masih
ingat kan apa yang kukatakan saat malam tahum baru?”
“Ne. wae?
Kau ingin menagihnya?”
“Ne. oppa
belummendapatkan calonnya kan? Jika belum, ayo kita menikah” Yoona berkata
dengan keberanian yang ia punya.
“Siapa bilang
aku belum mendapatkannya. Aku sudah dapat. Sudah ya, aku pergi dulu” Kazuto
melepaskan genggamannya dan bangkit.
“Tunggu!
Nugu? Nugu rang?” Yoona panik mendengar jawaban Kazuto.
“Kau sangat
ingin tahu?” Kazuto mengangkat alis
kanannya sambil memiringkan kepalanya.
“Oppa jangan
bercanda! Jawab aku!” Yoona berteriak keras.
“Jika kau
ingin tahu datanglah minggu depan. Alamtnya akan ku-sms” Kazuto melihat Yoona
yang tak bergeming “Aku pergi”
Ia baru
hendak melangkahkan kakinya, tapi ia kembali menatap Yoona
“Ada yang
ingin kusampaikan untukmu”
Yoona masih
tak bergerak, tapi ia menjawab dengan
suara pelan “Mwo?”
Walaupun
pelan, tetapi Kazuto bisa mendengarnya “Yoona yang kukenal adalah Yoona yang
baik bukan Yoona yang genit seperti yang kukenal sekarang”
Setelah
mengatakan itu, Kazuto benar benar melangkahkan kakinya, tetapi terhenti lagi
karena mendengar suara Yoona.
Yang tadinya
tak bergerak sama sekali, setelah mendengar kritikan pedas dari mulut Kazuto,
Yoona mengangkat kepalanya.
“Mworagu? Yak! Aku bukan yeoja genit, aro!
Siapa kau seenaknya aja mengataiku yeoja genit. Micheo !!” Yoona bangkit dari
duduknya dan menatap sengit Kazuto.
Kazuto malah
mendegus melihat ekspresi Yoona “Seperti itulah Yoona yang kukenal” Kazuto
tersenyum meremehkan lalu pergi dari restoran.
----****----
Yoo Ra asik
berjalan dengan riang ke toko boneka. Ingin memberikan kado pernikahan untuk
Soo Hwa dan oppa nya yang baru menikah.
“Ah.. mereka
pasti sudah melakukannya. Aigoo” Yoo Ra mengembuskan nafasnya , ia memikirkan
yang tidak tidak.
“Aishh..
yadong sekali aku” Yoo Ra memukul kepalanya lalu menoleh ke kiri.
Ke arah
restoran.
Ia sangat
ingin makan di restoran ini dengan Kazuto. Ia menatap ke sekeliling restoran
itu dari luar. Tiba tiba pandangannya terhenti. Ia melihat seorang namja dan
yeoja berpegangan tangan sambil membicarakan sesuatu. Ia terus memandangi
mereka. Lebih tepatnya, ia menatap kearah namja. Ia benar benar mengenali namja
itu. Namja yang selama ini memenuhi pikirannya. Namja yang selalu membuatnya
berdebar debar jika berada di dekatnya.
KAZUTO.
Namja itu Kazuto. Namja yang sedang ia lihat sekarang adalah Kazuto.
Yoo Ra
menghembuskan nafasnya lalu tersenyum lemah “Mereka benar benar serasi”
“Nugu?”
Yoo Ra
terkejut mendengar suara itu, ia berbalik. “Ah.. kau rupanya. Mengagetkan saja”
Yoo Ra lega setelah tahu bahwa itu Lee Jong Suk.
Lee Jong Suk
menggaruk telinganya sambil tersenyum bodoh “Siapa yang serasi?”
Jong Suk
juga melihat kearah Kazuto “Eo, bukankah itu namja yang memukuli aku kan?” Jong
Suk menatap Kazuto lekat lekat. Memastikan bahwa perkataanya benar.
“Majayo” Yoo
Ra mengangguk sambil melangkahkan kakinya.
Jong Suk
langsung mengikuti langkah Yoo Ra. “Dia siapamu? Oppa? Samchon? At…”
“Yak!
Memangnya dia pantas disebut sebagai paman ku?? Dia bahkan belum berumur 30
tahun! Aishh”
Yoo Ra memotong perkataan Jong suk dan marah
marah karena Jong Suk mengatakan bahwa Kazuto adalah pamannya.
Jong Suk
menggaruk telinganya “Aku kan hanya bertanya bukan mengatakan”
Yoo Ra
menghembuskan nafasnya “Dia calon suamiku”
“Jinjjayo???”
Jong Suk kaget mendengar “Jadi, kau akan segera menikah? Eonje?”
“Minggu
depan”
“Wahh… daebak…”
Jong Suk
masih mengikuti langkah Yoo Ra “Kau mau kemana?” tanyanya
“Ke toko
boneka” jawab Yoo Ra .
“ Yoo Ra ?”
suara yang ia kenal terdengar. Ia menoleh. Dan benar. Kazuto ada di
belakangnya.
“apa yang
kau lakukan disini?” Kazuto melihat
kearah Jong Suk “Dengan namja ini?”
“Eo, aku mau
ke toko boneka dan bertemu Jong Suk di jalan” jawab Yoo Ra ketus.
“Benarkah
itu?” Kazuto memiringkan kepalanya kearah Yoo Ra
“Tentu. Kau
juga baru saja menghabiskan waktu dengan Yoona kan?” Yoo Ra menatap sengit
kearah Kazuto lalu menarik tangan Jong Suk “Kajja”
Jong Suk
yang diseret oleh Yoo Ra menggumam “Auh. Kisah percintaan memang rumit”
“Diamlah”
Yoo Ra mendorong pintu masuk toko boneka dan menghilang di balik toko.
Sedangkan
itu. Kazuto terus menatap kearah toko boneka itu.
TBC—
Auh.. kisah
percintaan memang rumit :v
Ditunggu aja
ya chap selanjutnya ^^
Gomawooo :*

